Pengacara Ratna Sarumpaet Sebut Dakwaan Jaksa Salah

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Rabu, 6 Maret 2019 12:02
Pengacara Ratna Sarumpaet Sebut Dakwaan Jaksa Salah
Desmihardi menyatakan dakwaan Jaksa terhadap kliennya tidak dapat diterima.

Dream - Kuasa hukum terdakwa dugaan kabar bohong atau hoaks Ratna Sarumpaet, Desmihardi, menyebut dakwaan jaksa terhadap kliennya adalah salah. Menurut dia, tidak pernah terjadi keonaran akibat ulah kliennya.

" Keonaran tidak pernah terjadi, maka menjadi sangat keliru," ujar Desmihardi dalam sidang dengan agenda pembacaan eksepsi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu 6 Maret 2019.

Menurut Desmihardi, yang terjadi selama ini yaitu munculnya berbagai cuitan di media sosial serta konferensi pers salah satu capres, mengenai berita bohong pengeroyokan yang disampaikan oleh Ratna. Dia menyatakan kondisi tersebut tidak termasuk keonaran.

" Karena cuitan dan aksi unjuk rasa itu bukan kerusuhan, keonaran, yang membutuhkan tindakan kepolisian," ucap dia.

Desmihardi lalu menjelaskan suatu kondisi disebut onar apabila menyamai peristiwa Mei 1998 dan Tanjung Priok. Dia merujuk pada ketentuan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

" Sehingga dakwaan ini tidak dapat diterima," kata dia.

Pada persidangan sebelumnya, Jaksa mendakwa Ratna dengan Pasal 14 ayat 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana. Pasal itu memuat ketentuan mengenai ancaman pidana bagi orang yang menyebarkan berita bohong hingga menimbulkan keonaran.

Selain itu, Jaksa juga mendakwa Ratna dengan Pasal 28 Ayat (2) Jo Pasal 45 A Ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. (ism)

1 dari 4 halaman

Begini Isi Percakapan WhatsApp Ratna Sarumpaet & Rocky Gerung

Dream - Jaksa Penuntut Umum (JPU) membeberkan isi percakapan WhatsApp antara terdakwa kasus penyebaran berita bohong, Ratna Sarumpaet, dengan Rocky Gerung.

Pada percakapan yang terjadi dalam kurun 25 hingga 28 September 2018 itu, Ratna membukanya dengan mengirim sejumlah foto wajahnya yang bengap.

Pesan pertama dikirim 25 September 2018 sekitar pukul 20.43 WIB. Jaksa juga menyebut foto-foto itu disertai dengan pesan yang ditulis Ratna untuk Rocky Gerung.

" 21 September 2018 jam 18.50 WIB. Area bandara Bandung dan pukul 20.44 WIB dengan pesan: `Not For Public`," kata JPU, dikutip dari Liputan6.com, Kamis 28 Februari 2019.

Sehari berselang, Rabu 26 September 2018, sekitar pukul 22.24 WIB, Ratna kembali mengirim pesan kepada Rocky. Isi pesan tersebut berisi kabar tentang kondisi wajahnya.

Ratna menulis, " Sakit seputar rongga mata, retak di pelipis dan rahang. Tak sepedih kitab terkoyak ditangan kanan menganga."

Delapan menit kemudian, Ratna kembali menulis pesan dan mengirim foto ke Rocky. Tampak wajah Ratna lebam dan bengkak. " Hari ke 5," tulis Ratna.

2 dari 4 halaman

Need You Badly

Ratna kembali menulis pesan kepada Rocky Gerung pada Kamis 27 September 2018 sekitar pukul 16.30 WIB. Pesan itu berbunyi, " Hei Rocky negerinya makin gila dan hancur need badly :)."

Pada pukul 16.33 WIB, Ratna mengirim pesan, " Need you badly`."

Pada pukul 16.36 WIB pesan Ratna berbunyi, " Pasti kamu bahagia sekali di sana ya. Penghormatan pada, bless you."

Pada Jum'at, 28 September 2018 pukul 18.22 WIB, Ratna kembali menulis pesan dan foto beberapa wajah yang lebam ke Rocky. " Day 7th," kata JPU saat membaca pesan yang disampaikan Ratna.

Sumber: Liputan6.com/Ady Anugrahady

3 dari 4 halaman

Ratna Sarumpaet Terancam Penjara 6 Tahun

Dream - Jaksa Penuntut Umum (JPU) telah membacakan dakwaan untuk terdakwa kasus penyebaran berita bohong, Ratna Sarumpaet, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis 28 Februari 2019.

" Perbuatan terdakwa bagaimana diatur dan diancan pidana dalam Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45a ayat (2) Undang-undang Nomor 19 tahun 2016, tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 11 tahun 2008, tentang Informasi dan Transaksi Elektronik," ujar JPU, Maria Siregar.

Dalam pasal tersebut, sanksi yang akan menjerat terdakwa yakni penjara paling lama 6 tahun dan/atau denda paling banyak Rp1 miliar.

Setelah pembacaan dakwaan itu, Ketua Majelis Hakim, Joni, memutuskan untuk menunda sidang. " Sidang ditunda dan dilanjutkan 6 Maret 2019," kata Joni sambil mengetuk palu sidang.

Joni mengatakan, agenda sidang pekan depan yakni pembacaan eksepsi yang akan dilakukan terdakwa dan kuasa hukum.

4 dari 4 halaman

Jalani Sidang Perdana, Ratna Sarumpaet Didampingi Atiqah Hasiholan

Dream - Sidang kasus dugaan penyebaran berita hoaks yang menjerat Ratna Sarumpaet mulai digelar hari ini, Kamis 28 Februari 2019 di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Agenda sidang perdana ini adalah pembacaan dakwaan oleh Jaksa.

Ratna tiba di PN Jakarta Selatan dengan mobil tahanan Kejaksaan. Didampingi putrinya, Atiqah Hasiholan, Ratna memasuki Pengadilan dengan pengawalan ketat.

Ratna sempat kesulitan masuk ke dalam Pengadilan. Ini lantaran pintu masuk gedung PN Jakarta Selatan dipenuhi banyak orang.

" Kasih jalan dong," ujar Ratna.

Ratna mengenakan kemeja berwarna putih berbalut rompi tersangka berwarna oranye itu langsung dibawa masuk ke dalam ruang tunggu tahanan. Selanjutnya, Ratna masuk ke ruang sidang setelah mendapatkan informasi persidangan akan dimulai.

 Ratna Sarumpaet dan Atiqah Hasiholan di PN Jakarta Selatan

Ratna Sarumpaet bersama Atiqah Hasiholan tiba di PN Jakarta Selatan (Dream.co.id/Muhammad Ilman Nafi'an)

Ibunda dari artis Atiqah Hasiholan itu ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya pada 5 Oktober 2018 atas kasus dugaan penyebaran hoaks penganiayaan. Dia ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta ketika hendak pergi ke Chili.

Kasus ini bermula ketika Ratna mengaku dipukuli oleh sejumlah orang di Bandung, Jawa Barat pada 22 September 2018. Faktanya, pada tanggal tersebut mertua Rio Dewanto itu sedang menjalani operasi plastik di sebuah rumah sakit di Jakarta.

Kabar ini sempat membuat heboh, khususnya Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi. Sang capres nomor urut 02 bahkan sempat menggelar konferensi pers dan meminta polisi mengusut kasus ini.

Selang satu hari, Ratna menggelar konferensi mengakui kalau kabar dirinya telah dianiaya adalah bohong.

Beri Komentar
Summer Style 2019