Dompet Dhuafa Sebar 11 Sapi untuk Warga Ronting NTT

Reporter : Maulana Kautsar
Minggu, 11 Agustus 2019 10:46
Dompet Dhuafa Sebar 11 Sapi untuk Warga Ronting NTT
Penyembelihan sapi ini merupakan upaya pemerataan hewan kurban.

Dream - Takbir berkumandang dari pengeras suara Masjid Al Istiqamah, Kampung Ronting, Desa Satar Kampas, Kecamatan Lambaleda, Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Minggu, 11 Agustus 2019. Sejak pukul 06.00 WITA, warga berbondong-bondong mendatangi masjid untuk melaksanakan Sholat Id berjemaah.

Ketua Takmir Masjid Al Istiqamah, Safrudin Haji Umar, mengatakan sholat akan dimulai sekitar pukul 07.00 WITA. Usai sholat Id, prosesi dilanjutkan dengan pemotongan 11 sapi.

" Ada 10 sapi dari Dompet Dhuafa dan 1 Yayasan Al Azhar Indonesia," ujar pria yang disapa Abu ini.

 Ada 11 sapi yang akan disembelih di Ronting.

Abu mengumumkan pemotongan dibagi menjadi tiga tahap. Di tahap pertama, sebanyak enam ekor sapi akan disembelih.

" Untuk hari pertama distribusi akan dilakukan ke lima kampung," ujar dia.

Kampung yang akan kebagian daging sembelihan yaitu Kampung Ronting, Waso, Binaan, Dampek, Nanga Pede, Nanga Lirang.

1 dari 5 halaman

Semua Warga Kebagian Daging

Sekretaris Takmir Masjid Al Istiqamah, Julfakar, mengatakan warga di pesisir Ronting juga bakal mendapat daging.

" Kalau di sini dibagi rata hampir semua tak bisa dibedakan, hampir semuanya dapat semua," kata Julfakar.

2 dari 5 halaman

Sebaran Hewan Kurban Dilakukan di Wilayah Terpencil

Marketing Communication Dompet Dhuafa, Ika Atika, mengatakan kurban di Pulau Ronting merupakan upaya memeratakan penerimaan daging kurban. Program ini telah digelar sejak 1994.

" Program Tebar Hewan Kurban yang digelar Dompet Dhuafa untuk memeratakan penerimaan hewan kurban di luar Jakarta," kata Ika.

Menurut Ika, saat ini sebaran hewan kurban Dompet Dhuafa mencapai di pulau terpencil, daerah bencana, dan daerah minoritas

3 dari 5 halaman

Tak Pakai Plastik, Begini Cara Dompet Dhuafa Bagikan Daging Kurban

Dream - Kantong kresek berbahan plastik masih banyak dipakai masyarakat sebagai bungkus, terutama untuk daging kurban. Tetapi, plastik ternyata menimbulkan masalah terhadap lingkungan karena sifatnya yang sulit terurai.

Hal ini menjadi pertimbangan Dompet Dhuafa untuk tidak lagi menggunakan plastik untuk bungkus daging kurban. Untuk musim kurban tahun ini, lembaga amil zakat ini berinisiatif mengganti plastik dengan bahan alami, seperti daun jati, daun pisang, besek, dan keranjang bambu.

" Ini tentunya akan turut membantu perekonomian masyarakat, mereka pengrajin daun pisang, bambu, dan lain-lain akan terangkat secara ekonomi, sehingga siklus ekonomi bisa berkutat tidak hanya di peternak," ujar Direktur Mobilisasi ZIS Dompet Dhuafa, Yuli Pujihardi, dalam keterangan tertulisnya, Selasa 30 Juli 2019.

 Dompet Dhuafa

Sebelum mengajak mitra untuk tidak lagi memakai plastik, Dompet Dhuafa terlebih dulu membuat sejumlah simulasi. Awalnya, bahan pembungkus yang dipakai adalah kertas koran.

Rupanya, kertas malah menempel pada daging dan sulit dilepaskan. Sementara untuk kertas nasi, masih terdapat bahan plastik di dalamnya.

" Maka itu menjadi pilihan Dompet Dhuafa dalam penggunaan besek bambu untuk mengemas daging kurban," ucap dia.

 Dompet Dhuafa

Yuki mengatakan bungkus daging kurban menggunakan besek sebenarnya sudah dilakukan sejak 2018 lalu di Zona Madina, Parung, Bogor, Jawa Barat. Setidaknya, ada 50 hewan kurban yang dagingnya dibungkus menggunakan besek.

