Pengakuan Miris Kepala BPOM, Penyidik Rangkap Jadi TU

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Senin, 8 Agustus 2016 19:13
Pengakuan Miris Kepala BPOM, Penyidik Rangkap Jadi TU
Saat ini BPOM memiliki 500 penyidik. Tapi dalam kerjanya, ada yang merangkap jadi petugas TU

Dream - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), kini tengah menjadi sorotan, terkait luputnya pengawasan kasus vaksin palsu yang sudah beredar sejak tahun 2003 dan yang terbaru beredarnya mi 'Bikini' yang tak punya izin edar.

Kepala BPOM Penny K Lukito mengatakan akan menjalankan sejumlah langkah perbaikan di instansi yang dia pimpin. Langkah tersebut akan dijalankan di pelbagai lini.

" Dalam beberapa minggu ini, saya cermati beberapa hal, dan saya ingin ada perbaikan," ucap Penny di kantor BPOM, Jakarta, Senin, 8 Agustus 2016.

Penny mengatakan pengetatan izin edar maupun produksi akan menjadi langkah awal. Ini lantaran dua izin tersebut langsung bersentuhan dengan pelaku usaha.

Langkah selanjutnya, kata Penny, peningkatan jumlah sumber daya manusia. Langkah ini akan dijalankan terutama terkait tenaga penyidik.

" Saat ini kan ada sekitar 500 penyidik, tapi dalam kerjanya ada yang merangkap jadi tata usaha (TU), nah ini kan harus tertib," kata dia.

Jika sumber daya manusia sudah dapat dikelola dengan baik, tutur Penny, maka pelayanan publik diharapkan dapat lebih efektif dan efisien. Dengan begitu, informasi yang disampaikan dapat tersalurkan dengan baik sampai ke tingkat paling bawah.

" Budaya kinerja, sejak awal kami dilantik saya coba terus dorong, terus respon dengan cepat, kurang dari tiga bulan ini isiu-isu ini kami ungkap," ujar dia.

Penny berucap selain budaya kinerja, dia juga akan mengedepankan budaya kerja transparan dan responsif. BPOM juga akan memperkuat kemitraan.

" Pengawasan obat dan makanan tidak bisa dilakukan oleh BPOM saja, data-data dari BPOM banyak sekali yang tidak ditindaklanjuti karena kurangnya kerjasama," ucap Penny.

Beri Komentar
Bukan Pertama Kali, Ini Deretan Kebrutalan Anjing Milik Bima Aryo