Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kondisi Balaroa Yang Rusak Berat (Foto: Ilman/ Dream)
Dream - Gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah seolah tak cukup memberikan duka bagi warga Palu. Setelah bencana hebat, warga Petobo dan Donggala mengalami fenomena likuifaksi. Fenomena itu terjadi karena tanah kehilangan kekuatannya.
Diduga, ada ribuan rumah yang amblas ditelan lumpur di dua wilayah itu. Satu bulan pasca musibah terjadi, wilayah tersebut luluh lantak.
Di tengah keheningan siang bolong, terdengar teriakan Tamsir Sikopo membuat orang-orang yang sedang mencari harta sisa di Balaroa mendekat.
" Hei cepat-cepat, ada bantuan. Cepat itu bantuan dari TNI bawa," kata Tamsir, Sabtu 27 Oktober 2018.
Terlihat, ia memikul satu paket sembako dengan isi beras dan mie instan dan biskuit. Tamsir mengaku, tiga jenis makanan itu diberikan untuk satu keluarga di pengungsian.
Setiap hari, pria berusia 60 tahun itu tak kenal lelah mencari barang berharga di sekitar rumahnya yang kini telah bergesekan dari posisi awalnya berdiri.
Hari demi hari usahanya membuahkan hasil. Ijazah dan surat-surat penting berhasil ditemukan. Raut wajahnya nampak tersenyum saat menceritakan hal itu.
" Tiap hari ke sini, ambil surat-surat, ijazah. Sebelum ada rencana perataan (dari pemerintah)," ucap dia.
Selain warga asli Balaroa, nampak juga para pemulung yang mengambil besi, seng dari sisa bangunan yang telah hancur.
Selain itu, ada Hamid warga Petobo yang tengah sibuk mengambil spare part mobilnya yang kondisinya sudah ringsek. Apa saja ia ambil asalkan memiliki nilai untuk dijual, mulai dari ban hingga setir mobil.
" Lumayan lah, dari pada diambil sama orang," ujar Hamid.
Kemudian ada juga warga yang membawa mobil bak terbuka mengangkut kayu-kayu bekas rumah yang hancur. Serupa di Balaroa, para pemulung juga banyak terlihat sambil memungut barang-barang yang bisa dijual.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya