Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia Dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy (Foto: Liputan6.com)
Dream - Pemerintah siap mengevakuasi 74 Warga Negara Indonesia (WNI) yang dinyatakan negatif virus corona, Covid-29, dari Kapal Pesiar Diamond Princess di Jepang.
" Kami membicarakan tentang evakuasi. Ada beberapa opsi. Intinya pemerintah punya komitmen kuat untuk itu dan akan kordinasi ke Bapak Presiden," kata Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, Kamis, 20 Februari 2020.
Keputusan untuk memulangkan WNI dilakukan usai rapat koordinasi antara Muhadjir, rapat koordinasi bersama Panglima TNI, Marsekal Hady Tjahjanto, Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto, Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly, dan tim perwakilan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Selain sepakat untuk segera mengevakuasi, hasil rapat koordinasi juga merilis dua opsi terkait cara penjemputan 74 WNI negatif virus corona. Opsi pertama dilakukan penjemputan via laut dan opsi kedua penjemputan dilakukan via udara.
" Opsi pertama dijemput KRI Suharso, Kedua dijemput melalui udara. Semua sudah dihitung apa hambatan dan yang akan yang bisa dari segi efisiensinya, tapi detiknya belum bisa saya jelaskan," kata dia.
Muhadjir menyebut, detail dari evakuasi WNI negatif virus corona di kapal pesiar ini wajib dilaporkan dulu ke Presiden Jokowi.
" Detailnya menyusul setelah lapor presiden, sementara demikian yang dapat kami sampaikan," ucap Muhadjir.
Data terbaru Kementerian Luar Negeri menyatakan 4 dari 78 WNI yang sempat dikarantina di Kapal Pesiar Diamond Princess positif terinfeksi virus corona, COVID-19.
Sebab, mereka dipastikan mendapat perawatan terlebih dulu secara intensif di rumah sakit di wilayah Chiba, Jepang, hingga dinyatakan sembuh.
Dream - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Singapura merilis kabar terbaru mengenai kondisi seorang Warga Negara Indonesia (WNI) yang positif terjangkit virus corona, Covid-19. WNI yang masuk dalam kasus ke-21 itu telah dinyatakan sembuh dan negatif Covid-19.
" WNI yang dinyatakan sebagai kasus ke-21 positif Covid-19 di Singapura dari cluster Yong Thai Hang medical shop pada tanggal 4 Februari 2020, telah dinyatakan sembuh dan negatif Covid-19 serta dipulangkan," tulis KBRI Singapura, Rabu, 19 Februari 2020.
KBRI Singapura tidak menyebut secara lengkap identitas WNI tersebut karena aturan data personal pemerintah Singapura. Saat ini, KBRI Singapura akan terus memantau perkembangan kondisi WNI tersebut.
" Namun dapat dipastikan bahwa saat ini yang bersangkutan dalam keadaan baik," ucap KBRI Singapura.
Dengan kondisi terbaru ini, KBRI Singapura menegaskan, sudah tidak ada lagi WNI yang terjangkit Covid-19 di negara berlogo singa tersebut.
Dream - Seorang Warga Negara Indonesia (WNI) yang bekerja Singapura dinyatakan positif mengidap virus Corona Wuhan. WNI berjenis kelamin perempuan itu termasuk satu dari 6 warga di Singapura yang terkonfirmasi terpapar virus 2019-NCoV.
Temuan tersebut semakin mengejutkan karena perempuan yang berusia 44 tahun itu mengaku tidak pernah bepergian ke China.
Wanita yang bekerja sebagai pekerja domestik itu hanya tinggal di Jalan Bukit Merah, Singapura. Perempuan itu, dilaporkan Channel News Asia, memeriksakan gejala sakit di tubuhnya pada Minggu, 2 Februari 2020.
Perempuan itu lantas dirawat di Singapore General Hospital (SGH) pada Senin, 3 Februari 2020. Pihak rumah sakit menyatakan, perempuan itu positif virus Corona Wuhan pada Selasa, 4 Februari 2020.
Selain perempuan berpaspor Indonesia, seorang perempuan warga Singapura berumur 48 tahun disebut juga terjangkit virus Corona Wuhan. Perempuan yang bekerja sebagai penjaja produk di Yong Thai Hang ini tidak memiliki riwayat perjalanan ke China.
Perempuan yang tinggal di Hougang Street 61 tersebut dilaporkan mengalami gejala virus Corona pada 25 Januari 2020. Dia kemudian dibawa ke Pusat Penyakit Berinfeksi Nasional (NCID) pada 3 Februari 2020.
" Dia dinyatakan terklasifikasi sebagai kasus dugaan dan segera menjalani isolasi," kata Departemen Kesehatan Singapura.
Saat ini, pasien yang diduga suspek terjangkit virus Corona Wuhan di Singapura berjumlah 24 orang. Dari empat kasus baru, Departemen Kesehatan Singapura, penyebaran virus Corona Wuhan ditransmisikan melalui pelancong dari China.
Dua wisatawan dari China disebut telah terinfeksi virus Corona. " Meskipun empat dari kasus ini merupakan kluster transmisi lokal, belum ada bukti penyebaran (virus Corona) secara meluas di Singapura," kata Departemen Kesehatan Singapura.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya