Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Nursela, Gadis Lumpuh Yang Terpaksa Ditinggal Di Rumah Sendirian (kilasjambi.com)
Dream - Nursela, 12 tahun, bocah asal Desa Kota Karang, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muaro Jambi, Jambi ini terpaksa harus tinggal di rumah sendirian. Padahal, bocah gadis ini menderita lumpuh sejak usia tujuh bulan.
Ibunya, Ade Ratna Sari, 38 tahun, terpaksa meninggalkan Nursela di rumah dengan alasan keterbatasan ekonomi. Ade harus berangkat pagi untuk bekerja dan baru bisa pulang pada malam hari.
Ratna mengatakan awalnya Nursela lahir dalam kondisi normal. Kelainan mulai terjadi saat Nursela menjalani imunisasi di usia tujuh bulan.
" Waktu lahir normal. Setelah disuntik imunisasi di usia tujuh bulan, Nursela sering kejang-kejang. Selain kejang, Sela juga sering demam panas tinggi," kata Ratna.
Ratna pun telah berusaha keras menyembuhkan Nursela. Kala itu, kondisi Nursela sempat membaik, namun tidak bertahan lama.
Tubuhnya kembali demam tinggi dan kondisinya semakin memburuk. Hal itu berpengaruh pada pertumbuhan Nursela, yaitu kaki dan tangannya mengecil.
Ratna juga sempat membawa putrinya ke pelbagai rumah sakit. Dia kerap keluar masuk rumah sakit baik milik pemerintah maupun swasta, namun hasilnya nihil.
" Sudah sering saya bawa berobat ke rumah sakit. Semua upaya sudah saya lakukan untuk mengobati Sela. Tapi tak kunjung sembuh. Lagipula kalau berobat inap, terus terang saya tidak punya uang untuk bayar rumah sakitnya," ucap Ratna.
Setiap hari, Ratna bekerja sebagai tukang cuci dan berangkat sejak pukul 06.00 WIB. Hasil yang dia dapat hanya cukup untuk makan dan membiayai anak keduanya, Mesia, yang duduk di kelas 1 SD.
Kisah Nursela selengkapnya ada pada tautan ini.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya