Belum Divaksin, Doni Monardo Semula Akan Vaksinasi Covid-19 Pekan Depan

Reporter : Syahid Latif
Sabtu, 23 Januari 2021 13:34
Belum Divaksin, Doni Monardo Semula Akan Vaksinasi Covid-19 Pekan Depan
Doni Monardo dipastikan tertular Covid-19 sebelum mendapat vaksin Covid-19

Dream - Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Doni Monardo dipastikan belum menerima suntikan vaksin Covid-19. Sang jenderal bintang tiga ini rencana baru akan menjalani vaksinasi awal pekan depan.

Hal itu diketahui dari Tenaga Ahli Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Egy Massadiah yang staf khusus Doni Monardo dalam keterangan tertulis Satgas Covid-19, Sabtu, 23 Januari 2021.

“ Ini untuk meluruskan informasi bahwa Pak Doni sudah menjalani vaksinasi pada 13 Januari 2021. Padahal beliau akan divaksinasi pada pekan depan bersama para anggota Satgas Penanganan Covid-19 lainnya,” tutur Egy.

Seperti diketahui, Doni Monardo telah mengumumkan dirinya positif tertular Covid-19 menyusul aktivitas padat dalam sepekan terakhir. Hasil itu diketahui setelah Doni menjalani tes PCR semalam.

1 dari 3 halaman

Staf yang Dampingi Ada yang Positif

Dari hasil tes PCR diketahui Doni positif Covid-19 dengan CT Value 25. " Saya sama sekali tidak merasakan gejala apapun,” tutur Doni .

Saat ini Doni sudha menjalani masa isolasi mandiri sambil terus memantau perkembangan penanganan Covid-19 dan penanganan bencana di berbagai daerah.

Pada Jumat sore kemarin, Doni dan seluruh staf yang mendampinginya selama kunjungan kerja di Sulawesi Barat dan Kalimantan Selatan juga menjalani tes PCR. Hasilnya, salah satu stafnya juga dinyatakan positif.

" Covid-19 ini begitu dekat di sekitar kita. Selama ini saya berusaha sekuat tenaga patuh dan disiplin menjalan protokol kesehatan dan tetap bisa tertular. Dengan kejadian ini saya meminta masyarakat agar jangan kendor dalam memakai masker, menjaga jarak dan jauhi kerumunan, serta rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir,” tuturnya.(Sah)

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

2 dari 3 halaman

Dream - Doni Monardo, Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 menduga virus Sars CoV-2 yang bersarang di tubuhnya saat ini kemungkinan menyerang ketika makan bersama. Dari pengalaman ini dia berharap masyarakat sementara menunda keinginan makan bersama orang lain.

“ Saya yakin pada saat melepas masker dan makan itulah saya tertular,” kata Doni dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 23 Januari 2021.

Selama seminggu memimpin penanganan bencana di Sulawesi Barat dan Kalimantan Selatan, Doni mengingat ada beberapa momen harus melepas masker ketika makan bersama orang lain.

" Karena saat makan kita pasti lepas masker dan celah penularan terbuka," ujarnya.

Sejak gempa bumi melanda Sulawesi Barat, Doni sejak Jumat dini hari, 15 Januari 2021 telah berada di lokasi bencana pada sore harinya. Dia berada dilokasi bencana –termasuk berkunjung ke Banjarmasin dilanda banjir bandang—selama seminggu sebelum kembali ke Jakarta kemarin sore (22/1).

Dari pengalamannya tersebut, Doni menyarankan masyarakat untuk sementara makan sendiri atau terpisah dari orang lain. Dengan kondisi harus melepas masker, warga diimbau memastikan tidak ada orang lain di sekitar untuk mencegah ditulari atau menulari.

Selama sebelas bulan terakhir sejak menangani pandemi Covid-19, Doni mengaku selalu berusaha menghindari paparan virus dengan menuruti semua anjuran para pakar kesehatan. Namun, dari semua Langkah pencegahan rupanya tetap ada celah sehingga terpapar virus corona.

 

3 dari 3 halaman

Sementara Epidemolog Universitas Indonesia yang sekaligus Juru Bicara Nasional Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menduga aktivitas yang padat dan melelahkan serta celah saat makan menjadi penyebab virus Corona menginfeksi Doni Monardo.

“ Ini menjadi pelajaran berharga bahwa kedisiplinan selama sebelas bulan itu tetap ada celah seperti saat makan. Sebelumnya ada juga penelitian yang menemukan bahwa para tenaga kesehatan yang tertular saat mereka istirahat untuk makan dan terpaksa membuka masker,” tutur Wiku.

Aktivitas yang padat dan melelahkan juga bisa menjadi faktor menurunnya imunitas seseorang sehingga menjadi lebih rentan terhadap penyakit.

“ Itulah mengapa, selain menjalankan protokol kesehatan dengan sangat ketat. Kita juga harus menjadi imunitas dengan istirahat cukup, makan bergizi, serta rutin berolahraga.”

Beri Komentar