`Mushaf Birmingham` Dibuat Saat Zaman Nabi Dibantah

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 29 Juli 2015 17:03
`Mushaf Birmingham` Dibuat Saat Zaman Nabi Dibantah
Abdul Sattar Al Halouji menyatakan tinta merah yang digunakan untuk memisahkan satu surat dengan surat lainnya belum digunakan pada era Nabi Muhammad SAW.

Dream - Penemuan mushaf Alquran kini disimpan di Universitas Birmingham, Inggris membuat publik heboh. Mushaf Alquran tersebut diklaim dibuat pada masa Nabi Muhammad SAW masih hidup.

Tetapi, hal itu dibantah oleh ilmuwan Saudi. Hal ini didasarkan pada adanya tinta merah yang digunakan untuk memisahkan setiap surat dalam Alquran tersebut.

" Ini tidak mungkin mushaf tersebut ditulis pada masa Nabi Muhammad SAW," ujar ilmuwan Saudi Abdul Sattar Al Halouji kepada harian Arabian Business, dikutip Dream.co.id dari onislam.net, Rabu, 29 Juli 2015.

Para peneliti pada Universitas Birmingham menggunakan analisis radiokarbon dalam meneliti usia mushaf tersebut, dengan tingkat akurasi diklaim mencapai 95,4 persen. Berdasarkan analisis tersebut, diperkirakan mushaf Alquran tersebut dibuat antara tahun 568 M hingga 645 M.

Nabi Muhammad SAW sendiri diyakini hidup antara tahun 570 M hingga 632 M. Kedekatan rentang tahun ini menjadi dasar keyakinan para peneliti Universitas Birmingham terkait penulisan mushaf tersebut.

Mushaf tersebut berisi 18 hingga 20 surat yang ditulis menggunakan huruf Arab kuno disebut Hijaz. Al Halouji mengatakan usia lembaran kulit bisa sangat tua, tetapi tidak untuk tinta yang melekat di atasnya.

" Para peneliti harus menguji tinta yang tampak pada tulisan," kata dia.

Hal senada juga diungkapkan Arkeolog Saudi Adnan Al Sharif. Dia mengatakan tinta merah yang tertera belum digunakan pada masa Nabi Muhammad SAW.

" Manuskrip tersebut mungkin berasal pada masa Khalifah Usman bin Affam yang memimpin beberapa tahun setelah meninggalnya Nabi Muhammad SAW," kata Al Sharif.

Pria yang juga menjabat sebagai Kepala Perpustakaan Universitas Ummul Qura, Arab Saudi ini menyatakan Alquran ditulis secara terserak ketika Nabi Muhammad SAW masih hidup. Pengumpulan naskah Alquran dalam bentuk mushaf baru terjadi era pemerintahan Khalifah Usman bin Affan.

" Sepanjang era Nabi Muhammad SAW, Alquran tidak terkumpul seperti sekarang. Juga tidak ada warna dalam penulisan naskahnya," kata Al Sharif.

Selain itu, terang Al Sharif, mushaf tersebut telah berisi surat yang tersusun rapi dengan pemisahan kategori yang ditemukan ada Surat Maryam dan Thoha. Menurut dia, pemisahan itu tidak dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW.

" Penggunaan tinta merah untuk memisahkan lafaz Bismillah serta dua surat yaitu Maryam dan Thoha. Ini tidak pernah terjadi di era Nabi Muhammad SAW," ungkap dia.

Lebih lanjut, Al Sharif menegaskan pemeriksaan radiokarbon mungkin hanya bisa menunjukkan abad pembuatan mushaf, tetapi tidak bisa rinci hingga tahun pembuatan. (Ism) 

Beri Komentar
Wasiat Terakhir Ustaz Arifin Ilham