3 Menara Wisma Atlet di Pademangan Disiapkan Tampung Pasien Covid-19

Reporter : Annisa Mutiara Asharini
Sabtu, 23 Januari 2021 19:01
3 Menara Wisma Atlet di Pademangan Disiapkan Tampung Pasien Covid-19
Pemerintah juga telah menambah ruang perawatan intensif, peralatan medis serta tenaga medis dan nonmedis di RSDC Wisma Atlet.

Dream - Pemerintah terus berupaya menangani penambahan kasus baru Covid-19 pasca libur panjang akhir tahun dan tahun baru 2021. Salah satunya dengan menambah sejumlah unit di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet.

Komandan Lapangan RSDC Wisma Atlet, Kol. Laut (K) dr. Tjahja Nurrobi MKes SpOT mengatakan pihaknya telah menambah fasilitas Intermediate Care Unit (IMCU) di Wisma Atlet. Saat ini terdapat 94 unit IMCU, 27 High Care Unit (HCU) dan 12 Intensive Care Unit (ICU).

" Jumlah ini bisa kita tingkatkan lagi mengingat ke depannya ada kecenderungan tetap naik. Wisma Atlet kapasitasnya sudah melebihi 82,33% per hari ini. Apabila ini terus meningkat kita akan menyiapkan Wisma Atlet yang berlokasi di Pademangan, yaitu menara 8-10. Sudah kita siapkan sejak saat ini," tutur Nurrobi lewat keterangan pers, Sabtu 23 Januari 2021.

Selain kapasitas tempat tidur, RSDC Wisma Atlet juga menambahkan perlengkapan ICU dan tenaga medis. Saat ini jumlah personil di Wisma Atlet tercapat sekitar 2.600 yang terdiri dari 2.300 personil medis dan 300 personil nonmedis.

Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes, Prof. dr. Abdul Kadir, Ph.D, Sp. THT-KL(K), MARS menambahkan tempat tidur yang disiapkan untuk pasien Covid-19, baik untuk ruangan isolasi maupun yang lainnya, berjumlah 81.032.

" Itu kalau kita lakukan perbandingan dengan jumlah pasien yang saat ini dirawat di rumah sakit, 52.319 artinya BOR untuk COVID-19 masih ada di posisi 64,83% itu secara nasional," ucap.

Kendati demikian, Abdul Kadir berpesan agar masyarakat turut mendukung kinerja tenaga medis dengan menjaga kesehatan masing-masing seusai protokol 3M.

Ia juga mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan mempercayakan semua penanganan kepada pemerintah dan tidak termakan oleh berita hoaks.

" Kalau dilihat dari analisis tiga hari terakhir ini BOR rumah sakit sebenarnya cukup datar, tidak ada peningkatan yang bermakna, seperti di Jakarta di kisaran BOR 84%, 82%, 80%, seperti itu, tidak signifikan. Hindarilah hoaks, agar tetap bersikap optimis," pungkasnya.

(Sumber: Covid19.go.id)

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

1 dari 5 halaman

Verifikasi Dokumen Tes PCR Diperketat, Ketahuan Palsu Bisa Dibui 4 Tahun

Dream - Satgas Penanganan Covid-19 akan memperketat verifikasi surat tes polymerase chain reaction (PCR) untuk para wisatawan. Sejumlah petugas verifikator akan ditempatkan di pintu-pintu masuk atau kedatangan domestik dan internasional.

Tindakan ketat ini dilakukan guna mengatasi para oknum yang memalsukan surat tes PCR dengan cara diperjualbelikan. Para wisatawan mancanegara maupun domestik diwajibkan mengantongi hasil tes Covid-19 yang menyatakan status negatif atau tidak terpapar.

" Petugas verifikator surat tes PCR, tes antigen atapun tes antibodi di bandar udara, terminal ataupun pelabuhan, ini akan terus mengetatkan protokol di pintu masuk kedatangan dengan tujuan mencegah imported case," tutur Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito baru-baru ini.

Pemerintah juga akan menjatuhkan sanksi pidana bagi siapapun yang menyalahgunakan surat keterangan tes Covid-19. Hal ini sudah ditegaskan melalui pasal 267 ayat 1 dan pasal 267 ayat 1 KUHP.

" Dengan ancaman pidana kurungan selama 4 tahun. Baik yang membuat ataupun menggunakannya," Wiku menekankan.

Masyarakat diimbau untuk menggunakan hasil tes resmi yang dikeluarkan oleh lembaga kesehatan. Termasuk bagi mereka yang hanya melakukan perjalanan domestik.

Hal ini bertujuan untuk menekan penularan yang berpotensi disebarkan dari para pelaku perjalanan yang keluar-masuk antar daerah di Indonesia.

(Sumber: Covid19.go.id)

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

2 dari 5 halaman

Doni Monardo Positif Covid-19: `Saya Yakin Saat Lepas Masker & Makan`

Dream - Doni Monardo, Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 menduga virus Sars CoV-2 yang bersarang di tubuhnya saat ini kemungkinan menyerang ketika makan bersama. Dari pengalaman ini dia berharap masyarakat sementara menunda keinginan makan bersama orang lain.

“ Saya yakin pada saat melepas masker dan makan itulah saya tertular,” kata Doni dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 23 Januari 2021.

Selama seminggu memimpin penanganan bencana di Sulawesi Barat dan Kalimantan Selatan, Doni mengingat ada beberapa momen harus melepas masker ketika makan bersama orang lain.

" Karena saat makan kita pasti lepas masker dan celah penularan terbuka," ujarnya.

Sejak gempa bumi melanda Sulawesi Barat, Doni sejak Jumat dini hari, 15 Januari 2021 telah berada di lokasi bencana pada sore harinya. Dia berada dilokasi bencana –termasuk berkunjung ke Banjarmasin dilanda banjir bandang—selama seminggu sebelum kembali ke Jakarta kemarin sore (22/1).

Dari pengalamannya tersebut, Doni menyarankan masyarakat untuk sementara makan sendiri atau terpisah dari orang lain. Dengan kondisi harus melepas masker, warga diimbau memastikan tidak ada orang lain di sekitar untuk mencegah ditulari atau menulari.

Selama sebelas bulan terakhir sejak menangani pandemi Covid-19, Doni mengaku selalu berusaha menghindari paparan virus dengan menuruti semua anjuran para pakar kesehatan. Namun, dari semua Langkah pencegahan rupanya tetap ada celah sehingga terpapar virus corona.

 

3 dari 5 halaman

Faktor Aktivitas Padat dan Kelelahan

Sementara Epidemolog Universitas Indonesia yang sekaligus Juru Bicara Nasional Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menduga aktivitas yang padat dan melelahkan serta celah saat makan menjadi penyebab virus Corona menginfeksi Doni Monardo.

“ Ini menjadi pelajaran berharga bahwa kedisiplinan selama sebelas bulan itu tetap ada celah seperti saat makan. Sebelumnya ada juga penelitian yang menemukan bahwa para tenaga kesehatan yang tertular saat mereka istirahat untuk makan dan terpaksa membuka masker,” tutur Wiku.

Aktivitas yang padat dan melelahkan juga bisa menjadi faktor menurunnya imunitas seseorang sehingga menjadi lebih rentan terhadap penyakit.

“ Itulah mengapa, selain menjalankan protokol kesehatan dengan sangat ketat. Kita juga harus menjadi imunitas dengan istirahat cukup, makan bergizi, serta rutin berolahraga.”

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

4 dari 5 halaman

Ketua Satgas Doni Monardo Positif Covid-19

Doni Monardo: 63% Keberhasilan Sosialisasi Covid-19 di Tangan Media© MEN

Dream - Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengumumkan positif tertular Covid-19 setelah menjalani aktivitas padat sepekan terakhir. Doni diketahjui memimpin aktivitas penanggulangan bencana gempa bumi Sulawesi Barat dan banjir Kalimantan Selatan.

" Dari hasil tes PCR tadi malam, pagi ini mendapatkan hasil positif Covid-19 dengan CT  Value 25. Saya sama sekali tidak merasakan gejala apapun dan pagi ini tetap beraktivitas normal dengan olahraga ringan berjalan kaki 8 kilometer," tutur Doni dalam siaran pers, Sabtu 23 Januari 2021.

Doni telah berada di Mamuju pada Jumat, 15 Januari 2021 kurang dari 12 jam saat gempa di Sulawesi Barat terjadi. Selanjutnya Kepala BNBP bergeser ke Banjarmasin pada Minggu, 17 Januari 2021 dan bertolak ke Mamuju pada Selasa pagi sebelum kembali ke Jakarta, kemarin.

Setelah mendapatkan hasil positif Covid-19, Doni saat ini sedang menjalani isolasi mandiri sambil terus memantau perkembangan penanganan Covid-19 dan penanganan bencana di berbagai daerah.

5 dari 5 halaman

Doni yang juga Kepala Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) memastikan selama ini menjalankan protokol kesehatan dengan selalu memakai masker dan mencuci tangan.

Pada Jumat sore, Doni dan seluruh staf yang mendampinginya selama kunjungan kerja juga menjalani tes PCR. Hasilnya, salah satu stafnya ikut dinyatakan positif.

" Covid-19 ini begitu dekat di sekitar kita. Selama ini saya berusaha sekuat tenaga patuh dan disiplin menjalan protokol kesehatan dan tetap bisa tertular. Dengan kejadian ini saya meminta masyarakat agar jangan kendor dalam memakai masker, menjaga jarak dan jauhi kerumunan, serta rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir," ujarnya.

Sementara itu Tenaga Ahli BNPB Egy Massadiah yang juga staf khusus Doni Monardo mendapatkan hasil tes PCR negatif. Dalam seminggu terakhir, Egy selalu mendampingi Doni Monardo ketika menjalankan aktivitas penanganan bencana di Mamuju, Majene dan Banjarmasin.

Beri Komentar