Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Bakti Bawono Adisasmito.
Dream - Pemerintah telah memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di sejumlah daerah di Jawa-Bali hingga 8 Februari 2021. PPKM diharapkan bisa berdampak signifikan pada pengendalian wabah Covid-19 di Tanah Air.
Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Bakti Bawono Adisasmito, mengatakan dalam beberapa pekan terakhir perkembangan peta zonasi risiko Covid-19 belum menunjukkan perubahan signifikan. Diharapkan perpanjangan PPKM bisa menjadi solusi dalam menekan angka penyebaran.
Wiku melaporkan terdapat 73 kabupaten kota yang wajib menerapkan PPKM. Per 17 Januari 2021, terdapat 39 kabupaten kota masuk zona merah, 30 kabupaten kota masuk zona oranye, 4 kabupaten kota masuk zona kuning.
" Hal ini menandakan bahwa kebijakan intervensi pembatasan kegiatan di Pulau Jawa dan Bali, masih harus terus dioptimalkan. Kita masih memiliki harapan besar pada intevensi pembatasan kegiatan ini," ujar Wiku.
Dia mengatakan penerapan intervensi PPKM membutuhkan waktu agar hasilnya bisa terlihat. Hasil baru akan tampak setelah pekan ketiga sejak PPKM berlaku.
Wiku menegaskan jika diterapkan secara disiplin dan serius, maka peta zonasi risiko akan bergeser ke arah yang lebih baik.
" Apabila tidak, maka kita akan terus memperpanjang periode pembatasan kegiatan ini terus menerus agar menjadi efektif sampai waktu yang tidak bisa diprediksi," ucap Wiku.
Lebih lanjut, Wiku menjelaskan kunci memperbaiki penanganan Covid-19 adalah dengan meningkatkan PCR di laboratorium dan memperluas cakupan penelusuran kontak erat.
Sedangkan bagi daerah yang masih kesulitan menjalankan pemeriksaan PCR, dapat menggunakan rapid test antigen terlebih dahulu sebagai upaya screening dan deteksi dini.
Selain itu, peningkatan kualitas pelayanan kesehatan juga menjadi kunci keberhasilan dalam meningkatkan kesembuhan dan mencegah kematian. Juga dapat mempengaruhi peta zonasi risiko ke arah lebih baik.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya