Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Mendikbud Nadiem Makarim (Liputan6.com)
Dream - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan kembali memberikan bantuan subsidi kuota internet bagi siswa, mahasiswa, guru dan dosen mulai Maret hingga Mei 2021.
" Kami akan melanjutkan kebijakan kuota ini selama tiga bulan ke depan mulai dari bulan ini, yaitu Maret 2021," kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim dalam siaran daring, Senin 1 Maret 2021.
Menurut Nadiem, langkah ini diambil kembali lantaran kebijakan subsidi kuota internet menjadi satu dari sekian program Kemendikbud, yang banyak menuai respons positif di tengah masyarakat.
Respon positif yang dimaksud berdasarkan dari hasil survei internal yang dilakukan Kemendikbud. Nadiem bercerita, sebesar 84,7 persen menilai program ini sebagai langkah tepat untuk menjawab krisis Covid-19 dalam dunia pendidikan.
" Dan sebanyak 85 persen dari responden menilai, program internet gratis ini meringankan beban ekonomi orang tua dari pelajar mahasiswa dalam membeli paket internet," jelas Nadiem.
Namun, dia menuturkan, ada perbedaan dari periode sebelumnya. Semisal dari keluwesan akses kuota data internet.
Menurut Nadiem. selama ini pihaknya kerap mendengar keluhan dari sejumlah pihak untuk meningkatkan jumlah situs yang dapat diakses menggunakan kuota dari bantuan tersebut.
" Jadi di tahun 2021 kita akan memberikan kuota tapi dengan kuota lebih kecil dari kuota belajar sebelumnya, tetapi kuota ini merupakan kuota umum. Jadinya bisa digunakan untuk mengakses seluruh laman dan aplikasi, kecuali aplikasi-aplikasi yang diblokir, yaitu aplikasi permainan dan juga sosmed seperti Facebook, TikTok dan misalnya Instagram," kata dia.
Namun untuk Youtube, Nadiem memperkenankan kuota belajar ini dipakai guna mengakses video dalam laman berbagi video itu.
Pasalnya ia mendengar banyak konten pembelajaran yang diunggah melalui situs tersebut.
Adapun besaran kuota yang diperoleh adalah sebagai berikut:
1. Siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) besaran kuota 7 gigabyte per bulan.
2. Siswa SD/SMP/SMA besaran kuota 10 gigabyte per bulan.
3. Guru PAUD/SD/SMP/SMA besaran kuota 12 gigabyte per bulan.
4. Mahasiswa/Dosen besaran kuota 15 gigabyte per bulan.
Bantuan ini akan disalurkan mulai setiap bulannya mulai tanggal 11 hingga 15.
" Jadi untuk yang pertama bulan ini sekitar tanggal 11 selama tiga bulan ke depan. Dan kuota itu seperti bisa akan berlaku selama 30 hari sejak kuota itu diterima," kata Nadiem.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya