Nasib 12 Ribu Koper First Travel yang Tak Disita Negara

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Selasa, 31 Juli 2018 13:02
Nasib 12 Ribu Koper First Travel yang Tak Disita Negara
Bahkan secara mengejutkan ada satu aset First Travel berupa mobil malah berkeliaran di jalanan.

Dream - Penyitaan sejumlah aset biro perjalanan umroh First Travel belakangan memunculkan banyak pertanyaan. Sebab, data aset yang disita dianggap masih simpang siur dan nilainya masih belum diketahui.

Kuasa hukum terdakwa Andika Surachman, Muhammad Akbar, mengatakan jumlah pasti aset yang sudah disita ada di berkas P21. Sementara, Akbar mengaku hingga saat ini belum mendapat salinan berkas tersebut dari kejaksaan.

Bahkan secara mengejutkan ada satu aset First Travel berupa mobil malah berkeliaran di jalanan. Hal itu semakin menimbulkan kecurigaan terkait proses penyitaan tersebut.

" Pihak kejaksaan ada yang menyatakan bahwasanya ada sistem pinjam pakai, tentu ini menjadi pertanyaan selaku kuasa hukum apakah sistem pinjam pakai dibuatkan berita acaranya," ujar Akbar di Depok, Jawa Barat, Senin 30 Juli 2018.

Gudang penyimpanan koper first travel© dream.co.id

Jika memang ada berita acaranya, Akbar meminta agar salinan dokumen tersebut juga diberikan kepada tim kuasa hukum Andika.

" Kalau ada tolong diserahkan kepada kami, karena apakah itu bisa menjadi tanggung jawab kejaksaan, apakah aset itu tidak akan hilang, akan dirawat," ucap dia.

Selain itu, kata Akbar, ada juga aset yang diduga tidak disita oleh negara berupa koper. Ribuan koper tersebut disimpan di gudang milik Amir T Latuconsina selaku kuasa Andika untuk bidang aset First Travel yang terletak di daerah Depok, Jawa Barat.

" (Koper di gudang) ada sekitar 12 ribu," kata dia.

Koper itu disimpan di tiga belas ruang di gudang tersebut. Selain koper, di dalamnya juga ada kain ihram, mukena, buku panduan umroh dan beberapa perlengkapan lain.

Guda© dream.co.id

Kuasa hukum jemaah korban First Travel, Riesqi Rahmadiansyah, mengatakan jika memang koper itu tidak masuk dalam sitaan, pihaknya akan memberikan kepada jemaah.

" Kalau memang bukan sitaan akan kita ambil, berikan ke jemaah, lumayan Rp800 ribu kalau dijual. Tapi kan ini kita enggak tahu (sitaan atau bukan). Kan berkas P21-nya enggak ada," ujar Riesqi.

Pemilik gudang, Amir, meminta koper-koper itu agar dapat diserahkan kepada jemaah. Ini agar para calon jemaah dapat berangkat ke Tanah Suci menjalankan umroh.

" Keluarin dong Andika, pemerintah. Biar kami bisa berangkat," kata Amir. (ism)

Beri Komentar