Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Presiden Joko Widodo Atau Jokowi Di Surabaya, Jawa Timur, Senin (27/1/2020). (foto: Biro Pers Setpres)
Dream - Jokowi memastikan perlindungan untuk Warga Negara Indonesia yang terisolasi akibat wabah virus novel Corona di Wuhan, China. Presiden bernama lengkap Joko Widodo itu memastikan pemerintah telah mengirim bantuan makanan.
" Apalagi kita mengirimkan logistik ini masih dalam proses pendalaman dari KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia) kita agar semua bisa terlayani dan berjalanan dengan baik," ucap Jokowi, Senin 27 Januari 2020.
Menurut Jokowi, pemerinta terus berkoordinasi dengan KBRI di China untuk memantau kondisi penyebaran virus mematikan tersebut. " Sementara masih berada di sana. KBRI sudah bicara detail dan mengikuti," kata dia.
Jokowi mengimbau masyarakat agar tetap waspada. Namun dia meminta masyarakat tidak panik terkait mewabahnya virus Corona.
" Pengawasan di semua bandara kita terutama yang berhubungan dengan flight dari dan ke Tiongkok sudah kita lakukan," tambah Jokowi.
Menteri Kesehatan (Menkes), Terawan Agus Putranto, memastikan, seluruh WNI di Wuhan, Ibu Kota Provinsi Hubei, dalam keadaan aman dan sehat. Sebagian besar dari mereka adalah mahasiswa yang melanjutkan kuliah di wilayah tersebut.
Wuhan menjadi kota awal kemunculan virus corona yang kini tengah merebak. Data terakhir, sebanyak 80 orang meninggal akibat virus corona.
" (Sebanyak) 243 warga kita itu ada di pusat tempurannya. Di pusat kejadiannya, di Hubei, di Wuhan. Mereka (semua) sehat," kata Terawan.
Dream - Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Anung Sugihantono, memastikan, pasien yang selama ini diisolasi di beberapa rumah sakit di Indonesia belum terbukti terjangkit virus novel Corona.
" Kami mendapat sekarang 13 (pasien) dan hasilnya negatif. Dua masih sedang dilakukan pemeriksaan dan mudah-mudahan sudah ada (hasil laboratorium)," ujar Anung di Kemenkes, Jakarta, Senin, 27 Januari 2020.
Menurut Anung, masa inkubasi virus Corona terjadi selama 1 hingga 14 hari. Selama masa inkubasi itu, pasien akan diperiksa secara intensif di laboratorium.
Apabila pasien sudah masuk ruang isolasi, dokter akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Anung mengatakan, selama pasien di dalam ruang isolasi belum bisa disebut sebagai penderita virus novel Corona.
" Pertama itu tahapannya people under observation. Kalau suspect dilakukan laboratorium ditemukan virus Corona disebut confirm," ucap dia.
Anung berharap, virus Corona yang saat ini menjadi perhatian dunia tidak masuk ke Indonesia. Maka dari itu, Kemenkes mengimbau masyarakat untuk senantiasa menjaga hidup sehat. " Imun tubuhlah yang akan melawan (virus)," kata dia.
Dream - Sepasang orang tua tega meninggalkan kedua anaknya di Bandara Internasional Lukou, Nanjing, Provinsi Jiangsu, China. Mereka tak membawa serta kedua anaknya dalam penerbangan karena diduga terinfeksi virus Corona.
Foto bocah lelaki dan perempuan yang malang itu menjadi viral di media sosial China. Mereka ditinggal di depan gerbang keberangkatan bandara.
Saat tiba di bandara, suhu tubuh kedua bocah itu memang tinggi. Sehingga petugas bandara melarang mereka untuk terbang.
Menurut The Yangzi Evening News, keluarga itu berencana terbang dari Nanjing ke Changsha, Provinsi Hunan, menggunakan pesawat Xiamen Airlines MF8040.
" Suhu tubuh bocah lelakinya mencapai 38,5 derajat Celcius," kata saksi.
Kedua orang tua bocah-bocah malang itu sebenarnya tidak terima. Mereka ingin anak-anaknya ikut berlibur. Kedua orang tua bocah-bocah itu bahkan sempat terlibat cekcok dengan petugas bandara.
Meski demikian, petugas tak mengizinkan anak-anak itu masuk ke dalam pesawat karena suhu badannya tinggi dan dicurigai terpapar virus Corona.
Yang membuat miris, kedua orang tua tersebut kemudian membuat alasan agar mereka bisa naik pesawat sementara kedua anak yang sakit itu tetap tinggal.
Mereka kemudian bilang ke petugas bahwa kedua anak yang sakit itu sebenarnya tidak ingin naik pesawat.
Jadi, orang tua tersebut akhirnya diperbolehkan naik pesawat, meninggalkan kedua anaknya di bandara.
Baik polisi maupun petugas bandara hanya bisa tertegun, tidak ada yang bisa menghalangi orangtua tersebut. Petugas bandaralah kemudian yang merawat anak-anak tersebut.
Akibat kericuhan yang ditimbulkan orangtua tak berperasaan tersebut, pesawat mengalami penundaan selama tiga jam.
Sumber: Lobak Merah
Dream - Wabah virus Corona jenis baru terus menghadirkan kengerian bagi masyarakat di seluruh dunia. Di balik penyakit yang membuat banyak negara waspada, terungkap pula kebiasaan makan warga Wuhan, Tiongkok yang menggegerkan publik.
Menjadi lokasi sumber pertama virus bernama 2019-nCoV terdeteksi, laman sosial digegerkan dengan kabar warga Wuhan yang menyantap berbagai jenis hewan liar. Binatang-binatang ini diduga diperjualbelikan di pasar di Wuhan.
Setelah viral sup kelelewar, warga Wuhan juga diduga menyantap binatang liar seperti ular, koala, hingga tikus.
Hewan yang terakhir inilah yang tengah menjadi viral di sosial media. Beredar sebuah video di Twitter yang memperlihatkan 'kerakusan' warga Wuhan.
Di video yang diposting oleh akun Free With HongKong itu tampak seorang pria makan beberapa ekor bayi tikus atau cindil hidup-hidup dengan lahapnya.
@BBCWorld @CNN @shujamtaro @SolomonYue @HawleyMO @BorisJohnson @lukedepulford @DanGarrett97 @SenRickScott @swsjoerdsma @aaronMCN @tommycheungsy I can't believe these pictures. In this civilized society, we eat newborn mouse Scared me intolerable. #chinazi #WuhanCoronavirus ???????? pic.twitter.com/89Gc3fJafP
— Free With HongKong (@sauwingso)January 22, 2020
Dalam postingan itu disertakan keterangan, " Saya tidak percaya gambar-gambar ini. Dalam masyarakat beradab ini, ada yang makan tikus yang baru lahir. Membuat saya takut. Tak tertahankan."
Selain video tersebut, thread Twitter Free With HongKong itu juga memuat foto-foto gadis Wuhan makan sup kelelawar.
Tapi yang paling menjijikkan adalah aksi pria yang makan cindil hidup-hidup seolah menyantap camilan.
Pria itu mengambil seekor cindil dan mencelupkannya di saus sebelum memasukkan ke dalam mulutnya.
Dia kemudian mengangguk-angguk, menunjukkan bahwa dia sangat menikmati sajian bayi tikus tersebut.
Sumber: World of Buzz
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya