5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Salah Satu Dai Indonesia, Habib Ahmad Al Habsyi
Dream - Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan membuat kesepakatan tentang peta dakwah untuk para da'i. Data ini nantinya akan menjadi bahan syiar agama yang bisa diakses secara online untuk para da'i di seluruh Tanah Air.
" MUI ingin menata dakwah yang akan menjadi kesepakatan ormas islam, di antaranya berkenaan etika, metode dan materi," kata Ketua Komisi Dakwah MUI, Cholil Nafis, dikutip Dream dari laman resmi MUI, Jumat 5 September 2014.
" Kita mengupayakan bisa diunggah secara online khusus untuk para da’i, mereka bisa diberi password untuk dbuka," tambah dia.
Cholil menambahkan, peta dakwah itu berkaitan dengan tempat, paham keagamaan masyarakat, dan potensi konflik keagamaan di suatu lokasi. Sehingga, ketika seorang da’i berceramah di suatu tempat mereka mengetahui apa yang harus dibicarakan dan tidak malah menjadi kontra produktif.
Dia mencontohkan, ketika seorang penceramah mengisi acara di basis Muhammadiyah menyampaikan materi Nahdlatul Ulama (NU), tentu tidak tepat. Begitu pula sebaliknya. " Ini akan memperkaya data para da’i, dan da’i pun tidak salah ceramah," kata dia.
Pemetaan dakwah itu akan memuat misalnya, masyarakat di suatu tempat banyak penganut agama apa, paham apa, dan bagaimana kondisinya. Sehingga dengan data ini da'i bisa menyampaikan materi dakwah yang tepat. " Nanti online secara nasional, diperkirakan 2015 akan selesai, ketika dakwah tidak berbasis data, maka dakwahnya pasti ngawur," ujar Cholil.
Tak hanya membuat peta dakwah. Cholil menyebut, Komisi Dakwah juga akan membuat semacam panduan dakwah yang fokus pada dakwah kebangsaan. Misalnya bentuk dakwah dalam konteks nasional. Ini nanti akan menjadi acuan dan kesepakatan tokoh Islam dan masyarakat dalam berdakwah.
Komisi Dakwah MUI secara rutin juga akan menggelar ceramah khusus diikuti oleh para penceramah. Di sinilah kode etik bagi para da'i akan disampaikan dan dibahas. " Nanti ada diskusi bulanan yang membahas isu aktual, termasuk materi dakwah," tutur dia.
" Nanti juga ada pengajian yang bukan untuk umum, tetapi untuk para usatidz, baik itu mereka yang biasa di masjid maupun yang di media, kita akan bicara soal dakwah dan tantangannya di era modern ini," tambah Cholil.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?