Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Joanna Palani Sniper Cantik Yang Mengklaim Habisi Nyawa 100 Orang Militan ISIS (Sumber: Mirror)
Dream - Perempuan cantik bernama Joanna Palani tidak bisa dipandang sebelah mata. Di balik kecantikannya, perempuan berusia 22 tahun ternyata punya pengalaman yang bisa membikin nyali jadi menciut.
Joana selama ini ternyata telah membunuh 100 orang militan ISIS. Ya, perempuan ini ternyata salah satu anggota pejuang anti ISIS.
" Pejuang ISIS sangat mudah untuk dibunuh," kata Joanna, dilansir dari Mirror, Rabu, 8 Februari 2017.
Joanna yang meninggalkan studinya di Denmark memutuskan bergabung dengan pejuang anti-ISIS di pertempuran Irak dan Suriah dengan menjadi penembak jitu (sniper).
" Saya bersedia menyerahkan hidup saya dan kebebasan saya untuk menghentikan ISIS sehingga semua orang di Eropa bisa aman," ucap dia.
Selain menjadi penembak jitu, dia juga ikut membebaskan perempuan dan anak-anak yang ditahan dan dijadikan budak nafsu militan ISIS. Usai dibebaskan, mereka diajari untuk menjadi tentara dan melawan ISIS.
© Dream
Joanna merupakan keturunan Iran-Kurdi dan ayah dan kakeknya adalah pejuang Peshmerga. Dia lahir di sebuah kamp pengungsi PBB sebelum pindah ke Kopenhagen. Dia belajar mengokang senjata sejak usia sembilan tahun.
Tapi, dia mengatakan, kehidupan berubah setelah berjuang di Iraq. Dia dianggap seorang teroris oleh negaranya tempat dia tinggal, Denmark.
" Tapi saya melihat sebagai teroris oleh negara saya sendiri," ucap dia.
" Saya tinggal di salah satu negara terbaik di dunia, namun saya mengalami kelaparan, menjadi tunawisma, meskipun saya bekerja, saya tidak mendapat kepercayaan siapa pun," kata dia menambahkan.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya