Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Dream - Teror bom Sarinah yang terjadi pada Kamis, 14 Januari 2016 lalu menyisakan kesedihan bagi seluruh masyarakat. Tidak terkecuali pada keluarga korban.
Rais Karna, 37 tahun, tewas tertembak pelaku teroris saat insiden bom terjadi di kawasan pusat perbelanjaan Sarinah. Dia meninggalkan istri, Laili Herlina dan dua anak yang masih kecil, Siti Ataya Ramadhani, 5 tahun, dan Keyanu Aprilia, 2 tahun.
Laili dan kedua anaknya begitu terpukul mendengar Rais menjadi korban dalam serangan tersebut. Saat mereka masih dirundung duka, pemilik kontrakan mengusir ketiganya.
Pemilik kontrakan mengusir Laili dan kedua anaknya dengan alasan ketiganya dituduh terlibat jaringan teroris. Alhasil, Laili harus menanggung beban begitu berat.
Mendengar kabar menyedihkan tersebut, Lembaga Amil Zakat (LAZ) Dompet Dhuafa segera membuat gerakan pengumpulan dana, bekerjasama dengan laman kitabisa.com. Situs ini dibuka beberapa hari setelah insiden bom terjadi dan menargetkan terkumpulnya dana donasi sebesar Rp100 juta.
Nyatanya, dalam tiga hari beroperasi, dana terkumpul dari para netizen ternyata telah melampaui target. Total donasi yang berhasil terkumpul mencapai Rp 147.227.994 dari 716 donatur.
" Alhamdulillah, target sudah tercapai. Namun kami sadari nilai dari nyawa Amarhum Rais Karna bagi keluarga tak bisa dirupiahkan, berapapun besarnya. Lebih banyak donasi terkumpul, tentu akan lebih meringankan beban istri dan anak almarhum," ujar Head of Fundraising Dompet Dhuafa, Boy Mareta dalam keterangan tertulis diterima Dream, Selasa, 26 Januari 2016.
Dana tersebut akan dikelola dan disalurkan Dompet Dhuafa kepada keluarga Rais dalam bentuk santunan, beasiswa, membeli rumah layak huni, biaya sewa kontrakan serta modal usaha.
Program pengumpulan donasi untuk keluarga Rais saat ini masih dibuka. Program tersebut secara resmi akan ditutup pada 1 Februari 2016.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan