6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Wapres Jusuf Kalla Saat Menghadiri Diaspora Global Summit (merdeka.com)
Dream - Wakil Presiden Jusuf Kalla bertolak ke Turki untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Developing 8 (KTT D-8) ke-9 di Istanbul. Konferensi delapan negara berkembang anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI) tersebut digelar selama dua hari pada Kamis dan Jumat, 19-20 Oktober 2017.
Dalam perjalanan menuju Turki, Wapres terbang sekitar 13 jam menggunakan Pesawat Kepresidenan BBJ 2/A-001. Pesawat JK akan transit selama 2 jam di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab untuk pengisian bahan bakar, lalu kembali terbang menuju Bandara Internasional Ataturk.
Agenda dalam konferensi tersebut cukup padat selama dua hari. Konferensi dimulai dengan penyerahan Keketuaan D-8 dari Perdana Menteri Pakistan kepada Presiden Turki, dilanjutkan pidato selamat datang dari Presiden Turki Recep Tayib Erdogan dan laporan Sekjen D-8.
Agenda selanjutnya yaitu penyampaikan pernyataan masing-masing Kepala Negara/Pemerintahan, Deklarasi Istanbul 2017, dan jamuan makan siang oleh Presiden Turki di Istana Dolmabahce atau Balai Muayede.
" D-8 itu kumpulan negara-negara, jadi istilahnya developing eight yang anggotanya, anggota OKI, negara-negara Islam yang berkembang dan yang besar. Karena itu, Indonesia, Turki, Nigeria, Mesir, Iran, ada delapan itu, untuk membangun kerjasama baik industri dan perdagangan, dan investasi di antara negara-negara tersebut dan juga saling menukar pengalaman," ujar JK, dikutip dari wapresri.go.id, Kamis, 19 Oktober 2017.
JK mengatakan peran Indonesia dalam kelompok D-8 sangat sentral. Bahkan, Indonesia pernah menjabat sebagai sekretaris Jenderal organisasi itu.
" Jangan lupa dulu, sekjennya Dipo Alam di Turki, jadi Indonesia pernah jadi sekjen lama, lima tahun itu, jadi sekretariatnya di Turki," kata JK
Selanjutnya, JK menjelaskan pembentukan D-8 diinisiasi oleh Turki dan mengajak beberapa negara berkembang anggota OKI untuk bersama meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
" Bukan hanya bicara politik, ya kita ingin bicara ekonomi, ilmu pengetahuan. Ketika di Kazakhstan, kita bicara teknologi, dan ini (KTT D-8 ke-9) bicara tentang kerjasama ekonomi," kata JK.
Usai menghadiri KTT, JK berencana berkunjung ke Arab Saudi untuk melaksanakan ibadah umroh sebelum pulang ke Indonesia pada Senin, 23 Oktober 2017.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