" Kurban tahunan ini dengan metode pemberdayaan ini bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat," kata dia.

Menurut Yuli, dengan mengubah bungkus dari plastik akan meningkatkan pemasukan bagi para pengrajin besek, penjual daun jati, daun pisang.

4 dari 5 halaman

Ajak Berkurban, Dompet Dhuafa Tebar 1.440 Sate di Car Free Day

Dream - Jelang Idul Adha 1440, Dompet Dhuafa mengajak umat Islam untuk bersama-sama berbagi kebahagiaan dengan berkurban lewat kampanye #jangantakutberkurban. Agar semakin banyak masyarakat yang berkurban, lembaga amil zakat dan penyalur donasi ini menggelar Festival 1440 Sate saat car free day di Jalan Sudirman, Jakarta Pusat pada Minggu, 28 Juli 2019.

" Festival 1440 Sate ini kami mengajak lapisan masyarakat untuk berkurban bersama Dompet Dhuafa," ujar Direktur Mobilisasi ZIS Dompet Dhuafa, Yuli Pudjihardi.

 Dompet Dhuafa

Sejak 1993, Dompet Dhuafa aktif mendistribusikan daging kurban amanah donatur secara tepat sasaran. Dalam penyaluran, kata Yuli, lembaganya menggunakan pendekatan pemberdayaan peternak lokal mandiri yang telah menjalani seleksi kontrol kualitas dan mendapat pendampingan.

" Melalui Festival 1440 Sate Dompet Dhuafa diharapkan mampu menjadi sarana pengingat bagi seluruh lapisan masyarakat dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha 1440 dan menggelorakan spirit berkurban bersama Dompet Dhuafa," kata Yuli.

 Dompet Dhuafa

Dalam festival ini, sebanyak 1440 tusuk sate dibagikan kepada pengunjung car free day. Selain itu, gelaran tersebut diramaikan sejumlah acara seperti senam pagi, pawai kurban, talkshow, demo masak daging kambing dan domba bersama Chef Aiko.

" Saya sangat senang menjadi bagian dari acara ini. Dompet Dhuafa mengajak masyarakat untuk #jangantakutberkurban bersama Dompet Dhuafa. Kebahagiaan kan harus disebarkan termasuk kebahagiaan di mana melihat orang lain menikmati olahan daging kurban bersama keluarganya," ucap Chef Aiko.

 Dompet Dhuafa

Tahun ini, Dompet Dhuafa menargetkan sebanyak 30 ribu ekor hewan kurban tersalurkan ke sejumlah titik di Indonesia. Terutama di kawasan terdampak bencana seperti Palu, Lombok, Banten, Samarinda, dan Konawe.

5 dari 5 halaman

Dukung Perekonomian Peternak Lokal, Dompet Dhuafa Jalankan Tebar Hewan Kurban

Satu lagi hari besar umat muslim yang paling dinantikan akan segera tiba, yaitu Hari Raya Idul Adha. Momen yang juga dikenal dengan sebutan Hari Raya Kurban ini biasanya diisi dengan gegap gempita pembagian hewan kurban untuk sesama. Namun, permintaan daging kurban yang tinggi membuat harga hewan kurban di pasaran mulai merangkak naik, sementara pasokan dari sentra ternak mulai berkurang karena musim kemarau tiba.

Bagi yang sudah memiliki niat untuk berkurban, nggak perlu panik. Pasalnya beberapa lembaga sudah menyiapkan pasokan hewan kurban yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat, seperti yang dilakukan Dompet Dhuafa. Tahun ini, Dompet Dhuafa kembali melakukan Tebar Hewan Kurban (THK) sebagai upaya untuk mendukung perekonomian peternak lokal. Lewat program THK tersebut, Dompet Dhuafa sudah mengamankan pasokan hewan kurban, lengkap dengan standar memadai dan berkualitas dengan harga yang tetap terjangkau.

Adapun berkurban lewat lembaga terpercaya memiliki keistimewaan tersendiri. Di antaranya kesehatan ternak yang sudah pasti terjaga, mutu dan kualitas teruji, daging-daging kurban tersalurkan secara tepat, sesuai tujuannya hingga menumbuhkan perekonomian para peternak kecil yang telah menjadi mitra THK Dompet Dhuafa.

