Dikira Obat Tetes, Bocah di Sulsel Tetesi Lem ke Mata

Reporter : Maulana Kautsar
Rabu, 9 Oktober 2019 07:01
Dikira Obat Tetes, Bocah di Sulsel Tetesi Lem ke Mata
Kondisi matanya...

Dream - Kewaspadaan orang tua terhadap anaknya perlu diperhatikan. Kasus di Desa Tenete, Kecamatan Tompobulu, Gowa, Sulawesi Selatan ini dapat menjadi contoh kewaspadaan tersebut.

Seorang bocah bernama M Algazali harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lanto Daeng Pasewang Kabupaten Jeneponto usai meneteskan lem Korea ke matanya. 

Dia mengira, lem Korea milik neneknya sebagai obat tetes mata. Akibat lem yang menetes di mata sebelah kiri, Algazali meringis kesakitan.

Inayah, ibu Algazali, mengatakan, kejadian ini bermula ketika bocah itu ditinggal pergi. Inayah waktu itu pergi menjenguk kerabatnya yang menjadi korban kebakaran.

" Anak saya titipkan di neneknya. Tiba-tiba saya ditelepon sama keluarga, kalau Algazali meneteskan lem di matanya,” kata Inayah diakses dari Tekape, Selasa, 8 Oktober 2019.

Algazali sempat dilarikan ke Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kecamatan Tompobulu, Gowa. Namun akhirnya dirujuk ke RSUD Jeneponto.

Kondisi mata Algazali secara perlahan mulai normal. Meskipun belum sempurna.

“ Matanya sudah mulai melihat, tapi sedikit demi sedikit, tapi masih terus menangis,” ujar dia.

1 dari 4 halaman

Pasien Shock Tebus Obat Tetes Mata Rp73 Triliun, Tahunya....

Dream – Seorang pelanggan dari Wales Utara, Inggris, terkejut bukan main. Harga obat tetes mata yang dibelinya, setelah di-scanning dengan barcode, mencapai 4 miliar poundsterling atau sekitar Rp73,6 triliun.

Dikutip dari Khaleej Times, Selasa 21 Mei 2019, insiden ini terjadi di toko optik Specsavers di Wrexham, Wales Utara. Seorang pria bernama Martyn Chidlow, ingin membayar obat resep dan sebotol obat tetes mata setelah menjalani tes mata.

Pria berusia 55 tahun ini kaget bukan kepalang ketika melihat layar kasir yang menunjukkan harga sebotol obat tetes mata senilai 4.031.626.711,51 poundsterling.

Wah, mahal banget, ya? Tapi, ini faktanya.

2 dari 4 halaman

Salah Pindai

Ternyata, petugas kasir salah membaca barcode. Yang dipindai justru barcode nomor ID pelanggan, bukan produk.

Kontan saja Chidlow bisa bernapas lega.

“ Saya merasa kasihan kepada wanita itu di kasir ketika mencoba untuk mengatasinya,” kata pria berusia 55 tahun itu.

Chidlow mengatakan petugas kasir benar-benar baik dan menyelesaikan masalah dengan cepat. “ Itu bukan kesalahan manusia. Itu hanya komputerisasi,” kata dia.

Pria ini juga mengatakan petugas kasir kebingungan setelah melihat harganya di layar. Pelanggan toko ini juga tak percaya dengan harga yang tertera di layar kasir.

Juru bicara jaringan toko optik ini angkat bicara tentang kasus itu. Dikatakan bahwa pemindai di toko sangat sensitif. Juru bicara mengakui pemindai itu juga turut membaca nomor ID pelanggan.(Sah)

3 dari 4 halaman

Berkat `Tetes Mata Ajaib`, Bisa Melihat dalam Gelap

Dream - Di masa depan, night vision atau penglihatan malam tidak perlu menggunakan alat. Cukup dengan melakukan injeksi pada mata, seseorang bisa memiliki kemampuan melihat dalam gelap secara sempurna.

Adalah tim ilmuwan Amerika Serikat yang tergabung dalam Science for The Masses yang telah menemukan larutan kimia yang disebut Chlorin e6 atau disingkat Ce6.

Untuk percobaannya, tim peneliti menggunakan mata salah satu anggotanya Gabriel Licina yang ditetesi larutan Ce6 di bagian kantung konjungtiva yang kemudian mengalirkannya ke retina.

" Larutan itu awalnya membuat mata Licina berubah warna menjadi hitam. Namun setelah terserap dalam beberapa detik, mata Licina kembali normal," demikian pernyataan tim peneliti dikutip Dream.co.id dari laman Daily Mail, Selasa 31 Maret 2015.

Namun untuk menghindari potensi terpapar cahaya yang berlebihan, Licina mengenakan lensa kontak warna hitam.

Dalam satu jam, penglihatan Licina semakin membaik jika ia melihat ke ruangan gelap.

 

4 dari 4 halaman

Meningkatkan Kemampuan dalam Gelap

Untuk menguji kemampuan night vision Licina, tim mengajak tiga relawan lain yang belum ditetesi Ce6 untuk mengenali obyek dalam gelap.

Hasilnya? Licina mampu mengenali obyek bergerak maupun diam dengan sangat baik dalam jarak lebih dari 50 meter dibandingkan dengan tiga relawan lainnya.

" Subyek yang diberi Ce6 mampu 100 persen mengenali benda dengan sangat baik secara konsisten. Sementara tiga relawan hanya 33 persen."

Ce6 adalah zat yang memiliki kemampuan memperkuat cahaya yang ditemukan dalam tubuh ikan laut dalam. Dengan menggabungkan insulin dan garam, tim ini akhirnya mampu menciptakan larutan night vision yang bisa langsung diinjeksikan pada mata manusia.

Meski ide night vision tetes mata ini tampak menarik, namun belum menjadi solusi yang terbukti atau disetujui secara medis.

" Kami sangat tidak menyarankan percobaan ini dilakukan oleh siapa pun karena memiliki potensi sangat merusak," tulis peneliti. (Ism) 

Beri Komentar
Video Polisi Tes Kandungan Sabu Cair dalam Mainan Anak-anak