Dokter Residen Anak Universitas Airlangga Meninggal karena Covid-19

Reporter : Mutia Nugraheni
Senin, 6 Juli 2020 15:52
Dokter Residen Anak Universitas Airlangga Meninggal karena Covid-19
Dokter kelahiran 1987 tersebut termasuk anggota IDI Surabaya.

Dream - Jawa Timur termasuk provinsi yang angka kasus Covid-19 sangat tinggi. Sebuah kabar duka kembali datang dari provinsi ini.

Seorang dokter residen spesialis anak dari Universitas Airlangga, tertular corona dan meninggal dunia. Dokter tersebut bernama Putri Wulan Sukmawati yang meninggal dunia pada Senin, 6 Juli 2020.

Kabar tersebut diunggah dalam akun instagram @idisurabaya. Ketua IDI Surabaya dr Brahmana Askandar membenarkan mengenai meninggalnya dokter Putri yang sedang menempuh program pendidikan dokter spesialis (PPDS) anak.

Dokter kelahiran 1987 tersebut termasuk anggota IDI Surabaya. Dokter Putri dirawat sejak 16 Juni di RSUD Dr Soetomo dan meninggal karena COVID-19.

" Iya, COVID-19. Beliau ada komorbid,” kata dia saat dihubungi Liputan6.com.

 

1 dari 5 halaman

Penyakit Penyerta

Dokter Putri merupakan dokter keenam tutup usia karena Corona COVID-19 dan memiliki komorbid atau penyakit penyerta. Ia juga tidak bertugas di ruang isolasi COVID-19. 

“ Semua yang enam ada komorbid,” ujar dia.

Dokter Putri Wulan Sukmawati menambah daftar panjang dokter di Surabaya yang meninggal karena COVID-19. Sebelumnya dr Berkatnu Indrawan Janguk, dr Boedhi Harsono, dr Miftah Fawzy Sarengat (PPDS FK Unair), dr I S Tjahyadi dan dr Arief Basuki telah lebih dulu gugur karena COVID-19

 

2 dari 5 halaman

IDI Jatim: 88 Dokter Terinfeksi COVID-19, 13 Orang Tutup Usia

Sebelumnya, sebanyak 24 tenaga kesehatan terdiri dari dokter dan perawat yang meninggal dunia karena Corona COVID-19 di Jawa Timur. Seorang dokter anestesi yang sehari-hari bertugas di Rumah Sakit Haji Surabaya tutup usia karena COVID-19 pada 30 Juni 2020. Selain itu seorang perawat Rumah Sakit Islam (RSI) di Jalan Ahmad Yani, Surabaya juga tutup usia setelah terpapar COVID-19.

 Dokter© Shutterstock

Ketua IDI Jatim, dr Sutrisno SpOG menuturkan, jumlah dokter terkonfirmasi positif COVID-19 mencapai 88 orang, dan dari jumlah tersebut, ada 13 dokter meninggal dunia karena COVID-19.

 

3 dari 5 halaman

Beban Kerja

Sutrisno menuturkan, beban kerja turut mempengaruhi tetapi saat ini sudah dikurangi. Selain itu, penyebab meninggalnya tenaga kesehatan karena Corona COVID-19 juga ada penyakit penyerta.

" Ada yang sakit jantung, diabetes, obesitas dan ada yang tidak ada komorbidnya,” kata dia saat dihubungi Liputan6.com, Kamis, 2 Juli 2020.

Sutrisno pun menganjurkan agar seluruh rumah sakit harus menyesuaikan dalam membentuk membagi pelayanan COVID-19 dan nonCOVID-19. Selain itu, untuk menekan penyebaran COVID-19, ia mengimbau untuk menggelar tes masif, isolasi yang positif, rawat segera pasien yang sakit dan tracing intensif setelah ditemukan kasus konfirmasi positif.

" Jurusnya 3T, dan edukasi terus menerus oleh media, tenaga kesehatan, pejabat dan tokoh masyarakat,” ujar dia.

Sumber: Liputan6.com

 

4 dari 5 halaman

Dokter Bedah Senior RSUD Sidoarjo Meninggal karena Covid-19

Dream - Korban jiwa dari kalangan medis karena virus Covid-19 terus berjatuhan. Kali ini kabar duka datang dari RSUD Sidoarjo, Jawa Timur. Salah seorang dokter bedah senior di rumah sakit ini, bernama Soekarno Kasmuri (73) meninggal dunia akibat terpapar Corona Covid-19.

 Dokter Bedah Senior RSUD Sidoarjo Meninggal karena Covid-19© MEN

Dokter Soekarno dilaporkan meninggal dunia pada Minggu 28 Juni 2020, pukul 06.30 WIB di Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA). " Iya ada (dokter RSUD Sidoarjo meninggal dunia) terkait Corona Covid-19, dirawat 15 hari," ujar Juru bicara Tim Satuan Tugas Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA) Surabaya, Alfian Nur Rasyid, Minggu, 28 Juni 2020, dikutip dari Liputan6.com

Alfian menjelaskan saat masuk ke RS, pasien langsung ke IGD dengan keluhan mengalami gejala seperti Covid-19. Kondisinya pun berat ditambah lagi usianya yang sudah lanjut. Setelah dites hasilnya positif Covid-19.

 

5 dari 5 halaman

Pakai Ventilator

Sang dokter bahkan sampai dipasangi ventilator dan menjalani perawatan intensif. Sedihnya, nyawa Soekarno tidak terselamatkan. Berdasarkan informasi, jenazah dokter itu dimakamkan di Keputih.

Kabar meninggalnya Soekarno beredar di media sosial. Tidak hanya Soekarno, seorang dokter lainnya bernama Edy Winarto juga dikabarkan meninggal dunia.

Saat dimintai konfirmasi perihal kabar tersebut, Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim, Joni Wahyuhadi tidak membantah kebenaran kabar tersebut. Joni menegaskan dokter Edy Winarto meninggal bukan karena terpapar Corona Covid-19.

Laporan Dian Kurniawan/ Sumber: Liputan6.com

Beri Komentar