Simpan Komentar RUU HIP, SBY: `Agar Poltik Tak Semakin Panas`

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Rabu, 24 Juni 2020 12:00
Simpan Komentar RUU HIP, SBY: `Agar Poltik Tak Semakin Panas`
Meski tak mau mengomentari isi RUU HIP, SBY memberi pesan untuk para pembuat RUU HIP.

Dream - Presiden Keenam Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menahan diri untuk mengomentari polemik pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) yang sempat ditunda.

Mantan Ketua Umum Partai Demokrat itu tak ingin komentarnya seputar isi RUU HIP tersebut akan membuat suasana politik di Tanah Air malah semakin memanas. 

" Saya mengikuti hiruk pikuk sosial & politik seputar RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP). Saya juga sudah membaca & mengkaji RUU tsb. Tentu ada pendapat & tanggapan saya. Namun, lebih baik saya simpan agar politik tak semakin panas *SBY*," tulis SBY di akun Twitternya, Selasa 23 Juni 2020 dilansir dari Merdeka.

Untuk diketahui saat menjadi presiden, SBY kerap menggunakan simbol *SBY* untuk membedakan antara cuitan yang dibuatnya sendiri dengan tim yang mengelola akun sosial medianya tersebut.  

1 dari 3 halaman

Meski tak ingin berkomentar soal isi RUU HIP, SBY mencoba mengingatkan agar pembahasan RUU tersebut dilakukan dengan hati-hati. Ini dikarenakan berkaitan dengan ideologi Pancasila.

SBY meyakini, kekeliruan dalam penetapan RUU tersebut akan berakibat fatal bagi semua pihak nantinya.

“ Kita harus sungguh berhati-hati jika berpikir, berbicara & merancang sesuatu yg berkaitan dgn ideologi & dasar negara Pancasila. Apalagi jika menyentuh pula kerangka & sistem kehidupan bernegara. Kalau keliru, dampaknya sangat besar *SBY*,” kata SBY lagi.

" Kita harus sungguh berhati-hati jika berpikir, berbicara & merancang sesuatu yg berkaitan dgn ideologi & dasar negara Pancasila. Apalagi jika menyentuh pula kerangka & sistem kehidupan bernegara. Kalau keliru, dampaknya sangat besar *SBY*"

— S. B. Yudhoyono (@SBYudhoyono) June 23, 2020

2 dari 3 halaman

SBY mengingatkan potensi perpecahan di masyarakat apabila RUU HIP ini dibahas dengan tidak tepat. Dia tak ingin rakyat dibuat susah lagi karena pembahasan RUU tersebut yang tidak pada tempatnya.

“ Memposisikan ideologi harus tepat & benar. Ingat, proses " nation building" & " consensus making" yg kita lakukan sejak tahun 1945 juga tak selalu mudah. Jangan sampai ada " ideological clash" & perpecahan bangsa yg baru. Kasihan Pancasila, kasihan rakyat *SBY*,” terang SBY.

 

3 dari 3 halaman

Diketahui, pemerintah memutuskan untuk menunda pembahasan RUU HIP bersama DPR. Hal ini usai pembahasan memicu kontroversi di masyarakat.

PKS menyoroti larangan komunisme, marxisme dan leninisme yang tak dimasukkan dalam RUU tersebut. Sementara Demokrat, menilai RUU HIP membuat Pancasila menjadi sekadar aturan teknis dan tidak lagi menjadi sumber nilai kebangsaan.

(Sah, Merdeka.com)

Beri Komentar