Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Presiden Vladimir Putin (Foto: Shutterstock)
Dream - Baru-baru ini, portal berita Toronto Today membuat heboh banyak pihak karena salah satu artikelnya. Laman berita itu membuat laporan tentang Katerina Tikhonova, putri Presiden Rusia Vladimir Putin, yang meninggal dunia usai disuntik vaksin Covid-19.
Dalam artikel berjudul " Vladimir Putin’s daughter DIES after second dose of COVID vaccine” yang diunggah pada 15 Agustus 2020, disebutkan bahwa putri Putin itu mengalami efek samping tak terduga dari vaksin Covid-19 eksperimental Rusia dan meninggal di Moskow.
Suhu tubuh Katerina disebutkan mengalami kenaikan drastis tak lama setelah diberi suntikan kedua. Katerina mengalami kejang dan dinyatakan meninggal setelahnya.

Berdasarkan hasil penelusuran, informasi tersebut tidak benar. Dikutip dari Tass, sebuah agensi berita Rusia, menyebutkan salah satu putri Presiden Putin yang tidak disebutkan namanya telah diujicobakan vaksin Covid-19 pada dirinya dan keadaanya baik-baik saja.
" Saya tahu betul, karena salah satu putri saya divaksinasi, jadi dalam hal ini, dia ikut serta dalam tes," kata Putin.
Ia menambahkan bahwa setelah suntikan vaksin pertama, putrinya mengalami demam 38 derajat celcius, dan pada hari berikutnya, demamnya sedikit lebih tinggi dari 37 derajat celcius.
" Dan kemudian, setelah suntikan kedua, dia sedikit demam lagi, dan kemudian semuanya baik-baik saja, dia merasa sehat dan memiliki jumlah [antibodi] yang tinggi," ujarnya.
Informasi yang diedarkan oleh portal berita Toronto Today tidak benar. Faktanya, tidak ada pernyataan resmi dari pemerintah Rusia mengenai hal tersebut dan Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan, salah satu putrinya merasa sehat setelah diujicobakan vaksin Covid-19.
(Sah, Sumber: Cekfakta.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya