Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi
Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis
Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah
Berhenti Makan Gula Bikin Pusing dan Mudah Marah? Ini Cara Meredakan Gejalanya
Mengapa Sulawesi Dikenal dengan Nama Celebes? Begini Asal-usul Nama yang Dipakai Bangsa Eropa
Kebiasaan Sederhana Ini Disebut Bisa Bikin Pernikahan Lebih Kuat, Tak Perlu ke Gym
IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor
8 Tanda Tubuh Kebanyakan Kafein, dari Jantung Berdebar hingga Sulit Tidur
Presiden Joko Widodo
Dream - Presiden Joko Widodo menilai krisis yang tengah melanda dunia saat ini merupakan momentum untuk berbenah. Krisis ini membuahkan pelajaran berharga.
" Jangan sia-siakan pelajaran yang diberikan oleh krisis," ujar Jokowi dalam pidato pada Sidang Tahunan MPR, Jumat 14 Agustus 2020.
Jokowi juga mengingatkan agar masyarakat tak lantas pesimis dan membiarkan krisis menyebabkan kemunduran.
" Justru momentum krisis ini harus kita bajak untuk melakukan lompatan kemajuan," kata Jokowi.
Jokowi menyebut krisis di tengah pandemi memaksa semua orang mengubah cara kerja dari normal menjadi ekstra normal. Bahkan mengubah prosedur kerja dari berbelit menjadi smart short cut.
" Pola pikir dan etos kerja kita harus berubah. Fleksibilitas, kecepatan, dan ketepatan sangat dibutuhkan," ucap dia.
Efisiensi, kolaborasi, serta penggunaan teknologi harus menjadi prioritas dalam segala lini.
" Kedisiplinan nasional dan produktivitas nasional harus ditingkatkan," terang Jokowi.
Dream - Presiden Joko Widodo mengatakan dampak pandemi Covid-19 terutama di bidang ekonomi dirasakan oleh 215 negara dunia. Jokowi bahkan menyebut krisis ekonomi yang terjadi tergolong terparah sepanjang sejarah.
Demikian pula dengan Indonesia, yang mengalami pertumbuhan ekonomi di bawah target bahkan sampai minus.
" Di kuartal pertama 2020, pertumbuhan ekonomi negara kita masih plus 2,97 persen, tapi di kuartal kedua kita minus 5,32 persen," ujar Jokowi dalam Pidato Sidang Tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat, Jumat 14 Agustus 2020.
Ekonomi negara-negara maju memiliki kondisi cenderung lebih parah. Tingkat pertumbuhan ekonomi di negara-negara maju akibat pandemi Covid-19 bahkan sampai minus 17 persen.
Jokowi menilai hal ini harus dipandang sebagai peluang untuk mengejar ketertinggalan.
" Ibarat komputer, perekonomian semua negara saat ini sedang macet, sedang hang. Semua negara harus menjalani proses mati komputer sesaat, harus melakukan re-start, harus melakukan re-booting. Semua negara mempunyai kesempatan men-setting ulang semua sistemnya," kata Jokowi.
Lebih lanjut, Jokowi menyatakan pandemi Covid-19 bisa menjadi momentum untuk melakukan pembenahan secara fundamental. Juga melakukan transformasi besar dan menjalankan strategi besar perubahan di bidang ekonomi, hukum, pemerintahan, sosial, kebudayaan, termasuk kesehatan dan pendidikan.
" Saatnya kita bajak momentum krisis untuk melakukan lompatan-lompatan besar," kata Jokowi.
Advertisement
Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan


Jalan Kaki Bisa Bantu Turunkan Berat Badan, Ini 5 Cara Membuatnya Lebih Efektif

8 Tanda Tubuh Kebanyakan Kafein, dari Jantung Berdebar hingga Sulit Tidur

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor

Kebiasaan Sederhana Ini Disebut Bisa Bikin Pernikahan Lebih Kuat, Tak Perlu ke Gym

Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi

Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah