Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol
Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?
Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya
Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi
Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis
Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah
Berhenti Makan Gula Bikin Pusing dan Mudah Marah? Ini Cara Meredakan Gejalanya
Dream - Kepala Daerah Kerja Makkah Arsyad Hidayat mengimbau masyarakat Indonesia berhaji melalui jalur resmi. Ini lantaran masih kerap ditemukan jemaah Indonesia yang menunaikan ibadah haji melalui jalur tidak resmi serta non-kuota.
Merujuk pengalaman tahun-tahun sebelumnya, Arsyad mengungkapkan banyak ditemukan jemaah haji jalur non-kuota yang umumnya tidak memiliki tempat tinggal selama musim haji.
" Beberapa tahun lalu, banyak ditemukan jemaah non-kuota tidak memiliki tempat tinggal baik di Makkah, Madinah, atau Armina. Sehingga mereka ada sebagian yang masuk ke tenda-tenda jemaah haji reguler atau khusus," ujar Arsyad, dikutip dari kemenag.go.id, Rabu, 24 Agustus 2016.
Arsyad mengaku pernah mendapati jemaah haji non-kuota tertahan di terminal hijrah lantaran tidak ada tempat tinggal ketika di Madinah. Kasus itu terjadi tujuh tahun lalu saat dia bertugas di Madinah.
" Pihak di terminal hijrah tidak memberikan izin masuk kecuali sudah ada kontrak yang mengatakan jemaah tersebut punya tempat tinggal," kata dia.
Arsyad juga mengeluarkan keberadaan haji non-kuota yang justru mengganggu lantaran menumpang jemaah haji kuota baik reguler maupun khusus.
Namun dua tahun terakhir ini, Arsyad bersyukur otoritas haji Arab Saudi telah menerapkan e-hajj. Sistem ini terbukti efektif menekan kehadiran jemaah haji non-kuota dan memperketat penerbitan visa.
Dengan begitu, kata Arsyad, ada kepastian kontrak akomodasi, transportasi, dan katering. Tentu ini membuat jemaah haji semakin nyaman.
" Kontrak itu tidak hanya manual, tapi kontrak elektronik yang harus mendapatkan persetujuan dari Kementerian Haji. Dari kontrak elektronik itu, kita bisa mengentri ama untuk proses penerbitan visa. Tanpa kontrak elektronik, pihak Saudi tidak akan membuka akses untuk mengirim nama," ucap Arsyad.
Dengan adanya kontrak ini, tutur Arsyad, maka seluruh pelayanan akan dinikmati oleh seorang jemaah haji selama di Arab Saudi. Pelayanan tersebut tentu sudah disiapkan sejak awal.
" Kalau tidak ada, maka tidak bisa dapat visa," tutur Arsyad.
Advertisement
Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan


Jalan Kaki Bisa Bantu Turunkan Berat Badan, Ini 5 Cara Membuatnya Lebih Efektif

8 Tanda Tubuh Kebanyakan Kafein, dari Jantung Berdebar hingga Sulit Tidur

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor

Kebiasaan Sederhana Ini Disebut Bisa Bikin Pernikahan Lebih Kuat, Tak Perlu ke Gym


5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol

Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?