Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Suara-Suara di DPR Soal Ijazah Gibran
Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Anak Buya Arrazy Meninggal Tertembak Peluru Pistol (Foto Ilustrasi: Shutterstock)
Dream - Kecelakaan yang merenggut nyawa dialami keluarga KH Arrazy Hasyim atau dikenal sebagai Buya Arrazy. Putra kedua dari pengasuh lembaga tasawuf di Ciputat meninggal dunia usai terkena peluru yang meletus dari senjata api (Senpi), pada Rabu 22 Juni 2022.
Peristiwa itu terjadi di Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur sekitar pukul 13.30 WIB. Balita berusia tiga tahun itu meninggal dengan luka tembak di bagian dagu.
" Luka di dagu dan dimakamkan di Tuban," kata Kapolres Tuban, AKBP Darman, di rumah duka Kecamatan Palang, dikutip dari Merdeka.com, Kamis 23 Juni 2022.
Darman menjelaskan, peristiwa tersebut bermula ketika Buya Arrazy dan keluarganya sedang berada di rumah mertua, di Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban. Ketika di lokasi, pendiri Ribath Nouraniyah Hasyimiyah itu sedang dikawal sejumlah anggota Patwal dan Polri.
Ketika hendak menunaikan sholat zuhur, anggota Patwal Buya Arrazy berinisial M meletakkan senjatanya di tempat yang dianggap aman.
" Saudara M sedang sholat. Dia menaruh senjatanya di tempat yang aman," ujarnya.
Saat M tengah menunaikan sholat, keberadaan Senpi itu diketahui dan dimainkan oleh kakak dari Hushaim. Tak berselang lama terdengar letuasan senjata api yang pelurunya ternyata mengenai dagu sang adik. Balita berusia 3 tahun itu akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Darman memastikan peristiwa meninggalnya anak Buya Arrazy karena peluru yang meletus dari polisi murni kecelakaan. " Tidak ada unsur kesengajaan. Kecelakaan itu terindikasi adanya letusan senjata,” jelasnya.
Kasat Reskrim Polres Tuban, AKP M Gananta menambahkan, Senpi tersebut disimpan pemilik di dalam tas. Namun, entah bagaimana senjata yang seharusnya tak digunakan seorang anak kecil bisa diambil oleh kakak korban.
" Senpi itu sudah ditaruh dalam tasnya. Untuk bagaimana-bagaimananya, dari Buya enggan berkomentar karena dari Buya mengatakan ini musibah dan sudah memaafkan dan murni kesalahan anak kecil. Untuk kronologi dan lain-lain Buya tidak mau mengungkapkan," jelasnya.
Meski harus kehilangan anak keduanya, Buya Arrazy tidak akan menuntut pihak manapun dan menerima kejadian itu murni sebagai musibah.
" Keluarga Buya sudah membuat pernyataan tidak menuntut dan menerima kejadian itu karena murni musibah," tegasnya.
Advertisement
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane

Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama


3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi

Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026

Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas


Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane