Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Wisma Atlet (Merdeka.com/Iqbal Nugroho)
Dream - Polisi menetapkan pasien Covid-19 di Wisma Atlet sebagai tersangka. Pasien tersebut dijerat dengan Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik karena telah menyebarkan chat mesum hubungan sejenis dengan salah satu perawat di Wisma Atlet.
" Pasiennya yang jadi tersangka, dia bakal dijerat UU ITE," ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Burhanuddin, dikutip dari Merdeka.com, Rabu 30 Desember 2020.
Menurut Burhanuddin, penetapan tersangka tersebut berdasarkan temuan gelar perkara beberapa waktu lalu. Hasilnya, pasien tersebut memenuhi unsur pidana.
Meski sudah ditetapkan sebagai tersangka, pasien yang bersangkutan belum diperiksa. Polisi masih menunggu pasien tersebut sembuh dari Covid-19.
" Iya, belum diperiksa. Nanti setelah dia sembuh baru kita periksa," ucap Burhanuddin.
Untuk petugas medis, pihaknya belum menetapkan tersangka. " Perawat belum kita jadiin tersangka," kata Burhanuddin.
Sumber: Merdeka.com/Nur Habibie
Dream - Polres Metro Jakarta Pusat menaikkan status dugaan kasus hubungan sesama jenis yang melibatkan pasien Covid-19 dan perawat di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet dari penyelidikan ke penyidikan. Pelaku ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik.
" Kami sudah lakukan gelar perkara dan kasus ini sudah kami naikkan menjadi status sidik. Saat ini kami masih mengumpulkan bukti-bukti dan memeriksa sejumlah saksi atas kasus ini," ujar Kapolres Metro Jakarta Pusar, Komisaris Besar Heru Novianto, dikutip dari laman Humas Polri.
Heru mengatakan, penyidik telah memeriksa tenaga kesehatan yang tersangkut masalah tersebut. Tenaga kesehatan tersebut mengakui sudah berhubungan intim sesama jenis dengan salah satu pasien yang menjalani isolasi di RSD Wisma Atlet.
" Untuk kapan melakukannya masih belum diketahui. Akan tetapi, jelas bahwa perawat itu menyatakan melakukan (hubungan sesama jenis dengan pasien)," kata Heru.
Saat ini, penyidik tengah mendalami berapa lama praktik menyimpang itu dilakukan keduanya. Dalam kasus yang terungkap, hubungan tersebut dilakukan di kamar mandi.
" Keduanya melakukan seks menyimpang itu di kamar mandi ruang perawatan," ucap Heru menerangkan.
Kasus ini bermula dari adanya laporan seorang staf Wisma Atlet yang mengetahui melihat gambar percakapan bernada mesum tersebar di media sosial. Laporan tersebut diterima Polres Metro Jakarta Pusat pada Sabtu malam, 26 Desember 2020.
Para pelaku terancam dijerat dengan Pasal 36 Undang-undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dan Pasal 45 ayat 1 UU ITE. Ancamannya yaitu 10 tahun penjara.
Advertisement
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia