Ulama di Seluruh Dunia Dukung Pelaksanaan Haji Terbatas

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 24 Juni 2020 15:01
Ulama di Seluruh Dunia Dukung Pelaksanaan Haji Terbatas
Keselamatan dan kesehatan jemaah menjadi hal yang diprioritaskan.

Dream - Para mufti dan ulama dari seluruh kawasan Arab dan Dunia Islam mendukung keputusan kerajaan Arab Saudi yang akan menggelar haji secara terbatas tahun ini. Di tengah pandemi Covid-19, Saudi hanya mengizinkan orang-orang yang bermukim di negaranya untuk menjalankan ibadah Rukun Islam kelima itu.

Mulai dari Djibouti hingga Pakistan, para ulama menyatakan menerima dengan baik keputusan tersebut.

Majelis Ulama Pakistan menyatakan dukungan terhadap upaya Saudi untuk menjaga keselamatan dan kesehatan jemaah dengan menggelar ibadah haji secara terbatas. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ketua Majelis Ulama Pakistan yang menyatakan keputusan Saudi merupakan hal yang bijaksana.

Di Mesir, Syeikh Agung Al Azhar, Ahmed Al Tayeb, menyatakan keputusan Saudi mengelola haji tahun ini secara terbatas sejalan dengan tuntunan syariat karena krisis kesehatan global luar biasa.

 

1 dari 3 halaman

Sekjen OKI dan Pimpinan Liga Muslim Dunia

Demikian pula dengan Sekjen Organisasi Kerjasama Islam (OKI), Youssef bin Ahmed Al Othaimeen. Dalam sebuah pernyataan, Youssef menyatakan dukungan lembaganya.

" Sekjen OKI mengapresiasi upaya terbaik yang dijalankan Kerajaan Arab Saudi untuk kesehatan dan keselamatan para jemaah," demikian pernyataan tersebut.

Pimpinan Liga Muslim Dunia yang berbasis di Mekah, Syeikh Muhammad Al Issa, mengatakan keamanan dari pengunjung Muslim sepanjang musim haji adalah prioritas.

" Penanggulangan virus corona yang ditunjukkan Saudi telah didukung oleh para pemimpin Islam di seluruh dunia," kata Syeikh Muhammad.

Sumber: Alarabiya

2 dari 3 halaman

Meski Risiko Tinggi, Ini Alasan Saudi Tetap Gelar Haji

Dream - Kementerian Urusan Haji dan Umrah Arab Saudi mengumumkan ibadah haji 1441 H/2020 M tetap digelar. Tetapi dengan pembatasan yang sangat ketat terutama jumlah jemaah.

Keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan masih terjadinya pandemi Covid-19. Juga untuk menjaga kesehatan masyarakat dunia.

" Diputuskan bahwa haji untuk tahun ini (1441 H/2020 M) akan dilaksanakan. Jemaah sangat terbatas dari seluruh kewarganegaraan yang telah bermukim di Arab Saudi, dapat melaksanakannya," demikian keputusan dari Kementerian Haji dan Umrah Saudi yang diunggah di akun Twitter resmi Kementerian Luar Negeri Saudi, @KSAmofaEN.

Jemaah yang dibolehkan melaksanakan haji adalah seluruh warga negara asing yang telah menetap atau sedang berada di dalam Saudi. Penerbangan internasional hingga saat ini belum dibuka.

 

3 dari 3 halaman

Risiko Terlalu Tinggi

Tahun lalu ada sekitar 2,5 juta jemaah yang melaksanakan haji. Tetapi skala penyebaran Covid-19 saat telah meluas ke seluruh penjuru dunia menandakan orang-orang tidak dapat bepergian ke wilayah Kerajaan untuk turut melaksanakan haji.

" Keputusan ini diambil untuk memastikan haji dijalankan dengan kebiasaan aman berdasarkan perspektif kesehatan masyarakat, sembari terus melaksanakan upaya pencegahan dan penerapan protokol jaga jarak," demikian lanjut Kementerian.

Pada musim haji tahun lalu ada lebih dari 1,8 juta jemaah dari berbagai negara datang ke Saudi. Kementerian Haji mengatakan tahun ini risiko penularan penyakit antara negara-negara dan peningkatan kasus infeksi secara global terlalu tinggi.

Kementerian menyatakan prioritas utama Saudi adalah selalu memastikan umat Islam dapat melaksanakan haji dan umrah secara aman dan selamat.

(Sumber: Arab News)

Beri Komentar