Kerim, Bocah Simbol Perlawanan Blokade Suriah

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 20 Desember 2017 09:00
Kerim, Bocah Simbol Perlawanan Blokade Suriah
Kerim tak tahu apa yang sedang terjadi, namun harus menderita di usianya yang masih sangat kecil.

Dream - Kerim harus kehilangan ibu dan sebelah matanya di usianya yang masih satu bulan. Padahal, dia belum mengerti apa yang sedang terjadi di lingkungan tempat tinggalnya di Ghouta Timur, Suriah.

Penderitaan Kerim menjadi simbol perlawanan atas blokade yang dilancarkan pemerintah Suriah di kawasan tersebut. Menurut laman Anadolu, anggota White Helmets dan sejumlah aktivis menutup mata kiri mereka sebagai aksi solidaritas untuk Kerim.

Tak hanya aktivis, anak-anak hingga orang dewasa turut menutup mata kiri mereka. Dukungan bahkan datang dari banyak netizen di Turki.

 Kerim, simbol perlawanan Suriah© © 2017 http://www.dream.co.id

Netizen mengunggah aksi menutup mata kiri mereka ke akun media sosial masing-masing. Tak lupa, mereka membubuhkan pesan, 'Bayi Kerim, aku melihatmu. Akhiri Pengepungan Ghouta Timur'.

Kepedihan Kerim dan keluarganya tersebar melalui sebuah video yang diunggah ke laman Twitter. Sang ayah, Abu Muhammad tidak memiliki pekerjaan sehingga kesulitan memenuhi nafkah untuk kelima anaknya.

 Kerim, simbol perlawanan Suriah© © 2017 http://www.dream.co.id

Kerim dan saudara-saudaranya sudah menahan lapar selama 24 jam. Mereka hanya memakan roti seadanya untuk bertahan.

Sang ibu meninggal ketika militer Suriah mengepung Ghouta Timur. Secara tiba-tiba, serangan meriam meluncur dan menghancurkan rumahnya.

Kerim selamat dalam dekapan ibunya. Tetapi, bayi itu mengalami luka parah di kepala kirinya. Sepeninggal sang ibu, Kerim dirawat oleh keempat saudaranya.

 Kerim, simbol perlawanan Suriah© © 2017 http://www.dream.co.id

Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, 400 warga yang tinggal di timur Damaskus itu harus hidup dalam kepungan militer. Pada April lalu, makanan masih bisa dipasok lewat terowongan bawah tanah.

Semenjak militer memperketat blokade, pasokan makanan dan obat-obatan begitu sulit didapat. Kondisi ini semakin mempersulit kehidupan warga Ghouta Timur.

Beri Komentar