Survei: Dulu Coblos Prabowo, 55 Persen Pemilihnya Kini Bilang Ogah
5 Minuman yang Sebaiknya Dihindari Setiap Hari Jika Ingin Mengurangi Gula
Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A
Mengapa AC Mobil Listrik Tetap Bisa Aman Menyala Meski Mesin Mati?
Mengapa Ada Orang yang Lebih Sering Mengalami Efek Samping Vaksin? Studi Ungkap Penyebabnya
Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan
8 Makanan yang Bisa Redakan Ngidam Makanan Manis Lebih Baik daripada Permen, Menurut Ahli Gizi
Aroma Parfum yang Lagi Tren Ini Ternyata Bisa Bantu Tidur Lebih Nyenyak, Studi Ungkap Rahasianya
Makna Kalimat Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Roji'un Dan Keutamaan Mengucapkannya (Foto Ilustrasi: Shutterstock.com)
Dream - Kalimat Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun biasanya sering diucapkan umat Islam saat mendengar orang yang meninggal dunia atau mengalami musibah. Kalimat tersebut disebut juga dengan kalimat istirja' atau kalimat tarji' yang berarti mengembalikan kepada Allah SWT.
Makna dari kalimat istirja' ini tidaklah sesederhana meski hampir semua muslim bisa menghapalnya di luar kepala. Sepintas ada makna kesabaran yang ditunjukkan oleh orang yang mengucapkannya karena tertimpa suatu musibah.
Tak hanya kematian, musibah yang datang bisa berupa kecelakaan, bencana alam, hingga hilangnya harta karena dicuri. Harus diakui kalimat istirja' selama ini dianggap hanya diucapkan sebagai tanda berduka saat ada orang meninggal.
Nah, berikut adalah penjelasan tentang kapan pengucapan kalimat istirja' yang tepat dan keutamaannya sebagaimana dirangkum Dream melalui berbagai sumber.
Kalimat istirja' tidak hanya diucapkan saat ada orang yang meninggal dunia saja. Tetapi ada beberapa kejadian lainnya yang disarankan untuk mengucapkan kalimat tersebut. Berikut adalah beberapa waktu yang tepat untuk mengucapkan kalimat istirja':
Umat Islam disunahkan untuk mengucapkan kalimat istirja' saat mendengar atau melihat musibah. Baik yang dialami oleh diri sendiri maupun orang lain. Dengan mengucapkan kalimat istirja', hal ini akan mengingatkan seseorang dengan kesabaran.
Selain itu juga akan menyadarkan bahwa diri ini adalah milik Allah SWT dan kelak akan kembali kepada-Nya. Setelah mengucapkan kalimat istirja', sahabat Dream bisa melanjutkannya dengan membaca doa saat tertimpa musibah.
Mungkin sebagian besar umat Islam menganggap bahwa kalimat istirja' diucapkan saat ada saudara muslim yang meninggal dunia. Namun, kalimat ini juga bisa diucapkan saat ada umat non muslim yang meninggal dunia.
Hal ini karena kalimat istirja' bukanlah doa, tetapi pengakuan bahwa diri ini adalah milik Allah SWT dan kelak akan kembali kepada-Nya. Ibnu Katsir pun menjelaskan dalam tafsirnya:
“ Ucapan ini menanamkan di dalam hati mereka suatu pengakuan yang menyatakan bahwa diri mereka adalah hamba-hamba-Nya dan mereka pasti akan kembali kepada-Nya di hari akhirat nanti. Karena itulah maka Allah memberitahukan tentang pahala yang akan Dia berikan kepada mereka sebagai imbalan dari hal tersebut.”
Mengucapkan kalimat istirja' sangatlah baik, bahkan memiliki keutamaan yang luar biasa. Berikut adalah beberapa keutamaan mengucapkan kalimat istirja' yang perlu sahabat Dream ketahui:
Orang yang mengucapkan kalimat istirja' membuktikan bahwa dirinya adalah orang yang bersabar, terutama saat ditimpa musibah. Ia sadar bahwa musibah tidak bisa dihadapi dengan tangisan saja, tetapi juga kesadaran bahwa dirinya adalah milik Allah SWT dan kelak akan kembali kepada-Nya juga. Hal ini dijelaskan dalam firman-Nya melalui surat Al-Baqarah ayat 155 - 156:
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ . الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ
Artinya: " Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “ Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun.” (QS. Al Baqarah: 155-156)
Ada banyak cara yang bisa dilakukan umat Islam untuk mendapatkan pahala, salah satunya adalah dengan mengucapkan kalimat istirja'. Hal tersebut dijelaskan dalam surat Al-Baqarah ayat 156. Di mana ayat tersebut ditafsirkan oleh Ibnu Katsir sebagai berikut:
“ Yakni mereka menghibur dirinya dengan mengucapkan kalimat istirja’ manakala mereka tertimpa musibah dan mereka yakin bahwa diri mereka adalah milik Allah. Dia memperlakukan terhadap hamba-hamba-Nya menurut apa yang Dia kehendaki. Mereka meyakini bahwa Allah tidak akan menyia-nyiakan pahala di sisi-Nya seberat biji sawi pun kelak di hari kiamat.”
Orang yang mengucapkan kalimat istirja' akan mendapatkan maiyatullah. Apa itu maiyatullah? Maiyatullah adalah kebersamaan Allah SWT. Di mana Allah SWT akan selalu ada bersama dan mengawasi setiap makhluk-Nya. Hal ini dijelaskan dalam firman-Nya melalui surat Al-Baqarah ayat 153:
إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ
Artinya: " Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar." (QS. Al-Baqarah : 153)
Keutamaan berikutnya dari mengucapkan kalimat istirja' adalah bisa mendapatkan keberkahan. Bahkan keberkahan tersebut akan didapatkan dengan sempurna. Sebagaimana dijelaskan dalam surat Al-Baqarah ayat 157:
أُولَئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ
Artinya: " Mereka itulah yang mendapat keberkahan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk." (QS. Al Baqarah: 157)
Kata sholawat di atas mungkin dianggap sebagian besar orang diperuntukkan bagi Nabi Muhammad saw. Namun sholawat sendiri adalah tiga macam, yakni sholawat dari Allah SWT, dari malaikat, dan dari manusia.
Jadi, sholawat dari Allah SWT kepada manusia yang selain Nabi Muhammad saw memiliki makna rahmat, kemuliaan, dan keberkahan.
Mengucapkan kalimat istirja' bisa mendatangkan petunjuk dari Allah SWT kepada orang yang mengatakannya. Petunjuk dari Allah SWT sangatlah istimewa. Karena kita akan diarahkan pada iman dan kebenaran. Dengan begitu, jalan kita tidak akan tersesat atau keluar dari apa yang disyariatkan dalam Islam.
Keutamaan luar biasa dari mengucapkan kalimat istirja' adalah bisa mendapatkan ganti yang lebih baik. Hal ini pun dijelaskan dalam sabda Nabi Muhammad saw:
" Tidaklah seorang hamba tertimpa musibah lalu ia mengatakan (yang artinya): 'Sesungguhnya kami ini milik Allah dan akan kembali kepada-Nya. Ya Allah, berilah balasan pahala atas musibahku ini dan gantilah dengan yang lebih baik' melainkan Allah memberinya pahala atas musibah tersebut dan mengganti kehilangannya dengan sesuatu yang lebih baik." (HR. Muslim)
Advertisement
Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan

Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai

Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane


3 Kebiasaan Olahraga yang Sebaiknya Mulai Dilakukan Saat Usia Paruh Baya agar Tetap Bugar

Dengarkan Musik yang Tenang Saat Makan, Studi Ungkap Pengaruhnya pada Pilihan Makanan

9 Cara Aneh yang Pernah Dilakukan Manusia untuk Menghindari Wabah Pes

Bukan Sekadar Hantu, Teror Rambut Sewu Berawal dari Dendam Keluarga

Survei: Dulu Coblos Prabowo, 55 Persen Pemilihnya Kini Bilang Ogah

5 Minuman yang Sebaiknya Dihindari Setiap Hari Jika Ingin Mengurangi Gula

Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A