Kisah Haru Mualaf Kena Tilang

Reporter : Maulana Kautsar
Senin, 11 November 2019 14:00
Kisah Haru Mualaf Kena Tilang
Bikin haru.

Dream - Proses tilang yang dialami Saut Maruli Tua Aritonang dan istrinya, Meta Hutauruk, mengubah kisah hidup mereka. Karena razia itulah Saut mendapat pekerjaan baru.

Pasangan itu kena tilang karena tak mengenakan helm saat berkendara di Jalan Hangtuah-Duri, Kecamatan Mandau, Bengkalis, Riau. Setelah ditanya kelengkapan sudat-surat kendaraannya, ternyata mereka diketahui tidak membayar pajak.

" Dia memohon agar saya membebaskan dari tilang. Tentulah tidak bisa, saya tegaskan tetap ditilang," kata Kasat Lalu Lintas Polres Bengkalis, AKP Hairul Hidayat, dikutip dari , Senin 11 November 2019.

Kepada Hairul, Saut mengaku sedang kesusahan secara keuangan dan sedang mencari kerja. Tapi, Hairul tidak yakin karena penampilan Saut yang rapi.

1 dari 5 halaman

Sempat Emosi

Sesaat kemudian, Meta mendatangi Hairul sambil memohon agar tidak ditilang. Dia mengaku menemani sang suami untuk mencari pekerjaan.

Meta mengaku mualaf dan sedang hamil dua bulan. Dia bercerita mengenai kondisi keluarganya. Meta dan Saut baru menikah empat bulan lalu.

Ternyata, usut punya usut, Meta bercerita, pakaian yang dikenakan sang suami bukanlah miliknya. Pakaian itu meminjam milik saudara agar tampilan rapi saat melamar kerja.

Hairul yang iba kemudian menawarkan pekerjaan ke pasangan suami-istri tersebut. " Saya tawarkan kepada Meta, agar suaminya bekerja sama kita sebagai gharim mushola di Mapolres Bengkalis. Honornya saya lebihkan dari honor dia di tempat sebelumnya, tapi saya tilang," kata Hairul.

Mendengar tawaran itu, Meta menangis. Tapi, tangisan Meta membuat Saut emosi ke Hairul.

" Saya sadar, dia salah paham. Saya meminta agar istrinya menjelaskan kenapa dia menangis kepada Saut, tapi istrinya belum bisa ngomong dan masih terus menangis," kata dia.

 

2 dari 5 halaman

Bekerja Sebagai Penjaga Masjid

Hairul kemudian menjelaskan tawaran kerja yang dia berikan ke Saut.

" Saya tawarkan kepada mereka, agar berangkat segera ke Bengkalis, untuk menjadi Garim di Mushola Dzikirullah. Karena di sana juga tidak ada garimnya," kata Hairul.

Keesokan harinya, Saut dan Meta diberangkatkan menuju Pulau Bengkalis dengan mobil anggota kepolisian. Mulai 5 November, Saut bekerja di musala itu dan mendapat tempat tinggal di mess Polres Bengkalis.

Sumber:

3 dari 5 halaman

Heboh Sopir Taksi di India Mengaku Ditilang Karena Tak Bawa Kontrasepsi di P3K

Dream – Para pengemudi taksi di India tengah dilanda kebingungan. Mereka mendengar informasi jika polisi bisa menilang dan mendenda sopir jika tak membawa alat kontrasepsi di dalam kotak Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) di kendaraannya.

Dikutip dari NDTV, Rabu 25 September 2019, kabar ini santer beredar di kalangan sopir taksi India. Beberapa mengklaim membawa alat kontrasepsi di samping obat-obatan lainnya di kotak P3K mereka.

Kalangan sopir ini beralasan membawa barang tersebut karena takut dihukum polisi.

Kabar tersebut diklarifikasi langsung pihak kepolisian Delhi. Kabar tersebut ternyata informasi tak benar.

Polisi lalu lintas New Delhi menegaskan pengemudi taksi tak akan menerima hukuman tilang jika tak membawa alat kontrasepsi di kotak P3K.

“ Tak disebutkan dalam Undang-Undang Kendaraan Bermotor tentang kondom. Kami tidak mengeluarkan tilang kepada pengemudi karena tidak memiliki kondom di kotak P3K,” kata Komisaris Khusus Kepolisian Lalu Lintas, Taj Hasan, kepada Asian News International.

4 dari 5 halaman

Ditilang?

Pernyataan ini datang setelah sejumlah sopir taksi mengklaim membawa alat kontrasepsi di perlengkapan P3K mereka. 

“ Kami tidak pernah menanyakan alasan. Tapi, kami ditilang kalau ditemukan tanpa kondom di kotak P3K,” kata salah seorang sopir taksi, Kamlesh.

Sopir taksi lainnya, Ramesh Kumar, mengaku pernah didenda karena tak membawa barang untuk orang dewasa tersebut. 

“ Saya ingat seorang polisi di Jaipur mendenda saya karena tak memiliki kondom dalam tas P3K,” kata Ramesh.

5 dari 5 halaman

Alasan Janggal

Aturan menyimpan alat kontrasepsi di kotak P3K mobil membuat banyak orang bertanya-tanya. Mereka penasaran mengapa muncul pemikiran sopir taksi harus membawa barang tersebut.

Ajay, seorang sopir taksi mengaku pernah mendengar penjelasan jika alat kontrasepsi itu disebut bisa dipakai untuk mengatasi kebocoran di pipa bahan bakar.

“ Namun, saya tidak pernah diminta untuk menunjukkan selama dicek,” kata dia.(Sah)

Beri Komentar
4 Januari, Hari Bahagia dan Paling Sedih Rizky Febian