Kisah Alan, Sopir Bus Sanggar Berhati Emas

Reporter : Sandy Mahaputra
Senin, 15 Juni 2015 15:18
Kisah Alan, Sopir Bus Sanggar Berhati Emas
Di balik rambut gondrong serta perawakan tinggi besar itu, Anda mungkin tak akan menyangka apa yang telah dilakukan Alan selama ini di kampung halamannya. Ia membuat semua orang terpana.

Dream - Sosok seorang sopir bus bertampang sangar bak preman dengan rahasianya yang mengejutkan, tengah ramai diperbincangkan pengguna sosial media (netizen).

Dia adalah M. Saleh Yusuf atau yang akrab disapa dengan Alan. Pria asal desa Mawu, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat adalah sopir bus malam AKAP jurusan Bima-Jakarta.

Di balik rambut gondrong serta perawakan tinggi besar itu, Anda mungkin tak akan menyangka apa yang telah dilakukan Alan selama ini di kampung halamannya. Ia membuat semua orang terpana.

Sudah hampir 20 tahun ia mengelola sebuah sekolah Taman Kanak-Kanak dan Madrasah Ibtidaiyah yang didirikan murni dari kantongnya sendiri, disisihkan dari pekerjaannya sebagai supir bus malam. Hebatnya, sekolah itu gratis.

Meski hanya terbuat dari kayu dan bilik, madrasah yang dibangun Alan sangat dirasakan manfaatnya bagi warga sekitar, terutama anak-anak.

Kini, Madrasah Darul Ulum telah memiliki 100 siswa dan 15 staf pengajar. Tak puas dengan TK dan madrasah gratis yang telah ia dirikan, Alan juga berkeinginan mendirikan perguruan tinggi bagi warga sekitar desanya.

Soal profesinya sebagai sopir bus malam, Alan merasa beruntung dengan tampang sangar yang dimilikinya itu. Menurut pengakuannya, tampang sangar Alan justru banyak membantu. Sebab, sering juga ia harus menghadapi para preman beneran yang mabuk dan memalak di terminal. 

Lantaran tampang sangarnya pula, ia disegani para preman dari terminal ke terminal selama busnya singgah.

Selain Alan, ada kisah sopir lainnya yang bikin kamu takjub dengan kejujurannya, namanya Suharto....

1 dari 3 halaman

Kembalikan Uang Ratusan Juta, Sopir Taksi Panen Pujian

Kembalikan Uang Ratusan Juta, Sopir Taksi Panen Pujian

Dream - Seorang sopir yang beroperasi di wilayah Jakarta, Suharto mendapat pujian dari Warga Negara Asing (WNA) Leonard Dela Tore. Ini lantaran Suharto mengembalikan uang milik Leonard yang tertinggal di taksinya berisi uang Rp100 juta.

Kejadian ini bermula ketika Leonard dan seorang temannya menggunakan jasa taksi dengan nomor pintu SA4012 berpelat nomor B 1020 BTA yang dikemudikan Suharto pada pukul 02.00 WIB. Sopir itu mengantarkan Loenard dari AXA Tower Kuningan menuju Apartemen Sudirman Park.

Ketika turun, Leonard lupa tasnya tertinggal di dalam taksi. Begitu ingat, dia langsung menghubungi pihak Express Group.

Fulus sebanyak itu bisa saja menjadi godaan bagi siapapun yang menemukan. Tapi rupanya itu tak membuat Suharto gelap mata, meski ia tengah butuh uang untuk biaya sekolah sang anak.

Suharto menganggapnya bukan sebagai durian runtuh, melainkan sebuah cobaan. Uang itu tak ditilep sepeser pun. Dia justru buru-buru mengembalikannya ke si empunya.

2 dari 3 halaman

Inilah Tokoh Penyumbang Emas di Monas

Inilah Tokoh Penyumbang Emas di Monas

Dream - Monumen Nasional atau lebih dikenal dengan Monas, merupakan bangunan sejarah yang telah lama dijadikan tempat wisata warga ibukota Jakarta.

Bagian yang paling menarik saat melihat monas tentu bentuk paling ujung alias tertinggi yakni lidah api. Tahukah Anda siapa yang menyumbang emas yang menjadi lapisan lidah api tersebut?

Emas yang melapisi monas nerupakan sumbangan saudagar kaya asal kota Serambi Mekah bernama Teuku Markam. Ia menyumbangkan 28 dari 38 kilogram emas yang ada di Monas. Sejak usia 9 tahun ia hidup sebatang kara.

Pendidikan Markam tak begitu tinggi, Ia hanya sempat mencicipi bangku sekolah hingga kelas 4 sekolah dasar.

Perjuangan hidup Markam demi meraih kesuksesan tidaklah mudah. Berbagai rintangan Ia lewati, Teuku Markam juga mengikuti pendidikan wajib militer di Kutaraja.

Usai menyelesaikan pendidikannya di militer, Markam menjadi seorang kapten. Tak sampai disitu, sosok Markam juga sangat berpengaruh dengan perkembangan perekonomian Indonesia.

3 dari 3 halaman

Dimana Sosok Ayah dalam Kaleng Biskuit Legendaris?

Dimana Sosok Ayah dalam Kaleng Biskuit Legendaris?

Dream - Kamu tentu sudah tak asing dengan biskuit satu ini. Biskuit legendaris dengan bentuk kaleng yang khas ini biasa hadir ketika lebaran tiba.

Sesekali, kaleng itu mungkin bukan berisi biskuit tapi mungkin krupuk atau rengginang. Desain gambar pada kaleng berupa ibu dengan dua orang anak di meja makan itu sudah dipakai sejak 1971 sehingga sangat akrab di mata.

Namun pernahkah kamu bertanya sebenarnya di mana sang ayah dalam keluarga itu?

Bernardus Prasodjo selaku pembuat gambar menyebutkan, keluarga Khong Guan adalah keluarga yang harmonis. Ayahnya tidak terlihat dalam gambar karena dia sedang memotret keluarga yang disayanginya. Oww jadi gitu ya.

Beri Komentar
Indah Permatasari: Karena Mimpi Aku Hidup