Begini Cara Pemerintah Cegah Penyebaran Covid-19 di Lingkungan Pesantren

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Sabtu, 17 Oktober 2020 06:00
Begini Cara Pemerintah Cegah Penyebaran Covid-19 di Lingkungan Pesantren
Klaster pesantren pun mulai bermunculan di beberapa kota.

Dream - Pandemi Covid-19 yang melanda Tanah Air, membuat berbagai aktivitas masyarakat terhenti, termasuk kegiatan belajar mengajar di beberapa pondok pesantren.

Klaster pesantren pun mulai bermunculan di beberapa kota seperti Cilacap, Banyuwangi, Bogor dan Tasikmalaya.

Dalam mencegah hal tersebut terjadi lagi, Satgas Penanganan Covid-19 menggelar kampanye perubahan perilaku di lingkungan pondok pesantren.

Sasarannya agar para santri dan pengajar di pondok pesantren tetap bisa beraktivitas dengan melakukan perubahan untuk menjalankan protokol kesehatan Covid-19 dan menerapkan kampanye Aman, Iman dan Imun.

1 dari 5 halaman

Terapkan 3M dengan Ketat

Prof. Wiku Adisasmito Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Satgas Covid-19 mengatakan masyarakat harus waspada karena yang biasa menularkan adalah orang-orang terdekat.

" Seseorang bisa terpapar Covid dari orang di sekitarnya, bahkan keluarga. Menurut data, sekitar 7 persen orang justru terpapar Covid-19 saat berada di rumah. Kita harus menyadari Covid-19 sangat berbahaya, terutama bagi mereka yang memiliki penyakit penyerta atau lansia, serta kelompok rentan," jelasnya dalam konferensi virtual, Jumat, 16 Oktober 2020.

Wiku mengimbau seluruh masyarakat yang berada di dalam pesantren menerapkan protokol kesehatan dengan 3M yakni menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan pakai sabun atau cairan pembersih tangan setelah berkegiatan.

 

 

2 dari 5 halaman

Masyarakat Harus Jadi Agen

Sementara, Dr. Sonny B. Harmadi Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Covid-19 mengatakan, masyarakat harus ditempatkan untuk menjadi duta agen perubahan perilaku dalam memutus rantai Covid-19 dengan 3M Sementara untuk para petugas kesehatan, dengan menerapkan 3T, yaitu Testing (pemeriksaan), Tracing (pelacakan), dan Treatment (pengobatan).

Ia mengatakan, komponen masyarakat yang penting dalam mendorong perubahan perilaku adalah institusi pendidikan, termasuk pesantren melalui edukasi.

" Harapannya bisa menjadi teladan dan pengetahuan bagi masyarakat sekitar," kata Sonny.

3 dari 5 halaman

Imbau Terapkan Sistem One Get System

Menurut Sonny, model pendidikan boarding school relatif lebih aman, karena mudah dilokalisir.

Ia mengimbau para pengelola pesantren agar menghindari aktivitas seperti makan minum bersama, alat makan, dan penggunaan fasilitas pribadi.

“ Upayakan penggunaan fasilitas pribadi seperti perlengkapan ibadah, sendiri-sendiri, cuci rutin. Pastikan semuanya bersih. Makanan dijaga, gizi seimbang, sosialisasi soal protokol kesehatan lewat poster di pintu-pintu,” katanya.

Sonny berpesan pada seluruh pesantren agar bisa menerapkan aturan ketat seperti yang dilakukan oleh pengurus Darunnajah dengan one get system.

" Jangan terlalu sering orang masuk keluar lingkungan pesantren. Jika pulang harus screening dengan baik. Pengajar harus ada di dalam pesantren, jangan keluar, karena berpotensi membawa virus ke dalam pesantren,” tutupnya.

4 dari 5 halaman

Sistem Pengamanan di Pesantren

Dr. KH. Sofwan Manaf, M.Si, pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta mengatakan, pihaknya telah melakukan pengawasan ketat di seluruh lingkungan pesantren dengan menerapkan one get system.

" Ada one get system di pesantren. Semua orang yang sudah sehat, bagaimana caranya tidak bisa keluar masuk lagi," jelasnya dalama acara virtual.

Ia menjelaskan, sekitar 8.000 santri di pesantren Darunnajah dan sebelumnya hanya ditemukan 1 kasus santri yang terjangkit dari keluarganya. Namun, langsung dibawa oleh petugas kesehatan.

" Ada 1 kasus, kena dari keluarga dan langsung dibawa. Seluruh penghuni pesantren langsung dites oleh dinkes. Setelah itu tidak ada yang terjangkit lagi," jelasnya.

 

 

5 dari 5 halaman

Sofwan juga mengatakan, ia menerapkan kedisiplinan ketat di lingkungan pesantren dengan memberlakukan denda bagi yang tak menggunakan masker.

“ Harus ada disiplin, sifatnya pemaksaan, seperti penggunaan masker. Yang tidak taat didenda Rp250 ribu. 50 persen untuk pelapor dan 50 persen untuk lembaga,” tegasnya.

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Beri Komentar