Diteror Tagihan Pinjol, Wanita di Wonogiri Bunuh Diri

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 5 Oktober 2021 16:00
Diteror Tagihan Pinjol, Wanita di Wonogiri Bunuh Diri
Korban meninggalkan surat berisi catatan utang, sebagian besar ke jasa penyedia pinjol.

Dream - Wanita asal Wonogiri, WPS, 38 tahun, tewas tergantung di teras rumahnya. Diduga, dia nekat mengakhiri hidupnya karena terjerat utang di aplikasi pinjaman online.

Dugaan ini muncul karena ditemukan sepucuk surat yang kemungkinan ditulis oleh WPS. Selain itu, juga ada buku kecil berisi catatan pinjaman ke sejumlah pihak.

Humas Polres Wonogiri, Ajun Inspektur Dua Iwan Sumarsono, mengatakan, WPS ditemukan mertuanya pada Sabtu pagi. Posisinya saat itu tergantung di teras.

" Korban juga meninggalkan wasiat bahwa dirinya memiliki utang pinjol," ujar Iwan, dikutip dari Liputan6.com.

Iwan mengatakan, dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada jasad korban. Sementara suami korban menceritakan WPS terjerat pinjol.

" Akhir-akhir ini sering diteror dan membuat WPS frustasi," kata dia.

1 dari 4 halaman

Tinggalkan Surat Wasiat

Dalam suratnya, korban meminta maaf kepada suaminya lantaran punya banyak pinjaman. Diduga, korban nekat bunuh diri karena tidak sanggup melunasi utang tersebut.

Pada surat tersebut pula, korban memberitahu sang suami mengenai catatan utang. Daftar utang tersebut ditulis dalam buku kecil dengan sampul hitam.

Sementara dalam foto yang beredar, korban menulis sejumlah pihak yang menjadi sumber pinjakan. Sebagian besar adalah penyedia jasa pinjaman online, ada juga pinjaman ke orang pribadi.

Jumlah pinjaman tersebut bervariasi, dari ratusan ribu hingga jutaan. Korban juga meninggalkan PIN ATM dengan saldo hanya ratusan ribu.

2 dari 4 halaman

Polri: Ada 3.000 Lebih Pinjol Ilegal, Modus Teror Sebar Foto Vulgar

Dream - Bareskrim Polri mulai bergerak menindak pelaku jasa pinjaman online ilegal. Para pelaku kerap melakukan teror kepada nasabah dalam menagih pinjaman, bahkan sampai menyebar foto vulgar.

Wakil Direktur Tindak Pidana Khusus Polri, Kombes Whisnu Hermawan Februanto, mengatakan, terdapat sekitar 1.700 jasa pinjol yang resmi dan terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Tetapi, jumlah pinjol ilegal jauh lebih banyak dan sudah meresahkan masyarakat.

" Masih ada 3.000 lebih dan masih ilegal atau tidak terdaftar di OJK. Ini hal-hal yang jadi perhatian Polri untuk mengungkap perkara-perkara yang meresahkan masyarakat," ujar Whisnu.

Menurut Whisnu, ada sejumlah korban mengalami teror berat. Padahal, nilai pinjamannya tidak terlalu besar dan hanya berkisar ratusan ribu rupiah.

" Beberapa korban yang meminjam uang beberapa ribu saja kemudian diteror dengan foto-foto vulgar, info ke teman-teman, keluarga, bahkan ada yang stres akibat pinjaman yang tidak benar ini," kata dia.

3 dari 4 halaman

Tangkap 5 Pelaku Pinjol Ilegal

Baru-baru ini, tambah Whisnu, Polri menangkap beberapa pelaku yang menjalankan bisnis pinjol dengan nama RP Cepat berlokasi di Jakarta Barat. Ada lima tersangka yang ditangkap yaitu EDP, BT, ACJ, SS, dan MRK.

Selain itu, pihaknya mengantongi dua identitas warga negara asing yang terlibat bisnis tersebut. Keduanya berinisial XW dan GK namun masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

" Kami sampaikan kepada masyarakat bahwa aplikasi RP Cepat tidak ada izinnya, secara legalitas perusahaan ini tidak ada izin," kata Whisnu.

Pihaknya telah memastikan status tersebut setelah berkoordinasi dengan OJK. Penyelidikan langsung digelar begitu didapati RP Cepat tidak mengantongi izin.

4 dari 4 halaman

Suku Bunga Gila

Whisnu kemudian menjelaskan kasus ini terkuak berawal dari laporan salah seorang nasabah RP Cepat yang merasa dirugikan. Nasabah tersebut mengaku meminjam uang di RP Cepat sebesar Rp1,7 juta.

Pengajuan pinjaman tersebut hanya disetujui sebesar Rp500 ribu. Tetapi, uang yang diterima nasabah hanya sebesar Rp295 ribu.

Sementara, jasa pinjol tersebut memberikan batas waktu pengembalian antara 91-100 hari. Baru 10 hari meminjam, nasabah sudah ditagih dengan bunga mencapai 41 persen.

" Pinjol ini sangat meresahkan masyarakat meski korban kerugiannya kecil, namun jumlahnya sangat banyak," kata Wishnu.

Dia mengatakan saat ini baru RP Cepat yang terungkap. Masih banyak masyarakat yang melapor lantaran dirugikan pinjol.

" Sampai hari ini anggota kami masih proses penyelidikan di berbagai daerah, bahkan Kabareskrim mengirim telegram ke seluruh jajaran Polri untuk mengungkap perkara pinjol ilegal," kata dia, dikutip dari Liputan6.com.

Beri Komentar