Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an
Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya
Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?
5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya
Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang
Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Ketua Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, Mengimbau Seluruh Jemaah Haji Indonesia
Menjelang pelaksanaan wukuf di Arafah yang dijadwalkan pada Kamis (5/6/2025), Ketua Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, mengimbau seluruh jemaah haji Indonesia untuk mempersiapkan diri secara optimal, baik secara fisik maupun mental.
Cucun menegaskan bahwa puncak ibadah haji adalah momen yang sangat ditunggu oleh para jemaah setelah penantian panjang untuk bisa menunaikan rukun Islam kelima. Karena itu, kesiapan tubuh dan jiwa menjadi hal yang krusial agar ibadah bisa berjalan dengan lancar.
“ Pesan saya untuk jemaah haji semua, harus betul-betul menyiapkan bukan hanya fisik, tetapi juga mentalnya. Karena puncak haji ini adalah ibadah yang sangat didambakan. Harus dijalani dengan penuh semangat dan kesiapan,” ujar Cucun di Hotel 701, Burj Al-Wahdah, Al-Mutamayyiz, Sektor 7, Jarwal, Makkah, Rabu (4/6/2025).
Wakil Ketua DPR RI dari Fraksi PKB itu menyampaikan bahwa tantangan utama yang dihadapi jemaah saat puncak haji meliputi cuaca panas ekstrem dan kepadatan jemaah di lokasi seperti Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Selain itu, rangkaian ibadah yang menguras tenaga seperti tawaf ifadah dan lempar jumrah juga menuntut kondisi tubuh yang prima.
“ Fisik dan psikis jemaah harus benar-benar kuat. Cuaca di Arafah sangat panas, kemudian saat lempar jumrah maupun tawaf, itu sangat padat. Jadi mental dan semangat harus terus dijaga agar bisa tetap sehat hingga akhir ibadah,” tuturnya.
Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah melalui Kementerian Agama telah mengambil sejumlah langkah preventif untuk menjamin kelancaran ibadah puncak. Hal ini mencakup kesiapan layanan medis, transportasi, logistik, dan akomodasi, serta perhatian khusus bagi jemaah lanjut usia dan penyandang disabilitas.
“ Biarkan kami, seluruh panitia penyelenggara haji dan DPR sebagai pengawas, memastikan prosesi ini berjalan aman dan nyaman bagi jemaah. Kita ingin mereka bisa fokus beribadah dan pulang dalam keadaan sehat,” pungkasnya.
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih


6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an

Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya