Perusuh 22 Mei Dibayar Rp6 Juta

Reporter : Maulana Kautsar
Rabu, 22 Mei 2019 14:34
Perusuh 22 Mei Dibayar Rp6 Juta
"Mereka mengaku ada yang membayar dan kemudian kita lihat sebagian dari pelaku yang melakukan aksi anarkis ini memiliki tato," kata Tito.

Dream - Polisi menyita amplop dari sejumlah orang yang ditangkap saat terjadi kerusuhan di beberapa wilayah Jakarta, Rabu dinihari, 22 Mei 2019. Amplop-amplop itu berisi uang.

" Yang diamankan ini kita lihat termasuk di depan Bawaslu juga ditemukan di mereka amplop uang yang berisi uang total kurang lebih Rp6 juta terpisah amplop-amplopnya," kata Kapolri, Jenderal Polisi Toto Karnavian, di Jakarta.

Menurut Tito, orang-orang yang ditangkap dalam kerusuhan itu mengaku dibayar. Namun, Tito tidak menyebut pihak yang membayar para perusuh tersebut.

" Mereka mengaku ada yang membayar dan kemudian kita lihat sebagian dari pelaku yang melakukan aksi anarkis ini memiliki tato. Nanti bisa dilihat sendiri," tambah dia.

1 dari 1 halaman

Datang, Langsung Serang

Berdasarkan hasil pemeriksaan, Tito menyebutkan bahwa kelompok perusuh ini berbeda dengan massa pendemo yang menggelar aksi di depan kantor Baawaslu pada Selasa siang. Kelompok perusuh ini datang setelah massa pendemo di Bawaslu bubar.

Dia menambahkan, sekitar pukul 22.30 WIB atau 23.00 WIB sekelompok pemuda, dengan jumlah sekitar 300 orang, mendatangi Bawaslu dari arah Tanah Abang.

Para pemuda itu langsung melempari aggota polisi yang berjaga di Bawaslu dengan alat-alat membahayakan. " Ada batu besar, conblock, kemudian bom molotov dan petasan," tutur Tito.

Beri Komentar
Nggak Ribet, Ini Cara Merawat Hijab Ala Prilia Nur Afrida