Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Suara-Suara di DPR Soal Ijazah Gibran
Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi
Detik-detik Kades Di Jember Meninggal Dunia Saat Nyanyi Bareng Biduan Di Atas Panggung (Instagram @lambeturah)
Dream - Seorang kepala desa (kades) di Jember, Jawa Timur meninggal dunia, saat sedang bernyanyi dengan seorang biduan dangdut di atas panggung. Detik-detik ambruknya sang kades terekam di kamera warga dan viral di media sosial.
Mulyono, Kepala Desa Ambulu, Kecamatan Ambulu itu sedang menghadiri acara pentas dangdut yang digelar oleh warganya pada Minggu, 21 Mei 2023 malam.
" Setelah ambruk langsung dibawa ke rumah sakit malam itu juga. Tapi tadi saya dengar pak kades meninggal dunia," kata Kapolsek Ambulu, AKP Suhartanto dilansir dari merdeka.com, Selasa 23 Mei 2023.
Dia menjelaskan, aktivias Mulyono pada hari itu cukup padat. Pada Minggu pagi, korban mulai beraktivitas bersama Suhartanto.
" Pak Kades pada pagi hari masih ikut kegiatan bersama jajaran Muspika Kecamatan Ambulu. Lalu pada siang harinya, berkunjung ke kerabatnya yang ada di Banyuwangi," ujarnya.
Lalu pada malam harinya, Mulyono mendatangi pentas dangdut yang diadakan warga di dusunnya.
Pentas dangdut itu untuk menghormati seorang warga Desa Ambulu yang lolos audisi dangdut di salah satu stasiun televisi.
Warga Desa Ambulu cukup antusias mengetahui salah satu biduan di desa tersebut lolos audisi ajang pencarian musik dangdut yang diadakan salah satu stasiun televisi swasta.
Menurutnya, kades Mulyono selama seharian itu beraktivitas cukup padat. Korban diperkirakan berusia sekitar 50 tahun an. Pada Minggu pagi harinya, korban mulai beraktivitas bersama Suhartanto.
" Pak Kades pada pagi hari masih ikut kegiatan bersama jajaran Muspika Kecamatan Ambulu. Lalu pada siang harinya, berkunjung ke kerabatnya yang ada di Banyuwangi," ujarnya.
Lalu pada malam harinya, Mulyono mendatangi pentas dangdut yang diadakan warga di dusunnya. Pentas dangdut itu untuk menghormati seorang warga Desa Ambulu yang sempat lolos audisi dangdut di salah satu stasiun televisi Jakarta.
Warga Desa Ambulu cukup antusias mengetahui salah satu biduan di desa tersebut lolos audisi ajang pencarian musik dangdut yang diadakan salah satu stasiun televisi swasta nasional di Jakarta.
Sebagai bentuk penghormatan, sang kades ikut bernyanyi dan berduet bersama pedangdut.
" Termasuk juga pak Kades ikut menyambut. Tujuannya agar penyanyi itu berbesar hati meski tereliminasi dari babak selanjutnya," ujar Suhartanto.
Namun naas, baru beberapa menit, sang kades ambruk. " Sepertinya kecapekan karena aktivitas yang padat," tutur Suhartanto.
View this post on Instagram
Advertisement
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane

Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama

IHSG Dibuka Menguat, Investor Pantau Laporan Cadev RI


Kenapa Pekerjaan Baru di Usia 30-an Bisa Membuat Kita Merasa Bodoh Lagi?

Setir Mobil Tiba-Tiba Berat Diputar? Ini 4 Penyebab dan Cara Mengeceknya


Pepaya vs Mangga, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah dan Pencernaan?

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane


Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series