Cara Asyik Anak Mempelajari Perkembangan Alat Transportasi Udara

Reporter : Iwan Tantomi
Minggu, 24 Januari 2021 14:00
Cara Asyik Anak Mempelajari Perkembangan Alat Transportasi Udara
Ada banyak keseruan yang didapatkan anak-anak selama mengikuti kegiatan belajar daring dari rumah ini.

Apakah di daerahmu ada bandara? Pernahkah kamu naik pesawat? Pertanyaan-pertanyaan tersebut bukan sesuatu yang asing, karena anak-anak bakal mendapatkannya saat belajar tentang transportasi udara. Begitu halnya dalam episode 4 dari program belajar dari rumah melalui TVRI yang dihadirkan oleh Kemendikbud.

Di episode kali ini, anak kelas 4 dan 5 dikenalkan beragam pengetahuan baru seputar transportasi udara. Dengan sistem pembelajaran tematik dan interaktif, anak-anak di rumah pun banyak mendapatkan keseruan selama mengikuti kegiatan belajar daring dari rumah ini.

1 dari 2 halaman

Cara Asyik Anak Mempelajari Perkembangan Alat Transportasi Udara

Kemendikbud© Kemendikbud

Dipandu Kak Kafi dan Angel, siswa kelas 4 dikenalkan dengan perkembangan alat transportasi. Menariknya, ternyata ada ada empat gaya yang membuat pesawat dapat terbang stabil di udara.

Satu gaya angkat, udara yang melalui atas sayap pesawat dan sudut saya mengalir lebih cepat dari pada aliran udara di bawahnya, sehingga bisa menggerakkan pesawat ke atas. Sayang pesawat ini dibuat meniru sayap burung lho. Gaya angkat ini diwujudkan dalam bentuk sayap pesawat yang juga serupa sayap burung.

Kedua, ada gaya dorong yang dihasilkan dari baling-baling. Akan tetapi, saat sudah melaju harus mengalami gaya ketiga, yaitu gaya hambat yang terjadi akibat gesekan pesawat dengan udara. Gaya hambat ini sengaja dihasilkan dari bentuk pesawat, supaya bisa mendapatkan kecepatan yang diinginkan. Keempat adalah gaya gravitasi yang menarik pesawat ke bagian bawah, supaya bisa turun lagi.

Kemendikbud© Kemendikbud

Tak hanya itu, anak-anak juga dikenalkan dengan aerodinamika, yaitu ilmu yang mempelajari gerak fluida atau udara. Ilmu itulah yang diterapkan pada pesawat, sehingga bisa terbang dengan aman di udara. Anak-anak kelas 4 juga diminta menulis nama-nama bandara yang dekat dengan tempat tinggal.

Kelas makin seru dengan games tebak angka pada spidometer. Selain itu, anak-anak juga dikenalkan dengan bangun geometri yang ditemukan pada pesawat. Bangun tersebut adalah segi empat yang bisa dijumpai pada ekor pesawat hingga pintu pesawat. Persegi menjadi bangun geometri paling istimewa karena punya sudat 90 derajat. Menariknya, jika dijumlahkan hasilnya 360 derajat lho.

2 dari 2 halaman

Anak Kelas 5 Diajak Belajar Lebih Lengkap tentang Transportasi Udara

Kemendikbud© Kemendikbud

Tak perlu bersedih jika belum pernah datang ke bandara atau naik pesawat, karena Kak Kinan bersama Tarida dan papanya Imanuel, akan menceritakan bagaimana pengalaman naik pesawat pertama kali.

Menurut Tari, naik pengalaman naik pesawat pertama kali itu menyeramkan, karena tak biasa dengan guncangan atau turbulensi. Namun, papanya meyakinkan jika pesawat dirancang dengan teknologi canggih, sehingga tak perlu khawatir selama mengenakan sabuk pengaman.

Di episode ini pula, anak kelas 5 dikenalkan dengan beberapa kosa kata yang berkaitan dengan transportasi udara, seperti seatbelt, take off, turbulensi, bandara serta landasan. Selain itu, anak-anak juga dikenalkan dengan nama-nama bandara yang ada di Indonesia.

Menariknya, sebagian besar bandara ini ada di dekat ibu kota provinsi, dengan penamaan menggunakan nama pahlawan, tokoh nasional, tokoh lokal serta nama daerah. Bukan tanpa alasan, melainkan tujuannya agar lebih mudah diingat. Selain itu, penggunaan nama tersebut, agar masyarakat juga makin kenal dengan pahlawan, tokoh maupun nama daerah tempat bandara berdiri.

Kemendikbud© Kemendikbud

Pembelajaran pun makin lengkap, karena anak-anak dikenalkan dengan beragam istilah bunyi yang berkaitan dengan kendaraan, seperti berderit, mendecit, mendesing, meraung dan menderu. Bersama Gilang dan Thomas, anak-anak diajak mengenal sifat-sifat balok, serta menemukan jarring-jaring balok dengan membuat bus serupa bangun tersebut.

Benar-benar seru dan lengkap bukan? Program belajar dari rumah melalui TVRI ini pun tak hanya sekali, tetapi hadir dalam beberapa episode. Setiap episodenya bisa disaksikan setiap hari Senin-Jumat pada jam 10.00 – 10.30 WIB untuk kelas 4 SD dan sederajat, serta pada jam 10.30 – 11.00 WIB untuk kelas 5 SD dan sederajat.

Beri Komentar