Narapidana Palestina Tewas di Penjera Israel Setelah Divaksin Covid-19

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Minggu, 24 Januari 2021 06:00
Narapidana Palestina Tewas di Penjera Israel Setelah Divaksin Covid-19
Sebelum meninggal ayah enam anak berusia 45 tahun itu sempat menerima suntikan vaksin virus corona.

Dream - Seorang narapidana asal Palestina, Maher Deeb Saasa, dilaporkan meninggal dunia di sel tahanan Isareal, Rabu 20 Januari 2021. Menurut laporan, penyebab kematiannya tidak diketahui.

Mengutip aporan Anadolu Agency, Jumat 22 Januari 2021, Komisi Urusan Tahanan dan Mantan Tahanan Palestina (PPS) mengatakan, sebelum meninggal ayah enam anak berusia 45 tahun itu sempat menerima suntikan vaksin virus corona pada Selasa, 19 Januari 2021.

Layanan penjara Israel di Qalqilah yang pertama kali mengumumkan kematiannya pada Rabu 20 Januari 2021 mengatakan bahwa Saasaa selama ini memang telah menderita beberapa penyakit kronis.

1 dari 3 halaman

Menindaklanjuti kasus tersebut, Otoritas Israel telah memberi tahu pihak keluarga Saasaa bahwa mereka akan melakukan otopsi untuk mengetahui penyebab pasti kematiannya.

" Kami menyiapkan laporan rinci tentang situasi kesehatan bagi para tahanan di penjara Israel, dan kami akan mengirimkannya melalui Kementerian Luar Negeri untuk organisasi hak asasi manusia untuk melakukan upaya melindungi narapidana Palestina," kata Qadri Abu-Baker, kepala dari komisi tahanan itu.

Sementara pihak keluarga mengaku bahwa Saasaa tidak mendapatkan pelayanan medis yang memadai selama ditahan lebih dari 15 tahun di dalam penjara Israel.

Sumber: aa.com

2 dari 3 halaman

30 Laporan Efek Samping Vaksin: Semua Sehat

Dream - Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (KIPI) sejauh ini telah menerima 30 laporan mengenai kejadian ikutan atau efek samping dari penyuntikan vaksin Covid-19. Tetapi, rata-rata gejala yang terjadi tergolong ringan dan tidak ada reaksi serius hingga membutuhkan perawatan.

" Dari laporan KIPI yang masuk ke kami, semua bersifat ringan dan sesuai dengan yang dilaporkan jurnal-jurnal, dan di tempat lain, semua kondisinya sehat. Jadi, tidak ada yang memerlukan perhatian khusus sampai saat ini," ujar Ketua Komnas KIPI, Hindra Irawan Satari.

Hindra mengatakan masyarakat tidak perlu khawatir dengan efek samping vaksinasi. Seluruh kejadian ikutan akan dicatat oleh setiap fasilitas kesehatan yang melaksanakan vaksinasi kemudian wajib dilaporkan ke Komnas KIPI.

Data tersebut akan digunakan untuk kajian mencari hubungan antara vaksin dengan kejadian ikutan yang muncul. Pemeriksaan dijalankan oleh tim Komnas KIPI yang berkompeten dan bertugas secara independen.

 

3 dari 3 halaman

Hindra juga mengatakan vaksinasi bukan semata untuk kepentingan pribadi setiap orang melainkan upaya melindungi keluarga dan orang terdekat. Khususnya bagi tenaga kesehatan yang sudah lama terjun dalam penanganan Covid-19.

" Pandemi ini sudah melelahkan. Kasihan juga nakes yang ada di garda terdepan, mereka berjibaku bekerja di luar ambang batas kemampuannya," kata Hindra.

Selanjutnya, Hindra mengatakan alur pelaporan dijalankan secara berjenjang. Mulai dari laporan masyarakat, puskesmas, dinas kesehatan kabupaten/kota, dinas kesehatan provinsi, sampai ke Komnas KIPI.

" Laporan yang terbanyak adalah kejadian koinsiden atau semua hal dikaitkan dengan vaksin, tidak memandang jangka waktunya, baik itu satu hari setelah vaksinasi atau sebulan setelah vaksinasi, maupun empat tahun setelahnya pun masih dikaitkan dengan vaksinasi," kata dia, dikutip dari Covid19.go.id

Beri Komentar