“ Tahun ini Dompet Dhuafa menargetkan kurban sebanyak 30.000 ekor dan pendistribusiannya menjangkau 34 Provinsi di Indonesia, termasuk juga wilayah terdampak bencana seperti Palu, Lombok, Banten, Samarinda dan Konawe. Selain itu, Dompet Dhuafa mendistribusikan hewan kurban ke tujuh negara seperti Timor Leste, Filipina, Myanmar, Vietnam, Palestina, Thailand dan Bangladesh. Pengadaan hewan kurban telah memenuhi standar dan mutu kualitas, termasuk juga kesehatan hewan kurban  yang terseleksi oleh tim Quality Control (QC).

Melalui pendekatan pemberdayaan peternak lokal yang mandiri dan sudah melewati tahapan seleksi. Kemudian para peternak dapat memastikan kualitas hewan kurbannya lantaran ada pendampingan oleh tim program Dompet Dhuafa,” ucap drg. Imam Rulyawan, MARS., selaku Direktur Utama Dompet Dhuafa Filantropi.

Program Kampoeng Ternak Nusantara (KTN) sebagai upaya lembaga untuk memasarkan hewan ternak dari para peternak lokal. Selain itu juga meningkatkan kesejahteraan peternak kecil, membangun jaringan peternakan rakyat. Menyelenggarakan bisnis peternakan dan turunannya untuk menghadirkan keuntungan, pertumbuhan berkesinambungan dan berkah bagi peternak dhuafa. Sehingga mereka dan keluarganya dapat menikmati hasilnya, yaitu terwujudnya kemandirian melalui penyelenggaraan bisnis peternakan dan turunannya yang memguntungkan.

Setiap tahunnya THK menjadi program puncak atau panen bagi peternak pemberdayaan tersebut. Kepastian pasar mereka dapatkan melalui THK Dompet Dhuafa, termasuk menjadi garda depan penyebaran hewan kurban ke seluruh pelosok Indonesia. Dengan tujuan agar daging kurban terasa merata manfaatnya dan tidak menumpuk di kota-kota besar saja.

Ayi Rahmat (35), selaku Ketua Kelompok Ternak Al-Ikhwan. Pertemuannya dengan Dompet Dhuafa bermula pada 2007, ketika ia bergabung menjadi relawan bencana longsor yang menimpa Kota Santri tersebut. Hingga di 2009, ia terus berkolaborasi dengan Dompet Dhuafa sebagai Mitra Pendamping. Ia memotivasi para anggotanya, untuk menghasilkan produk pertanian unggul dan bersaing hingga lahirlah produk padi dengan kualitas tinggi khas Cianjur, juga beras hasil pertanian Gapoktan Al-Ikhwan, yang kita kenal dengan nama ‘Beras Sae’. Berawal dari mengawal pendampingan kelompok tani beras, ia merambah ke ternak doka (domba kambing) di Cianjur.

Namun ternaknya gagal, karena banyak pencurian hewan ternak, juga warga lebih mengutamakan pertanian. Berangkat dengan 20 ekor doka dan gagal, berikutnya di 2016, Dompet Dhuafa memberikan 50 ekor dan terus berkembang. Saat ini di kelompok ternak tersebut terdapat 300 ekor doka.

Terkait basis data penyaluran, Dompet Dhuafa memiliki data penyaluran dan penerima manfaat dengan detail. Kerja sama dengan berbagai lembaga dan pengembang data, memungkinkan Dompet Dhuafa mendapat laporan data penyalur secara detail. Sistem digitalisasi pengelolaan zakat lebih memudahkan lembaga filantropi Islam tersebut dalam pengelolaannya. Saat ini, Dompet Dhuafa berupaya mengembangkan global information system (GIS) yang berisi data dan lokasi sebaran penerima manfaat dalam bentuk peta geografik. Dompet Dhuafa bekerja sama dengan e-commerce (niaga elektronik) dan fintech (penggunaan teknologi keuangan) dalam mengembangkan sistem digitalisasi pengelolaan zakat dan kurban. Karena digitalisasi memudahkan pengumpulan dan pengelolaan zakat, serta kurban.

Semangat #JanganTakutBerkurban akan terus bergelora untuk memeriahkan Idul Adha 1440H, tentu hadir juga dengan kemudahan berkurban yang senantiasa ditawarkan oleh Dompet Dhuafa. Selain pendistribusian yang luas, pekurban dapat berkurban melalui kanal-kanal kemudahan layanan berkurban seperti QR Code, payment online, e-commerce, jemput kurban dan masih banyak lagi.

Beri Komentar
Intip Harga dan Spesifikasi Mobil Dinas Baru Jajaran Menteri Jokowi