Pendaftaran Digital, Kemenag Sinkroninasi Data Haji dengan NIK

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 26 Januari 2022 14:00
Pendaftaran Digital, Kemenag Sinkroninasi Data Haji dengan NIK
Nantinya data jemaah bisa terlacak cukup menggunakan NIK.

Dream - Kementerian Agama mulai menjalankan sinkronisasi data haji dengan Nomor Induk Kependudukan di database Dukcapil Kementerian Dalam Negeri. Ini untuk memudahkan proses pendaftaran jemaah haji yang sudah bertransformasi ke sistem digital.

" Saat ini proses pendaftaran haji tidak bisa dihindari hari bertransformasi ke digital," ujar Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kemenag, Hilman Latief.

Ada sejumlah kemudahan dalam pendaftaran digital. Salah satunya, memberikan kesempatan kaum muda mendaftar haji sejak dini.

" Pendaftaran haji secara elektronik untuk memberikan kemudahan khususnya pada digital society yakni kaum milenial," kata dia.

Dirjen Dukcapil Kemendagri, Zudan Arif Fakrulloh, berharap NIK dapat digunakan sebagai nomor kepesertaan jemaah haji. Praktik ini sudah dilakukan Ditjen Pajak Kemenkeu dengan menjadikan NIK sebagai NPWP, juga BPJS Kesehatan menggunakan NIK sebagai nomor peserta.

" Begitu juga dengan calon jemaah haji atau umroh, dengan penguatan kerja sama berbagi pakai data Dukcapil, tinggal inpur NIK data jemaah langsung keluar," kata Zudan.

 

1 dari 1 halaman

Data Terus Diperbarui

Nantinya data akan berisi inforrmasi lengkap jemaah. Termasuk berapa kali melaksanakan haji sehingga mudah dilacak.

" Kita berharap dengan berbagi pakai data kependudukan penyelenggaraan haji umroh menjadi lebih cepat dan terstruktur sehingga menghasilkan rancang bangun penyelenggaraan haji dan umroh yang lebih baik," kata dia.

Lebih lanjut, Zudan mengatakan sinergitas antara data kependudukan Dukcapil dengan Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) sangat penting. Saat ini, terdapat 272 juta penduduk terdaftar di data warhouse Dukcapil by name by address.

" Data tersebut terus diperbarui dengan menginput data penduduk yang berpindah domisili yang rata-rata per bulannya mencapai 500 ribu penduduk," kata Zudan.

Belum lagi, kata Zudan, rerata penduduk wafat per bulan mencapai 50 ribu jiwa. " Data penduduk yang meninggal terbanyak Agustus 2021 akumulasinya sebanyak 220 yang meninggal akibat Covid-19," tulis Zudan, dikutip dari Merdeka.com.

Beri Komentar