JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
Para Korban First Travel Berdemo Di Depan Kantor Kemenag, Jakarta Pusat (Foto: Dream.co.id/Muhammad Ilman Nafi'an)
Dream - Gabungan jemaah umroh korban First Travel mendesak pihak terkait dan Kementerian Agama (Kemenag) mengungkap misteri aset perusahaan yang ditaksir mencapai Rp500 miliar. Dana tersebut diharapkan bisa menjadi solusi bagi jemaah yang belum bisa berangkat umroh.
" Yuk duduk bareng membicarakan skema pemberangkatan jika benar aset Rp500 miliar itu masih ada," tutur Kuasa hukum para jemaah, Riesqi Rahmadiansyah dalam aksi unjuk rasa di depan Kantor Kementerian Agama (Kemenag), belum lama ini.
Dalam aksi unjuk rasa tersebut, para jemaah meminta Kemenag membantu korban First Travel menyampaikan pada PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan) atau kejaksaan terkait aset yang masih dimiliki First Travel.
" Apakah masih ada aset yang dimiliki oleh First Travel, Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan," ujar Risieq
Risieq juga meminta Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) agar proaktif menanyakan kepemilikan aset First Travel dan pemiliknya.
Dia ingin Kemenag memantau Penundaan Kewajiban Pembatasan Utang (PKPU) yang direkomendasikan Komisi VIII.
Dalam butir pernyataan itu pula, Risieq mengkritisi peran Kemenag dalam persidangan kasus First Travel. " Sampai saat ini Kemenag tidak pernah hadir, ke mana?" ucap dia.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
