Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Jawa Tengah Catat Kematian Paling Tinggi Akibat Covid Pada 6 Desember 2020

Reporter : Nur Ulfa
Minggu, 6 Desember 2020 18:43
Jawa Tengah Catat Kematian Paling Tinggi Akibat Covid Pada 6 Desember 2020
Penambahan jumalh kematian di Jawa Tengah mencapai 38 orang

Dream - Jumlah kasus kematian akibat virus corona di Indonesia bertambah 151 orang pada Minggu, 6 Desember 2020. Sehingga total yang meninggal dunia akibat virus corona di Indonesia mencapai 17.740 orang.

Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan, Jawa Tengah melaporkan kasus kematian akibat virus corona paling banyak dalam 24 jam terakhir, yakni 38 orang. Sehingga jumlah akumulatif kasus kematian di Jawa Tengah mencapai 2.462 orang.

Sedangkan untuk Jawa Timur tercatat 34 orang meninggal dunia. Jumlah akumulatif kematian di Jawa Timur mencapai 4.584 orang.

Untuk DKI Jakarta mencatat ada 24 orang meninggal dunia dalam 24 jam terakhir, sehingga jumlah akumulatif mencapai 2.801 jiwa.

Meski kasus kematian terus bertambah setiap harinya, kasus sembuh pada 6 Desember 2020 bertambah 4322, sehingga total akumulatif yang sembuh dari Covid-19 mencapai 474.771.

Sedangkan kasus positif virus corona hari ini bertambah 6.089 orang. Dengan adanya penambahan itu, maka total akumulatif kasus positif Covid-19 di Indonesia mencapai 575.796 orang.

1 dari 4 halaman

Videografis: Benarkah Ruangan Bau Apek Pertanda Ada Virus Corona?

Dream - Penelitian untuk mengungkap misteri kehadiran virus corona di tengah-tengah masyarakat terus dilakukan para ahli. Meski masih harus diperkuat dengan penlitian lanjutan, salah satu cara mendeteksi Covid-19 itu bisa dilakukan melalui indera penciuman, kok bisa?

Indera penciuman bisa membantu kita agar tetap aman dari virus corona Covid-19, lho. Kira-kira seperti apa ya ciri-ciri adanya virus corona di dalam ruangan yang bisa terdeteksi oleh hidung kita?

Yuk simak videonya di sini!

 

@dreamcoid

Benarkah Ruang Bau Apek Pertanda Ada Virus Corona? ##satgascovid19 ##pakaimasker ##jagajarak ##cucitangan ##tiktokberita ##recehtapipenting

? Violin House - akihirokasuga

 

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

2 dari 4 halaman

Virus Corona Disebut Sebagai Patogen Terkuat dan Mematikan Setelah Flu Spanyol

Dream - Lima pandemi terakhir berkaitan dengan flu yaitu Flu Spanyol (1918-1920), Flu Asia (1957-1958), Flu Hong Kong (1968-1969), Flu Babi (2009-2010), dan Covid-19 yang sedang berlangsung sampai saat ini.

Seperti yang diketahui, Pandemi Covid-19 berbeda dari empat pandemi sebelumnya yang disebabkan satu atau beberapa jenis virus flu burung (varietas HxNx).

Hal ini yang menjadi alasan mengapa setelah Flu Spanyol, tidak ada pandemi yang memiliki skala atau kekuatan yang dahsyat. Namun, Covid-19 setara dengan Flu Spanyol.

Pandemi terakhir yakni Flu Burung, tidak menyebar begitu cepat dan meluas karena diketahui lansia memiliki semacam kekebalan terhadap virus Flu Burung.

Covid-19 disebabkan virus Corona, keluarga virus yang menyebabkan wabah SARS pada 2002-2003 dan MERS pada 2012. Namun SARS-CoV-2 saat ini dampaknya lebih dahsyat dari dua virus sebelumnya.

 

 

 

3 dari 4 halaman

Covid-19 Virus Adaptif

Virus Corona

Dikutip dari India Today, Jumat 27 November 2020, ada sejumlah penjelasan terkait hal tersebut. Di antaranya karena virus ini tergolong baru dan adaptif.

Keluarga virus corona tidak sepenuhnya asing bagi tubuh manusia. Tapi SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 sebagai agen yang sama sekali baru.

Sistem kekebalan manusia tidak memiliki gambaran bagaimana menangkap patogen baru. Virus tersebut justru mengalami mutasi kunci yang membuatnya makin tak efektif.

4 dari 4 halaman

Virus yang paling sukses adalah yang penipu. Mereka tidak langsung membuat sakit orang yang diserang, sehingga mengulur waktu untuk berkembang biak dalam jumlah yang cukup.

Virus corona baru melakukannya dengan cara yang sedikit berbeda. Hal ini membingungkan pengirim pesan kimiawi “ neraka” yang dilepaskan oleh sel-sel tubuh membiarkan inangnya percaya bahwa dia sehat sampai tahap paling akhir dari siklus hidupnya. Gejala biasanya mulai sekitar 5-7 hari setelah infeksi.

Sejumlah besar orang yang positif Covid-19 tidak menunjukkan gejala apa pun yang memungkinkan virus corona baru menemukan lebih banyak inang karena orang tersebut tidak tampak sebagai pembawa.

Selain itu, karena baru dan tidak dapat diprediksi, infeksi virus corona baru tidak menunjukkan pola gejala dan penyakit yang tetap di tubuh.

Beri Komentar