Dangdutan Nelayan Indonesia Ganggu Penerbangan Internasional

Reporter : Maulana Kautsar
Sabtu, 5 Oktober 2019 09:03
Dangdutan Nelayan Indonesia Ganggu Penerbangan Internasional
Kominfo membuka perizinan frekuensi bagi warga pesisir.

Dream - Frekuensi radio dari komunitas dan nelayan di lautan bocor ke dalam radio kontrol pesawat. Akibat kondisi ini, para pilot internasional mengelukan kebocoran ke Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo).

Direktur Jenderal Sumber Daya Dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Kemkomimnfo, Ismail, mengatakan, nelayan banyak menggunakan handy talky, musik dangdut dan daerah lain.

" Nelayan banyak menggunakan perangkat tidak sesuai spesifikasi yang mengganggu sistem navigasi pesawat. Sampai di pilot terdengar suara radio dangdut. Kita dikomplain oleh penerbangan internasional," kata Ismail, diakses dari Liputan6.com, Jumat, 4 Oktober 2019.

Ismail mengatakan, dari penelusuran di lapangan, kebocoran terjadi karena frekuensi radio lokal yang dipancarkan oleh nelayan dan rumah-rumah pribadi menggunakan alat pemancar yang tak memenuhi syarat. Meski begitu, dia belum punya data mengenai berapa banyak saluran radio ilegal yang digunakan nelayan.

Saat ini, Kominfo terus menyosialisasikan ke masyarakat pesisir pantai untuk tidak menggunakan penguat sinyal (repeater) dan jammer, yang bebas diperdagangkan.

1 dari 5 halaman

Frekuensinya Radio

" Mereka ini bukannya tidak ingin patuh tetapi karena ketidaktahuan prosedur, makanya kita dorong nelayan menggunakan perangkat yang tepat dan tidak melanggar aturan," kata Ismail.

Ismail menyebut, Kemkomimnfo sudah membuka layanan perizinan frekuensi radio di delapan provinsi khususnya di daerah pesisir yang mayoritas sebagai nelayan, di antaranya di Jabar, DKI Jakarta, Jateng, Makasar, Jatim, dan daerah-daerah lainnya yang menjadi konsentrasi nelayan.

" Mereka ini butuh alat komunikasi yang menggunakan frekuensi radio makanya kita siapkan layanan perizinan di pinggir pantai agar radio nelayan itu tersertifikasi, terstandarisasi dan penggunaan ijin frekuesinya jelas," kata dia.

Layanan perizinan frekuensi radio dilakukan dengan sistim jemput bola ke setiap titik lokasi yang menjadi pusat penyebaran para nelayan.

" Modelnya kaya SIM keliling, kita hadir di tengah masyarakat. Seluruh proses perizinan sudah online mulai masukan berkas sampai tandatangan digital," ujar dia.

Sumber: Liputan6.com/Achmad Sudarno

2 dari 5 halaman

Awas Hoaks! Ini Bukan Kecelakaan Pesawat, Tapi Simulasi

Dream - " Kecelakaan pesawat di Sumatera Utara (Kualanamu). Gagal landing."

Pesan mengejutkan itu beredar di grup WhatsApp. Pesan itu dibubuhi video pesawat yang sedang disiram menggunakan mobil pemadam kebakaran.

Tapi, pembaca tak perlu risau. Pesan yang beredar itu merupakan kabar hoaks.

Diunggah akun Youtube OneTrip, peristiwa latihan itu terjadi pada Kamis, 26 September 2019. Skenarionya, pesawat Costlead Air tergelincir dan terbakar saat mendarat di Bandara Internasional Kualanamu. Sebanyak 107 penumpang dan dua orang dinyatakan meninggal.

Selain itu, skenario juga menyebut mengneai masalah pada roda pendaratan yang keluar tidak sempurna saat menyentuh landasan pacu.

Penanggulangan keadaan darurat pihak bandara itu berjalan selama kurang dari 30 menit.

Simulasi ini melibatkan personil keamanan bandara, TNI, Polri, petugas pemadam kebakaran, petugas kesehatan dari Kabupaten Deliserdang.

3 dari 5 halaman

Ini Video Simulasinya

4 dari 5 halaman

Bukan Simulasi "Aksi Heroik Polwan Bekuk 4 Begal Motor"

Dream - Aksi heroik ditunjukkan oleh empat Polisi Wanita (Polwan) di Bandung, Jawa Barat. Keempat Polwan ini berhasil meringkus empat begal. Mereka sempat kejar-kejaran dengan menggunakan motor dan juga berduel dengan para perampok yang bersenjata pisau.

Aksi itu terjadi pada Minggu dinihari, 19 Juli 2015. Bermula saat ada laporan via telepon dari korban perampasan motor. Menerima laporan itu, anggota Polwan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Bandung yang piket malam langsung bereaksi.

" Kami lewat di Jalan Naripan. Ternyata ada empat motor yang ciri-cirinya sama dengan informasi korban. Gelagat pelaku sudah ketahuan karena memilih kabur saat melihat kami mendekat," kata Kanit PPA Polrestabes Bandung AKP Euis Yuningsih yang turut mengejar rampok, sebagaimana dikutip Dream dari akun Facebook Divisi Humas Polri, Jumat 24 Juli 2015.

Euis bersama Iptu Megawati langsung tancap gas mengejar para perampok. Keempat begal itu melarikan diri ke arah Jalan Pasirkaliki. Layaknya film laga, dua polwan ini menaiki satu sepeda motor mengejar empat garong yang berboncengan menunggang dua motor.

Tepat di Mal Istana Plaza, Jalan Pasirkaliki, Mega yang membonceng Euis menyalip dan menendang satu motor yang ditunggangi dua perampok. " Motor pelaku oleng dan jatuh," tutur Euis.

 

5 dari 5 halaman

Bela Diri Judo

Melihat rekannya tersungkur, dua rampok lainnya berhenti. Saat itu pula petugas piket bantuan datang memakai mobil. Di dalam mobil ini Brigadir Onih dan Aipda Dadah serta polisi lelaki, mereka turut turun. Duel antara anggota Polwan dan penjahat pun tak terhindarkan. Bahkan satu perampok menyerang dan menodongkan senjata tajam kepada seorang Polwan.

Polwan yang masa pendidikan dibekali ilmu bela diri judo ini meladeni para perampok itu. Pada akhirnya keempat kawanan penjahat itu, yang masing-masing berinisial HR, AE, DK, dan IM, dilumpuhkan. Mereka digeladang ke Mapolrestabes Bandung.

" Saya ucapkan terima kasih dengan keberanian anggota polwan yang menangkap empat pelaku kejahatan," ujar Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Mashudi.

Saat diinterogasi, keempat rampok tersebut mengaku mencuri di salah satu rumah makan di Jalan Martadinata. Dari tangan mereka polisi menyita barang bukti berupa satu pisau, satu linggis kecil, satu brankas, tiga telepon genggam, dan dua sepeda motor.

" Tiga dari empat pelaku pencurian yang dibekuk polisi wanita (Polwan) di Bandung ini juga ternyata residivis," tambah Mashudi. Kini aksi mereka terhenti berkat tendangan dan pukulan AKP Euis Yuningsih, Iptu Megawati, Brigadir Onih, dan Aipda Dadah.

Beri Komentar
4 Januari, Hari Bahagia dan Paling Sedih Rizky Febian