5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya
Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang
Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?
Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai
Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih
Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan
© 2026 Pexels.com - Sang Adjie
DREAM.CO.ID - Lima jurnalis dilaporkan hilang kontan saat melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda. Mereka berangkat menggunakan speedboat dari kawasan Carita, Pandeglang, Banten, Senin 7 September 2026.
Pada Selasa 8 September, Tim SAR telah melakukan pencarian hingga pukul 22.00 WIB. Pencarian menggunakan KN Tetuka dihentikan karena kondisi laut jarak pandang tidak mendukung pada malam hari. Akhirnya kapal pencari bersandar di Pelabuhan Ciwandan, Cilegon.
Pencarian para jurnalis itu dilanjutkan pada Rabu, 9 Septemeber 2026. Tim SAR mengerahkan sejumlah armada dan personel. Tim pencari juga mengoperasikan dua drone termal di KN SAR Tetuka. Cara ini dilakukan karena pencarian menggunakan helikopter belum bisa dilakukan karena sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Berikut fakta-fakta yang diketahui seputar lima jurnalis yang hilang kontak saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Jurnalis yang Hilang Kontak
3 Kru Speedboat
Selain kelima jurnalis, terdapat tiga orang lain di atas speedboat tersebut. Mereka adalah nahkoda, anak buah kapal (ABK), dan seorang guide atau pemandu. Sehingga, secara keseluruhan terdapat delapan orang dalam rombongan yang hingga saat ini masih dalam pencarian.
Berangkat dari Carita
Rombongan berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang. Mereka bertolak sekitar pukul 14.00 WIB, Senin 7 September 2026. Mereka menuju kawasan Anak Krakatau untuk meliput aktivitas gunung yang sedang erupsi tersebut.

Sekitar 42 menit setelah berangkat, salah seorang anggota rombongan mengirimkan posisi kepada jurnalis di Lampung. Kala itu, rombongan disebut berada di antara Carita dan Gunung Anak Krakatau.
Komunikasi terputus pukul 15.04 WIB. Lokasi terakhir yang diketahui berada di titik koordinat 6°14'40.52" S 105°40'49.48" T. Sejak saat itu, keberadaan mereka belum dapat dipastikan.
Kabar dari Guide
Di tengah pencarian, muncul informasi lain mengenai keberadaan rombongan. Kepala Desa Sukajadi, Sandi Wyasa, yang dikutip sejumlah media mengatakan pemandu rombongan sempat menghubungi istrinya sekitar pukul 18.14 WIB dan mengirim foto dari kawasan Krakatau.
Menurut informasi tersebut, guide menyampaikan bahwa kondisi mereka aman. Namun, setelah komunikasi itu tidak ada lagi kabar dari rombongan. Informasi ini berasal dari keterangan keluarga guide dan masih menjadi bagian dari penelusuran dalam operasi pencarian.
Informasi ini tidak dapat disamakan dengan " share location" yang dikirim pukul 14.42 WIB ke jurnalis di Lampung oleh anggota rombongan
Pencarian Masih Berlangsung
Hingga Rabu 9 September pagi, belum ada informasi terkonfirmasi mengenai lokasi kelima jurnalis dan tiga orang lainnya yang berada di kapal tersebut. Operasi pencarian masih dilakukan.
Tim SAR gabungan telah melakukan pencarian terhadap rombongan tersebut mulau pukul 07.00 WIB. Penyisiran dilakukan di sejumlah titik di perairan Selat Sunda, termasuk kawasan yang diperkirakan berada di sekitar rute Carita menuju Gunung Anak Krakatau.
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih

5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya

Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang

Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil