Mengapa Tsunami Palu Begitu Dahsyat? Ini Penjelasan Ilmuwan

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 5 Oktober 2018 11:00
Mengapa Tsunami Palu Begitu Dahsyat? Ini Penjelasan Ilmuwan
Dalam kacamata ilmuwan, seharusnya gempa Palu menimbulkan tsunami kecil bahkan tidak ada sama sekali.

Dream - Gempa dan tsunami yang menghantam Palu, Sulawesi Tengah, dan sekitarnya membuat dunia terkaget-kaget. Para ilmuwan bahkan sampai tercengang.

Sebab, dampak yang timbul akibat gempa tersebut terjadi di luar perkiraan, bahkan tidak lazim. Tsunami di Palu dalam kacamata para ilmuwan seharusnya kecil, bahkan tidak terjadi.

Ini lantaran gempa muncul disebabkan sesar atau gesekan strike-slipe. Sesar ini memiliki karakter pergerakan horizontal sehingga kecil kemungkinan memicu tsunami.

Berbeda dengan sesar thrust, yang memiliki karakter gesekan vertikal. Sesar ini bisa menimbulkan dorongan air ke atas dan menimbulkan tsunami.

Penjelasan ini menimbulkan pertanyaan mengapa tsunami bisa terjadi? Malah gelombang yang muncul cukup besar dan menimbulkan kerusakan dahsyat.

1 dari 3 halaman

Bentuk Teluk Sempit dan Mendangkal

Pakar gempa dari Institut Ilmu Bumi di Grenoble, Prancis, Anne Socquet, menjelaskan, salah satu sebabnya adalah bentuk teluk. Socquet merupakan ilmuwan yang cukup lama meneliti kawasan perairan Palu dan Donggala.

" Bentuk teluk berperan besar dalam meningkatkan ukuran gelombang," ujar Socquet, dikutip dari Channel News Asia.

Palu berada di kawasan teluk yang menyempit. " Teluk seperti itu menjadi seperti corong tempat masuknya gelombang tsunami," kata Socquet.

Teluk yang sempit dan mendangkal membuat air mendapat dorongan dari bawah. Kemudian air memenuhi seluruh sisi teluk.

2 dari 3 halaman

Lokasi Gempa yang Dangkal

Pakar tektonik dari Departemen Ilmu Bumi Universitas Oxford, Baptiste Gombert, menyebutkan faktor lain yang turut memengaruhi besarnya tsunami di Palu. Faktor yang dimaksud Gombert adalah ukuran dan lokasi gempa.

Menurut dia, gempa yang terjadi di Palu tergolong besar. Selain itu, pusat gempa berada di lokasi yang dangkal. " Sehingga memicu pergeseran dasar laut lebih besar," kata dia.

Yang lebih mengerikan, pecahnya gelombang terjadi di dekat daratan. Sehingga tinggi gelombang belum surut meskipun sudah berada di darat.

3 dari 3 halaman

Longsoran Bawah Laut

Faktor terakhir adalah bukti tidak langsung terjadi longsor di dasar laut. " Gempa kemungkinan menimbulkan longsoran di bawah laut, dekat mulut teluk atau bahkan di dalam teluk," kata ilmuwan dari Fakultas Teknin dan Sains Universitas Curtin, Australia Barat, Jane Cunneen.

Seluruh ini penjelasan ini memberikan gambaran tentang bagaimana terjadinya tsunami di Palu yang dahsyat, sementara tidak begitu besar di daerah-daerah lainnya.

" Peristiwa seperti itu sangat sulit diprediksi dengan sistem peringatan dini tsunami kami, yang bergantung pada dugaan magnitudo dan lokasi gempa," ucap Cunneen.

Beri Komentar
Pengakuan Mencengangkan Aulia Kesuma, Dibalik Rencana Pembunuhan Suami dan Anak Tirinya