Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Ketua Delegasi Indonesia Muchlis Hanafi (kedua Dari Kanan) (Foto: Istimewa)
Dream - Indonesia mengajak negara-negara Islam mempromosi moderasi agama. Ajakan ini disampaikan Ketua Delegasi Indonesia, Muchlis M Hanafi, pada Konferensi Internasional tentang Moderasi dan Islam Wasathiyah di Baghdad, Irak.
Muchlis mengatakan, kesalahpahaman terhadap konsep dasar keislaman berasal dari munculnya ekstremisme dan terorisme. Ideologi dan pemikiran garis keras ini menyebar dalam berbagai literatur dan media, baik cetak maupun elektronik.
“ Semua akses menuju pemikiran radikal harus ditutup rapat-rapat. Pada saat yang sama kita juga harus bergerak mempromosikan wacana keagamaan yang moderat,” kata Muchlis, melalui keterangan tertulisnya, Rabu, 27 Juni 2018.
Melalui berbagai program, terutama pendidikan agama dan keagamaan, kata Muchlis, pemerintah Indonesia dan ormas-ormas Islam akan memperkuat moderasi Islam sebagai manhaj keberagamaan.
Muchlis mengatakan, sejak pertama kali ke Indonesia, DNA Islam Indonesia adalah tawassuth dan wasathiyyah, sehingga Islam mampu berasimilasi dengan budaya lokal yang sangat beragam.
“ Melalui forum ilmiah semacam ini, kita dapat berbagi pengalaman dalam mengembangkan dan memperbaharui wacana keagamaan yang lebih dinamis, harmonis, dan humanis. Dengan bersatu, menghargai keragaman dan menghormati perbedaan kita akan mampu menciptakan dunia yang lebih aman dan damai, tanpa ISIS,” ucap dia.
Delegasi Al-Azhar Mesir, Syekh Hamid Abu Thalib menyambut baik gelaran konferensi ini. Hamid mengatakan, semangat yang diusung konferensi ini sesuai prinsip Al-Azhar yang selalu memegang teguh prinsip moderat dan Islam rahmatan lil ‘alamin.
“ Al-Azhar telah lama membangun `Markazan Alamiyan` yang mencetak dan menerbitkan tulisan, rekaman, dan video tentang pemahaman Islam yang moderat dalam 30 bahasa,” urainya.
Sementara itu, Wakil Delegasi Pelestina, Dr. Khamis Mahmud Salim, menggarisbawahi pentingnya memegang teguh pesan Nabi Muhammad SAW. Khamis Mahmud juga berharap dukungan dari seluruh kaum Muslimin, khususnya persatuan dari negara-negara Arab untuk melindungi Masjidil Aqsha.
Delegasi dari Australia, yang juga Sekjen Darul Fatwa Australia, Salim Salwan menegaskan tidak ada kaitan antara Islam dengan radikalisme dan ekstremisme. Islam tidak mengenal pemahaman seperti itu.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya