270 Juta Ton Sampah Ancam Dunia, Kemasan Ini Dilapis dari Bahan Dasar Air

Reporter : Ferdike Yunuri Nadya
Kamis, 26 Agustus 2021 12:01
270 Juta Ton Sampah Ancam Dunia, Kemasan Ini Dilapis dari Bahan Dasar Air
Meski sudah banyak kafe yang menggunakan bahan kertas sebagai gelas minuman, sebagian besar masih memakai plastik sebagai bahas pelapisan dalamnya.

Dream - Sampah kemasan plastik yang dibuang manusia setiap harinya berpotensi mengganggu kelestarian lingkungan. World Economic Forum (WEF) 2020 memperkirakan jumlah sampah plastik akan membengkak dari 260 juta ton menjadi 460 juta ton per tahun pada tahun 2030.

“ Dibutuhkan lebih dari 400 tahun untuk plastik terurai, dan itu pun sebenarnya hanya menjadi potongan-potongan kecil yang dapat mengkontaminasi kehidupan laut,” Teguh Handoko, Founder The Earthkeeper Indonesia pada konferensi virtual Kopi Membumi, Agustus 2021.

Kopi Membumi© Ferdike Yunuri Nadya/ Dream

Untuk menekan penggunaan kemasan plastik, salah satu bahan alternatif yang dipilih adalah kertas. Sayangnya, kertas kemasan makanan dan minuman yang saat ini banyak digunakan mengandung lapisan plastik di bagian dalamnya. Plastik ini berfungsi untuk menahan air ataupun cairan agar tidak tembus ke kertas.

Proses pemisahan kertas dari lapisan plastik ini justru memiliki tingkat kesulitan tinggi. Hal ini menjadi ancaman lain bagi kelangsungan lingkungan.

Penggunaan gelas kertas yang berlapis plastik juga turut meningkat ke depannya seiring dengan meningkatnya tren ngopi di kalangan kaum muda Indonesia.

Survei yang digelar oleh The Earthkeeper Indonesia terhadap penikmat kopi di Jakarta menunjukkan bahwa 6 dari 10 orang partisipan mengaku mengunjungi coffee shop kesayangannya sedikitnya satu kali dalam seminggu untuk menikmati kopi.

Dalam seminggu, mayoritas partisipan mengaku menyumbang setidaknya 1-2 sampah gelas plastik saat membeli es kopi kesukaannya.

1 dari 4 halaman

Lapisan Kemasan Berbahan Dasar Air

Mencegah penumpukan kertas berlapis plastik, produsen kertas kemasan makanan dan minuman, Foopak Bio Natura, perusahaan kopi Anomali Coffee dan organisasi lingkungan Earth Keepers Indonesia berinisiatif menghadirkan gerakan #NgopiMembumi.

Upaya yang dilakukan adalah mengampanyekan hobi ngopi melalui penggunaan kemasan makanan dan minuman yang bebas plastik, dapat didaur ulang, compostable dan biodegradable pertama di Indonesia.

Kopi Membumi© Ferdike Yunuri Nadya/ Dream

“ Untuk mewujudkan komitmen kami dalam menghadirkan kemasan yang lebih ramah lingkungan, Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas menghadirkan inovasi terbaru yaitu Foopak Bio Natura” jelas Product Manager - Foopak, Asia Pulp & Paper, Benny Chiadarma pada kesempatan yang sama.

Foopak Bio Natura merupakan kertas khusus untuk makanan minuman yang plastic-free, dapat didaur ulang (recyclable) dan dijadikan kompos (compostable) baik melalui proses industri maupun di rumah.

Kemasan Bio Natura juga terjamin food grade, tahan panas (microwaveable dan ovenable) dan hanya menggunakan bahan kertas berkualitas dari kawasan Hutan Tanaman Industri (HTI) yang rantai pasokannya juga sudah tersertifikasi baik nasional maupun internasional.

Hanya menggunakan lapisan berbahan dasar air, Foopak Bio Natura memiliki kemampuan untuk didaur ulang tanpa perlakuan khusus. Foopak Bio Natura juga telah terbukti lebih mudah diolah kembali menjadi kertas daur ulang serta lebih cepat menjadi kompos (kurang lebih 12 – 24 minggu) baik melalui proses industri maupun rumahan.

Selain lebih ramah lingkungan, produk kemasan Foopak Bio Natura juga teruji steril dari senyawa berbahaya dan bebas PFAS, Foopak juga senantiasa menjamin kehalalan produknya dengan melakukan monitoring ketat mulai dari bahan baku yang digunakan, alat produksi yang digunakan, cara penyimpanan, hingga distribusi.

2 dari 4 halaman

Mulai Ngopi dengan Kemasan Foopak Bio Natura

Anomali Coffee sebagai kurator kopi Indonesia membantu mengedukasi masyarakat Indonesia mengenai pentingnya menjadi pribadi yang lebih peduli terhadap lingkungan.

Kopi Membumi© Istimewa

“ Melalui kolaborasi #NgopiMembumi, Anomali Coffee menjadi pelaku industri F&B pertama di Indonesia yang menggunakan kemasan makanan dan minuman yang bebas plastik, dapat didaur ulang, compostable dan biodegradable,” jelas Rezha Ahmad, selaku Business Development Anomali Coffee.

Kolaborasi Foopak Bio Natura, Anomali Coffee dan The Earthkeeper Indonesia ini diharapkan mendorong penggunaan kemasan makanan dan minuman yang lebih mudah diolah kembali menjadi kertas daur ulang.(Sah)

3 dari 4 halaman

Peduli Lingkungan, Nadine Chandrawinata Bawa Tumbler Tiap Hari

Dream - Selain menjadi aktris, Nadine Chandrawinata juga dikenal sebagai aktivis lingkungan. Dia kerap terlibat sejumlah proyek kampanye konservasi lingkungan hidup, seperti pengurangan penggunaan plastik.

Ternyata, Nadine sendiri sudah terbiasa tidak menggunakan barang-barang terbuat dari plastik sekali pakai. Setiap kali bepergian, Nadine selalu membawa tumbler. 

Tumbler yang dibawa Nadine rupanya punya keunikan sendiri. Usia benda itu ternyata jauh lebih tua dibandingkan umur pemiliknya. 

" Jadi yang punya saya itu udah berumur 100 tahun pada zaman nenek moyang saya, dia punya tumblr itu tertulis di tahun 1903 di tumblr saya," kata Nadine ditemui belum lama ini di Jakarta.

Nadine Chandrawinata© Nadine Chandrawinata

foto : @nadinelist

 

4 dari 4 halaman

Tak hanya Nadine, kebiasaan yang sama juga dilakukan sang suami, Dimas Anggara. 

" Begitu juga Dimas, tapi Dimas gak ada tulisannya tapi dia pakai saat pakai pas latihan olahraga, pakai tumbler yang zaman zaman dulu orang lagi bertualang," ucapnya.

Wanita berusia 35 tahun ini ingin memberikan pesan positif kepada masyarakat, membawa botol minuman itu bukan hal kolot. Justru, kata Nadine, membawa botol minum itu menunjukkan orang lebih bertanggung jawab.

" Kita ingin menyampaikan pesan pada zaman dulu aja orang pake tumbler kita? Yang udah ada single use kok tumbler dilupakan. Bukan berarti gak boleh pakai single use, boleh, tapi kita lebih bijak saja dalam menggunakannya," kata Nadine.

" Orang pakai tumbler bukan orang yang kolot kok itu orang, artinya dia pinter kok, artinya orang itu bisa bertanggung jawab dengan apa ya dikerjakan hari itu khususnya untuk air," imbuhnya.

Beri Komentar