Jokowi: Semua yang Keluar Rumah Harus Pakai Masker

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Senin, 6 April 2020 12:39
Jokowi: Semua yang Keluar Rumah Harus Pakai Masker
Pemakaian masker bertujuan untuk menekan angka penularan Covid-19.

Dream - Presiden Joko Widodo menegaskan semua orang yang keluar rumah di tengah pandemi global virus corona wajib menggunakan masker. Termasuk yang sehat. 

Hal ini mengikuti ketentuan terkini yang disampaikan Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO).

" WHO di awal menyampaikan bahwa yang pakai masker hanya yang sakit, (orang) sehat enggak. Tapi sekarang enggak, semua yang keluar rumah harus pakai masker," ujar Jokowi saat memimpin rapat terbatas melalui video conference, dikutip dari Liputan6.com

Jokowi menginstruksikan para menteri mempersiapkan persediaan masker bagi masyarakat. Ini untuk memastikan masyarakat mengenakan masker agar terhindar dari Covid-19.

" Kita ingin setiap warga yang keluar rumah wajib menggunakan masker," ucap Jokowi.

 

1 dari 5 halaman

Masker N95 dan Masker Bedah Hanya Untuk Tenaga Medis

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, menegaskan masker N95 dan masker bedah dikhususkan untuk petugas kesehatan, terutama yang menangani pasien positif corona. Sementara untuk masyarakat yang sehat, cukup gunakan masker kain.

" Ini menjadi penting karena kita tidak pernah tahu di luar orang tanpa gejala (virus corona). Banyak sekali didapatkan di luar, kita tidak tahu bahwa mereka adalah sumber penyebaran penyakit," jelas Yurianto.

Yurianto mengimbau masyarakat selalu melindungi diri dengan rajin mencuci masker kain setelah berpergian. Masker tersebut disarankan agar tidak dipakai lebih dari empat jam.

" Ini upaya untuk mencegah terjadinya penularan (virus corona), karena kita tidak pernah tahu bahwa di luar banyak sekali kasus yang memiliki potensi untuk mengeluarkan ke kita," tutur Yurianto.

Sumber: Liputan6.com/Lizsa Egeham

2 dari 5 halaman

Waspadai Silent Carrier Covid-19, Penyebar Corona Tanpa Gejala

Dream – Pada akhir Januari dan awal Februari ketika virus corona Covid-19 mulai menyebar ke luar China, para ahli kesehatan termasuk WHO telah menyatakan bahwa penularan dari orang yang tidak bergejala kemungkinan besar adalah hal yang langka.

" Dalam semua sejarah virus yang ditularkan melalui pernapasan jenis apa pun, penularan asimptomatik tidak pernah menjadi pendorong timbulnya wabah," ucap Dr. Anthony Fauci, direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular.

Penilaian tersebut didasarkan pada data awal penyebaran virus di Tiongkok, tempat virus tersebut berasal pada akhir Desember 2019. Beberapa bulan kemudian, fakta mempelihatkan kenyataan yang berbeda.

Ketika virus corona telah menyerang lebih dari 1 juta orang di seluruh dunia dan membunuh 51.000 di antaranya, para ilmuwan mulai mengetahui lebih banyak tentang perilaku dan cara virus itu menyebar.

Dari kumpulan data tersebut, terdapat sejumlah penularan yang disebabkan oleh orang-orang yang tidak memiliki gejala. Sehingga langkah pencegahan yang dilakukan pun tidak maksimal. Karena mereka menganggap diri mereka tidak sakit.

3 dari 5 halaman

Asimptomatik berbeda dari Presimptomatik

 Virus Corona© Pixabay.com

Asimptomatik adalah seseorang yang telah terinfeksi dan dinyatakan positif namun tidak menunjukkan gejala apapun. Fakta merek atertular virus baru dapat diketahui saat melakukan test secara langsung. Sebaliknya presimptomatik adalah gejala yang awal muncul pada seseorang yang terindikasi mengalami suatu penyakit.

Bagi Jeffrey Shaman, seorang ahli penyakit menular di Universitas Columbia, perbedaan yang lebih sederhana dan lebih penting adalah antara kasus " terdokumentasi" versus " tidak terdokumentasi" . Besar kemungkinan bahwa banyak kasus dari Covid-19 yang tidak terdokumentasi karena memiliki gejala yang cukup ringan. Sehingga mereka merasa tidak perlu ke rumah sakit.

4 dari 5 halaman

Perkiraan kasus tanpa gejala berkisar antara 18 persen hingga 30 persen dari semua infeksi

 Virus Corona© Pixabay.com

Sulit untuk dapat menghitung orang tanpa gejala. Karena mereka tidak melakukan tes sendiri. Namun wabah Covid-19 yang terjadi di kapal pesiar Diamond Princess memberi kesempatan kepada peneliti untuk mempelajarinya.

Setelah dikarantina selama dua minggu pada bulan Februari, banyak orang di atas kapal yang berulang kali diuji namun tidak menunjukkan gejala apapun. Peneliti CDC menemukan bahwa 46,5 persen orang yang terinfeksi tidak memiliki gejala saat dilakukan pengujian. 

Pada 11 Februari, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China melaporkan bahwa lebih dari 72.000 kasus yang dilaporkan di daratan China, sekitar 1,2 persen tidak menunjukkan gejala.

Laporan gabungan WHO-China tentang coronavirus, mulai pertengahan Februari menyatakan, “ Proporsi infeksi yang benar-benar tanpa gejala tampaknya relatif jarang dan tampaknya bukan pendorong utama penularan.”

Shaman, pakar penyakit menular di Columbia, berpendapat proporsi kasus tidak berdokumen atau orang yang terinfeksi namun tidak didiagnosis secara resmi, bisa mencapai 86 persen. Perkiraan itu, didasarkan pada aktivitas yang diproyeksikan di Wuhan pada minggu-minggu sebelum China memberlakukan lockdown untuk membendung transmisi.

5 dari 5 halaman

Orang dapat menularkan virus selama beberapa hari sebelum mereka menunjukkan gejala

 Virus Corona© Pexels.com

Masa inkubasi virus yaitu masa antara terinfeksi hingga menunjukkan gejala adalah sekitar lima hari. Hal tersebut mirip dengan virus corona yang menyebabkan SARS. Namun untuk Covid-19 biasanya dilakukan selama 12 hari.

Penelitian lain juga mendukung gagasan bahwa penularan presimptomatik dapat terjadi selama beberapa hari sebelum gejala muncul. Dalam beberapa kasus dimana para peneliti dapat mengkonfirmasi waktu pemaparan hingga penularan terjadi dalam waktu satu hingga tiga hari sebelum pasien yang awalnya terinfeksi mengalami gejala.

Para ilmuwan masih mencari tahu kapan seseorang melewati ambang batas dari terinfeksi hingga dapat menginfeksi orang lain. CDC mengatakan bahwa seseorang dapat menularkan virus hingga 48 jam sebelum gejala berkembang.

Beri Komentar