Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Merdeka.com)
Dream - Seorang narapidana asal Palestina, Maher Deeb Saasa, dilaporkan meninggal dunia di sel tahanan Isareal, Rabu 20 Januari 2021. Menurut laporan, penyebab kematiannya tidak diketahui.
Mengutip aporan Anadolu Agency, Jumat 22 Januari 2021, Komisi Urusan Tahanan dan Mantan Tahanan Palestina (PPS) mengatakan, sebelum meninggal ayah enam anak berusia 45 tahun itu sempat menerima suntikan vaksin virus corona pada Selasa, 19 Januari 2021.
Layanan penjara Israel di Qalqilah yang pertama kali mengumumkan kematiannya pada Rabu 20 Januari 2021 mengatakan bahwa Saasaa selama ini memang telah menderita beberapa penyakit kronis.
Menindaklanjuti kasus tersebut, Otoritas Israel telah memberi tahu pihak keluarga Saasaa bahwa mereka akan melakukan otopsi untuk mengetahui penyebab pasti kematiannya.
" Kami menyiapkan laporan rinci tentang situasi kesehatan bagi para tahanan di penjara Israel, dan kami akan mengirimkannya melalui Kementerian Luar Negeri untuk organisasi hak asasi manusia untuk melakukan upaya melindungi narapidana Palestina," kata Qadri Abu-Baker, kepala dari komisi tahanan itu.
Sementara pihak keluarga mengaku bahwa Saasaa tidak mendapatkan pelayanan medis yang memadai selama ditahan lebih dari 15 tahun di dalam penjara Israel.
Sumber: aa.com
Dream - Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (KIPI) sejauh ini telah menerima 30 laporan mengenai kejadian ikutan atau efek samping dari penyuntikan vaksin Covid-19. Tetapi, rata-rata gejala yang terjadi tergolong ringan dan tidak ada reaksi serius hingga membutuhkan perawatan.
" Dari laporan KIPI yang masuk ke kami, semua bersifat ringan dan sesuai dengan yang dilaporkan jurnal-jurnal, dan di tempat lain, semua kondisinya sehat. Jadi, tidak ada yang memerlukan perhatian khusus sampai saat ini," ujar Ketua Komnas KIPI, Hindra Irawan Satari.
Hindra mengatakan masyarakat tidak perlu khawatir dengan efek samping vaksinasi. Seluruh kejadian ikutan akan dicatat oleh setiap fasilitas kesehatan yang melaksanakan vaksinasi kemudian wajib dilaporkan ke Komnas KIPI.
Data tersebut akan digunakan untuk kajian mencari hubungan antara vaksin dengan kejadian ikutan yang muncul. Pemeriksaan dijalankan oleh tim Komnas KIPI yang berkompeten dan bertugas secara independen.
Hindra juga mengatakan vaksinasi bukan semata untuk kepentingan pribadi setiap orang melainkan upaya melindungi keluarga dan orang terdekat. Khususnya bagi tenaga kesehatan yang sudah lama terjun dalam penanganan Covid-19.
" Pandemi ini sudah melelahkan. Kasihan juga nakes yang ada di garda terdepan, mereka berjibaku bekerja di luar ambang batas kemampuannya," kata Hindra.
Selanjutnya, Hindra mengatakan alur pelaporan dijalankan secara berjenjang. Mulai dari laporan masyarakat, puskesmas, dinas kesehatan kabupaten/kota, dinas kesehatan provinsi, sampai ke Komnas KIPI.
" Laporan yang terbanyak adalah kejadian koinsiden atau semua hal dikaitkan dengan vaksin, tidak memandang jangka waktunya, baik itu satu hari setelah vaksinasi atau sebulan setelah vaksinasi, maupun empat tahun setelahnya pun masih dikaitkan dengan vaksinasi," kata dia, dikutip dari Covid19.go.id
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya