Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
KH Said Aqil Siradj Saat Pembacaan Deklarasi Nahdlatul Ulama Pada Penutupan ISOMIL (Dream.co.id/istimewa)
Dream - International Summit of Moderate Islamic Leaders (ISOMIL) yang digelar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mendorong lahirnya jejaring ulama dunia.
Setelah dua hari melewati berbagai forum diskusi, para ulama dan cendekiawan dari 33 negara peserta sepakat membentuk jejaring tersebut, yang ditandai dengan pembacaan Deklarasi Nahdlatul Ulama.
Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siradj, mengatakan, penamaan Deklarasi Nahdlatul Ulama sebagai bentuk tawaran PBNU kepada dunia Islam. PBNU menawarkan pendekatan baru dalam memahami Islam yang begitu damai dan toleran.
" Kalau dinamai Deklarasi Jakarta (konferensi) OKI (Organisasi Kerja Sama Islam) sudah begitu. Masak kita sama," kata Said berseloroh kepada Dream, di Jakarta Convention Center (JCC), Selasa, 10 Mei 2016.
Menurut dia, tawaran Deklarasi Nahdlatul Ulama untuk menjawab masalah mendasar atas terjadinya konflik di Timur Tengah. Masalah mendasar itu ialah belum munculnya titik temu pemahaman Islam dan konsep nasionalisme di negara-negara Timur Tengah.
Konsep tersebut kemudian diinisiasi oleh PBNU. Dalam Deklarasi Nahdlatul Ulama, ajaran Islam tidak bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan.
" Dalam cara pandang Islam Nusantara, tidak ada pertentangan antara agama dan kebangsaan. 'Hubbul watan minal iman, cinta tanah air adalah bagian dari iman.' Barangsiapa tidak memiliki kebangsaan, tidak akan memiliki tanah air. Barangsiapa tidak memiliki tanah air, tidak akan punya sejarah," ucap dia.
Selain pemikiran baru dalam beragama dan berkebangsaan, Deklarasi Nahdlatul Ulama juga menawarkan gagasan menghargai kearifan lokal budaya setempat. Gagasan ini, lazim disebut Islam Nusantara, diharapkan mampu membawa semangat perdamaian di negara-negara Islam.
" Nahdlatul Ulama menawarkan wawasan dan pengalaman Islam Nusantara kepada dunia sebagai paradigma Islam yang layak diteladani, bahwa agama menyumbang kepada peradaban dengan menghargai budaya yang telah ada serta mengedepankan harmoni dan perdamaian," kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya