Imbauan Bupati Selayar: Hindari Maksiat Agar Tak Kena Bencana

Reporter : Maulana Kautsar
Jumat, 10 Januari 2020 14:02
Imbauan Bupati Selayar: Hindari Maksiat Agar Tak Kena Bencana
Bukan imbauan untuk siaga bencana.

Dream - Bupati Selayar, Sulawesi Selatan, M Basli Ali membuat imbauan unik untuk warga masyarakat. Dia meminta masyarakat menghindari perbuatan maksiat yang mengundang musibah, seperti riba, judi, narkoba, prostitusi, dan minuman keras.

Imbauan itu, dilaporkan Liputan6.com, tertuang dalam surat edaran Bupati Kepulauan Selayar Nomor: 300/2/I/2020/Kesra yang ditembuskan ke Ketua DPRD dan Kapolres Selayar, Rabu, 8 Januari 2020.

 Surat Imbauan menjauhi maksiat© Khidr Al-Zahrani

Surat Imbauan menjauhi maksiat

Surat imbauan itu ditujukan untuk para khatib dan penceramah. Dalam imbauan tersebut, Basli munculnya fenomena alam yang terjadi di luar kebiasaan misalnya, musim hujan disertai angin kencang, banjir bandang, dan tanah longsor di beberapa wilayah di Tanah Air.

" Maka Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar menghimbau kepada seluruh panitia Masjid Mubaligh dan Khatib agar mengajak seluruh Jamaah masing-masing baik melalui Majelis Taklim, maupun Khotbah Jumat untuk saling mengingatkan menghindari melakukan perbuatan yang mengundang musibah dan bencana antara lain Riba, Judi, Narkoba, Prostitusi dan Minuman Keras."

" Serta melakukan Istigfar dan Doa Bersama, semoga Allah Subhanahu Wata'ala mengampuni seluruh dosa-dosa kita serta menjauhkan Bangsa Indonesia secara umum dan Kabupaten Kepulauan Selayar secara khusus dari musibah dan bencana" .

1 dari 4 halaman

Siaga Cuaca Buruk

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut prakiraan cuaca buruk masih akan terjadi di beberapa wilayah Indonesia masih akan terjadi hingga akhir pekan ini.

Merespon kondisi ini, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta warga untuk tidak panik.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana BNPB, Agus Wibowo mengatakan, peringatan cuaca buruk ini memberikan edukasi kepada masyarakat agar selalu bersiap siaga.

" Oleh karena itu, weather alert yang beredar di masyarakat dapat digunakan sebagai peringatan dini kepada kita semua. Peringatan dini BMKG tentu ditujukan kepada pemerintah daerah dan juga publik," kata dia.

" Contoh bagi pemerintah daerah, peringatan dini cuaca bertujuan untuk melakukan upaya-upaya pencegahan dan mitigasi sehingga apa yang terjadi pada 1 Januari 2020 tidak terulang kembali. Banyak upaya yang dapat dilakukan, seperti memperbaiki tanggul yang jebol, membersihkan saluran air, atau pun memperbaiki pompa air yang rusak. Masih cukup waktu kepada pemerintah daerah untuk melakukan persiapan sepanjang musim penghujan ini," ucap dia.

Sumber: Liputan6.com/Ahmad Yusran

2 dari 4 halaman

Viral Surat Edaran Bupati Demak Larang Bertamu Maghrib-Isya, Ini Sikap MUI

Dream - Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas, memberikan tanggapan mengenai larangan bertamu saat Maghrib hingga Isya. Diketahui, larangan tersebut diterapkan oleh Bupati Demak, Jawa Tengah.

Anwar menilai larangan tersebut sebenarnya sudah menjadi kebiasaan yang diterapkan para orangtua kepada anak-anaknya sejak dulu. Hanya saja, larangan tersebut belum dibuat resmi dalam peraturan tertulis.

" Pada waktu tersebut anak-anak disuruh mandi, begitu juga anggota keluarga lain. Kemudian bersiap untuk Sholat Maghrib berjemaah di masjid, mushola atau di rumah" ujar Anwar dalam keterangan tertulisnya, Kamis 9 Januari 2020.

Anwar memberikan dukungan terhadap peraturan tersebut. Dia berpendapat kebijakan tersebut menjadi salah satu bagian untuk mengajak masyarakat lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.

" Jadi saya melihat itu adalah bagian dari usaha Bupati untuk mengkondisikan rakyatnya agar ingat kepada Tuhan dan beribadah kepada-Nya," ucap dia.

3 dari 4 halaman

Bagian dari Ijtihad

Anwar juga menilai peraturan tersebut merupakan buah dari ijtihad Bupati Demak. Harapannya, warga tidak hanya mengejar urusan duniawi saja melainkan mampu menyeimbangkan dengan kewajiban beribadah kepada Allah SWT.

" Jadi Ini merupakan usaha dari Sang Bupati untuk membuat rakyatnya tidak hanya sejahtera secara material, tapi juga secara spiritual karena sebagai insan Pancasila," kata dia.

MUI menghormati keputusan Bupati Demak. Anwar menilai peraturan itu bertujuan positif.

" Kalau itu menjadi budaya menurut saya adalah sebuah budaya yang baik dan sangat patut kita tiru dan hormati," ujar dia.

Larangan bertamu jelang Maghrib hingga Isya itu tertuang dalam Surat Edaran Bupati Demak Nomor 450/1 Tahun 2020 dengan tanggal 2 Januari 2020. Aturan tersebut diterbitkan guna mendukung program " Maghrib Matikan TV, Ayo Mengaji" .

4 dari 4 halaman

Atasi Banjir, MUI Imbau Pemerintah Pusat dan 3 Provinsi Duduk Bareng

Dream - Banjir melanda kawasan Jabodetabek membuat masyarakat kelimpungan. Bencana ini membuat Jakarta lumpuh.

Terkait bencana banjir, Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas, meminta Pemerintah Pusat dan daerah duduk bersama mengatasi banjir. Sehingga, masyarakat tidak dirugikan.

" MUI mengimbau kepada pihak yang terkait terutama Pemerintah Jabar, Banten dan DKI Jakarta serta Pemerintah Pusat untuk bisa duduk bersama mencari solusi yang lebih baik," ujar Anwar dalam keterangan tertulisnya, Jumat 3 Januari 2020.

Dengan duduk bersama, MUI berharap ada solusi yang bisa diterapkan. Sehingga, banjir bisa diatasi meski intensitas hujan turun cukup tinggi di masing-masing wilayah.

Selain itu, MUI juga meminta masyarakat untuk tidak menyalahkan siapapun dalam musibah ini. Masyarakat pun diharapkan sadar dalam menjaga lingkungan.

" Masalah ini sangat komplek, membutuhkan pendekatan yang holistik dan kerjasama dari banyak pihak," ucap dia.

Anwar juga menyarankan masyarakat menjadikan musibah ini sebagai sarana instrospeksi diri. Menurutnya, bersabar dan menerima dengan lapang dada menjadi cara yang paling baik menghadapi musibah.

" Mudah-mudahan dengan demikian Allah SWT akan mengganti semua kerugian dengan yang lebih baik lagi," kata dia.

Beri Komentar
Video Kondisi Terkini WNI dari Wuhan di Natuna