Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an
Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya
Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?
5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya
Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang
Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
InklusiLand 2025: Ruang Baru Bagi Semua Untuk Bersinar
DREAM.CO.ID - Dalam semangat memperingati Hari Disabilitas Internasional, Yayasan Inklusi Pelita Bangsa (YIPB) kembali menegaskan komitmennya terhadap kesetaraan melalui penyelenggaraan InklusiLand 2025: Everyone Shines, Everyone Matter. Bertempat di Hall 10 ICE BSD, Tangerang Selatan, festival ini menghadirkan energi baru bagi gerakan inklusi nasional—ruang publik yang hidup, ramah, dan dirancang untuk merayakan keberagaman kemampuan setiap anak bangsa.
Festival yang lahir dari gagasan inklusi dan keadilan ruang publik ala Prof. Reda Manthovani ini menjadi panggung besar pertama yang memadukan inovasi sosial, keberlanjutan lingkungan, edukasi keluarga, olahraga adaptif, hingga wirausaha berbasis inklusi. Dipimpin oleh Cahaya Manthovani bersama jajaran pengurus YIPB, InklusiLand dirancang sebagai gerakan berkelanjutan, bukan sekadar agenda tahunan.
“ Inklusi bukan konsep melainkan sikap hadir untuk semua,” ujar Cahaya. “ Kami ingin inklusi tidak berhenti pada panggung, tetapi mengalir menjadi budaya.”
Di mata YIPB, festival ini merupakan simbol kelahiran “ rumah baru” bagi masyarakat penyandang disabilitas—tempat mereka bukan hanya hadir, tetapi juga berkarya, dirayakan, dan dihargai. Lebih dari 3.500 peserta hadir, termasuk atlet, komunitas, keluarga, serta masyarakat pemerhati sosial. Perayaan dibuka dengan Lestari 1K Fun Walk, senam sehat, hingga paparazzi runway yang memberikan pengalaman afirmatif bak selebritas.
InklusiLand juga dirancang selaras dengan enam tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), menghadirkan enam zona pengalaman yang menekankan olahraga adaptif, kreativitas berkelanjutan, edukasi lingkungan, ekonomi sirkular UMKM difabel, ruang inspirasi berbasis teknologi, hingga zona keluarga yang inklusif.
Ketua Dewan Pembina YIPB, Maya Miranda Ambarsari, menegaskan bahwa InklusiLand merupakan langkah besar menuju masa depan yang memberi ruang setara bagi semua. “ InklusiLand menjadi contoh bahwa ketika akses diberikan dan lingkungan disiapkan dengan cinta, sahabat disabilitas dapat bersinar dengan terang yang sama indahnya,” ungkapnya.
Tahun ini, InklusiLand juga mempersembahkan Anugerah Inklusi Pelita Bangsa, diberikan kepada empat sosok inspiratif: Prof. Dr. Ali Muktiyanto, Dr. Fauzi, Rina Jayani, dan Putri Ariani. Mereka dinilai sebagai pionir yang membuka lebih banyak pintu bagi penyandang disabilitas untuk berkembang dan dipercaya.
Festival ditutup meriah melalui pertunjukan Simfoni Cahaya Penghidupan yang melibatkan talenta nasional seperti Putri Ariani, Ghea Indrawari, dan Akusara Dance.
“ Perjalanan ini adalah hasil kerja bersama,” tutur Cahaya. “ Semoga InklusiLand menjadi ruang bertumbuh dan harapan bagi kita semua.”
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih


6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an

Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya