Bom Sri Lanka, Menag: Itu Bentuk Sikap Pengecut

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Senin, 22 April 2019 15:02
Bom Sri Lanka, Menag: Itu Bentuk Sikap Pengecut
Teror ini menewaskan lebih dari 200 orang saat perayaan Paskah.

Dream - Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin mengecam teror bom di gereja dan hotel di Sri Lanka. Secara tegas Lukman menyatakan serangan yang menewaskan 200 orang lebih saat perayaan Paskah itu sebagai tindakan pengecut.

" Itu jelas sikap pengecut dan tidak bertanggung jawab. Apalagi bom meledak di rumah ibadah, saat umat beribadah," ujar Lukman dalam keterangan tertulis yang diterima Dream, Senin 22 April 2019.

Tak hanya itu, Lukman menyatakan teror ini merupakan tragedi kemanusiaan. Aksi yang terjadi di Sri Langka terebut sangat bertentangan dengan nilai-nilai ajaran dari setiap agama.

" Itu tindakan tidak berperikemanusiaan dan sangat bertentangan dengan nilai-nilai agama," ucap dia.

Selanjutnya, Lukman mengajak para tokoh agama mendoakan para korban. Selain itu, Lukman juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan bersama.

" Mari tingkatkan kewaspadaan kita untuk terus menjaga keamanan dan kesucian rumah ibadah kita masing-masing," ucap dia.

Terakhir, Lukman mengimbau kepada pengguna media sosial agar jangan menyebarkan konten terkait peristiwa bom di Sri Lanka. Terutama konten yang disinyalir sebagai berita bohong atau hoax.

" Hindari menebar hoax seputar tragedi Sri Lanka. Penyebaran hoax itulah yang diharapkan pelaku untuk menebar teror dan rasa takut," kata dia. (ism)

Beri Komentar